Mohon tunggu...
Renny Soelistiyowati
Renny Soelistiyowati Mohon Tunggu... Dosen - Dosen

Saya pengajar Mata Kuliah Bahasa Indonesia di SV IPB University, konsen saya pengajar Bipa (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Bahasa merupakan alat komunikasi yang penting. Mari menggunakan bahasa Indonesia sebagai lambang budaya kita. "Utamakan bahasa Indonesia, kuasai bahasa asaing, lestarikan bahasa daerah”

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, dan Depok) Sebuah Fenomena: Istilah dan Budaya

13 September 2022   09:30 Diperbarui: 13 September 2022   09:34 264 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Awalnya muncul nama SCBD, entah dari mana asal muasal singkatan  SCBD. SCBD memang sedang trend dan marak dibicarakan oleh masyarakat luas terutama pengguna media sosial di seantero jagad maya ini. Unik memang, sampai-sampai Gubernur DKI Jakarta, Anis Bawesdan juga menggunakan istilah SCBD. Apakah penamaan SCBD supaya mudah diingat oleh masyarakat? 

Atau Masyarakat langsung tertuju pada Kawasan Sudirman yang ternyata anak-anak muda, remaja atau bahkan dewasa yang dari Citayam, Bojong Gede, Depok, mereka juga dapat menikmati dan berkunjung di Kawasan Sudirman?

Singkatan SCBD yang kita kenal sekarang  ternyata supaya mudah diingat. Singkatan sebenarnya adalah Sudirman Central Business District. Benar, sekarang orang mengenalnya kepanjangan dari Sudirman, Citayam, Bojong Gede, dan Depok. Mungkin masyarakat tidak mengenal kepanjangan Sudirman Central Business District.

SCBD merupakan suatu kawasan bisnis yang terletak di Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia. Kawasan SCBD sendiri terdiri dari berbagai bangunan. Mulai dari gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, kondominium, hingga tempat hiburan yang menjanjikan surga dunia.

Mungkin hanya orang-orang tertentu dan kalangan-kalangan menengah atas yang hanya bisa berkunjung ke sana. Jadi, masyarakat pinggiran Jakarta tidak mau kalah dengan mereka. Mereka berbondong-bondong untuk bisa menjadi anak SCBD. Mungkin sebagian dari masyarakat masih belum tahu betul latar belakang munculnya fenomena nama SCBD.

 Berlatar belakang munculnya Fashion Week  sekitar Sudirman dan sekitarnya, maka SCBD disebut  sebagai Citayam Fashion Week.

 Fenomena SCBD atau Citayam Fashion Week di SCBD bermula dari viralnya video-video di media sosial TikTok dan Instagram. Video-video itu menunjukkan wawancara hingga aksi para remaja yang berkumpul di kawasan Sudirman.

Selain menunjukkan wawancara yang sering kali mengundang gelak tawa, tidak sedikit video-video yang menampilkan aksi para remaja yang diketahui berasal dari Citayam-Bojong Gede itu mengenakan berbagai mode pakaian dengan gaya fashion kekinian. 

Bahkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di sela-sela kegiatannya di Jakarta turut pula meramaikan Fshion Week tersebut. Dari situlah muncul istilah 'Citayam Fashion Week'. Sebuah komunitas anak jalanan yang memiliki ide unik.

Komunitas  adalah kelompok organisme (orang dan sebagainya) yang hidup dan saling berinteraksi di dalam daerah tertentu. KBBI juga menyebutkan jika komunitas dapat diartikan sebagai kelompok masyarakat atau sebuah paguyuban. Komunitas SCBD bisa terbentuk karena adanya saling komunikasi antarmereka.

 Fenomena tersebut menelurkan Citayam Fashion Week yang dikenal luas masyarakat belakangan ini. Sebagai bagian dari kegiatan fashion jalanan. Apakah kemunculan fenomena ini bisa disebut sebagai ekspresi anak muda atau budaya musiman?. Mungkin dapat dikatakan budaya musiman karena keberlanjutannya apakah terus akan ada?. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan