Mohon tunggu...
resya marchelina
resya marchelina Mohon Tunggu... .

.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNJA Gelar Workshop Bertajuk "Developing English Skill - Based Creative Entrepreneurship"

30 September 2019   12:36 Diperbarui: 30 September 2019   14:03 15 0 0 Mohon Tunggu...
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNJA Gelar Workshop Bertajuk "Developing English Skill - Based Creative Entrepreneurship"
dokpri

 Memasuki era Revolusi Industri 4.0, perguruan tinggi di Indonesia semakin gencar menguatkan sistem pendidikan dengan program yang disebut Pendidikan 4.0. Program ini dimaksudkan untuk mendukung generasi muda dalam memasuki realitas kerja global dan kehidupan di abad 21. Yang mana bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi revolusi industri. Program ini juga berfokus pada pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan sehingga diharapkan mampu menghasilkan generasi muda yang memiliki setidaknya 4 keterampilan yaitu kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, dan kreatif.

Menyesuaikan era Pendidikan 4.0 yang sedang berlangsung dan visi-misi Universitas terkait, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Jambi menyelenggarakan workshop bertemakan creative entrepreneurship untuk membantu mahasiswa mengambil gambaran mengenai dunia kerja yang belum tercipta dan memperluas pandangan mahasiswa terhadap realitas kerja global.Workshop bertajuk Developing English Skill -- Based Creative Entrepreneurship itu diikuti sekitar 100 mahasiswa semester 5 prodi Pendidikan Bahasa Inggris.

Workshop yang diadakan di kampus Unja, kamis (12/09) itu menampilkan pembicara Pujia Pernami, atau yang lebih sering disapa dengan Jia Effendie, Seorang Freelance Writer, Editor, dan penerjemah. Mulai aktif menerjemahkan buku sejak 2009, Jia memberikan pelatihan mengenai penerjemahan dan juga kiat-kiat yang dibutuhkan dalam mencari lapangan kerja berhubungan dengan kemampuan berbahasa Inggris.

"kalau pola pikir kita terbatas, yah otomatis lapangan kerja yang tersedia juga terbatas" ujar Jia Effendie di awal acara. Ia mambahkan, banyak sekali lowongan kerja yang tersedia, terlebih lagi untuk orang yang berkemampuan berbahasa Inggris. Hanya saja, banyak orang hanya fokus untuk melamar di tempat tertentu. "kita harus sering baca berita industri, untuk tau perusahaan mana yang mau buka di Indonesia, gak cuma itu sih, kalau bisa kirim lamaran sampai ke 100 tempat jangan berpatok di satu tempat aja" ujarnya.

Sepuluh tahun berkarir di dunia penerjemahan, rupanya tak menghentikan minat Jia dalam menulis. Sejauh ini, Jia sudah menerbitkan sekitar 10 novel dari yang bergenre fiksi remaja hingga urban thriller. Tidak hanya itu, hampir seluruh buku yang diterjemahkan dan disuntingnya selaku editor merupakan buku bergenre fiksi remaja. Diperkirakan sekitar 140 novel telah dikerjakan sebagai karya penyuntingan dan sekitar 17 karya telah diterjemahkannya. Jia Effendie menambahkan, dalam penyuntingan dan penerjemahan biasanya dia bisa menghabiskan waktu sekitar 1 bulan untuk menerjemahkan 300 hingga 400 halaman per-karya yang diberikan, belum ditambah waktu untuk menyunting ulang karya tersebut.

Wanita lulusan Universitas Padjadjaran, jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi ini, tidak hanya membagikan ilmu mengenai hal diatas saja. Di sela acara, Jia juga memberikan pelatihan mengenai pembuatan curriculum vitae (CV) yang baik dan menarik. Jia menjelaskan, orang akan tertarik untuk merekrut pekerja, jika pelamar pekerjaan tersebut memiliki nilai keunikan tersendiri, dimana hal itu dapat dilihat melalui CV. "salah satu aplikasi yang bisa kita gunakan itu can*va, tampilannya bisa dibuat semenarik mungkin demi mendapatkan perhatian dari perusahaan terkait" lanjutnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa agar siap menghadapi realitas kerja di masa yang akan datang. 

"sebenarnya, ada banyak pekerjaan yang belum terpikirkan oleh kita, dengan pelatihan ini saya harap, kalian bisa menyiapkan diri untuk menghadapi revolusi industri 4.0." jelas Delita, selaku ketua prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dan ketua pelaksana workshop tersebut diakhir acara.  Ia juga menambahkan, agar mahasiswa tidak hanya berfokus untuk menjadi pegawai negeri sipil saja, akan tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan untuk mereka sendiri.

VIDEO PILIHAN