Politik

Tahun Politik dan Pembebasan Tanah Besar Besaran di Teluknaga Dan Pakuhaji

6 April 2018   11:05 Diperbarui: 6 April 2018   11:18 730 0 1
Tahun Politik dan Pembebasan Tanah Besar Besaran di Teluknaga Dan Pakuhaji
www.wikizero.com

2018 adalah tahun pesta politik untuk rakyat indonesia. Termasuk untuk masyarakat Kabupaten Tangerang. Di tahun 2018 ini penduduk Kabupaten Tangerang akan melakukan pemilihan kembali bupati Tangerang untuk periode 2018-2023, walaupun hampirbisa di pastikan bahwa bupati Petahana akan terpilih lagi.

Dan pada tahun 2019 akan dilakukan juga pemilihan anggota Legistlagif untuk DPR dan DPRD dari Kabupaten Tangerang.  Keramaian menyambut Pilkada 2018, dan Pileg 2019 juga sudah sangat terasa di daerah Teluknaga, pakuhaji  dan sekitarnya, dengan banyaknya baliho baliho  dan spanduk terpapang di banyak jalan dan per-empatan jalanan. Tentu dengan adanya Pilkada masyaratkat Teluknaga dan Sekitarnya mengharapakan pembangunan yang lebih dirasakan oleh masyarakat, dan para anggota dewan sebagai perwakilan dari daerah Teluknaga dan sekitarnya benar benar mewakili aspirasi masyarakat.

Dimana itu Teluknaga dan Pakuhaji

Bagi penduduk Jabodetabek mungkin nama Teluknaga dan Pakuhaji terdengar asing, tidak se-terkenal Serpong, atau Balaraja, atau cikupa atau lainnya.

Secara geografi, kecamatan Teluknaga dan Pakuhaji sebenarnya sangat dekat dengan Jakarta di banding dengan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang yang berada di Tiga Raksa. Namun sayang kedekatannya dengan Jakarta tidak membuat nasib Kecamatan Teluknaga dan Pakuhaji tidak sebaik Serpong, yang berdekatan dengan Jakarta Selatan. Dimana Tangerang Selatan (TangSel) secara infrastruktur sudah jauh lebih maju dan memadai,  mungkin dari belasan tahun yang lalu di banding dengan Teluknaga dan Pakuhaji.

Dalam 5-10 tahun ke depan, sepertinya Teluknaga dan Pakuhaji namanya akan sejajar dengan Serpong.

Teluknaga dan Pakuhaji sendiri merupakan area pertanian yang sangat baik  selama puluhan tahun, Cuma di sayangkan dalam belasan tahun terakhir irigasi ke kedua kecamatan tersebut sangat buruk. Sehingga menyebabkan banyak persawahan,  mungkin hanya di tanami setahun sekali, itu pun dengan hasil seadaanya.

dokpri
dokpri
Peta Pakuhaji dari Google Map terlihat hamparan persawahan yang sangat hijau, yang akan sangat disayangkan akan hilang dalam beberapa tahun ke depan.

dokpri
dokpri
Hamparan hijua yang sama  untuk Kecamatan Teluknaga dari Google Map juga sepertinya akan hilang dalam beberapa  tahun  ke depan.

Google Map menunjukan bahwa Kecamatan Teluknaga dan Pakuhaji adalah daerah pertanian yang hijau dan subur, dan sawah sawah ribuan/belasan/puluhan  ribu hektar merupakan area SERAPAN DAN TAMPUNG AIR HUJAN di MUSIM PENGHUJAN untuk kecamatan Teluknaga dan Pakuhaji. 

Dan sayang sekali sepertinya dalam beberapa Tahun ke Depan, daerah hijau ini akan menjadi daerah yang penuh bangunan beton, dimana mungkin akan menjadi daerah Industri, pergudangan dan pemukiman pekotaan yang padat.

Apakah ini akan menunjukan kemakmuran untuk maysarakat TELUKNAGA dan PAKUHAJI ??? Mungkinkah masayarakatnya akan ikut terangkat perekonimiannya???.....Entalah, seperti sebagian besar dari mereka akan tersingkir dari tanah kelahiran mereka.

Dengan kedekatannya dengan Bandara Internasional Sukarno hatta dan dengan Ibu Kota Jakarta, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil, serta perkembangna industri  yang membaik, mau tidak mau masyarakat KECAMATAN TELUKNAGA dan PAKUHAJI harus bersiapa diri menghadapi perubahan yang terjadi dalam beberapa tahun ke Depan.

Beberapa proyek yang akan merubah Teluknaga dan Pakuhaji sudah terjadi dan beberapa akan terjadi, diantaranya Pembangunan Demarga Triliunan rupiah, Pembangunan Kawasan Industri Australia Indonesia, Jalan Tol yang akan di Bangun, Proyek 2 Triliun untuk Normalisasi Cisadane, Proyek lainnya di Teluknaga dan banyak lagi.

Dengan banyak proyek yang akan dibangun dan dilakukan di Kecamatan Teluknaga dan Pakuhaji menyebabkan harga harga tanah di daerah Pakuhaji dan Teluknaga meningkat cukup tajam.  Tapi ITU TERJADI 2-3 TAHUN YANG LALU.... Sekarang ini harga pasaran tanah di daerah tersebut sangat turun jauh....dikala pembebasan lahan oleh Pihak Swasta di mulai..

Banyak nya proyek proyek besar tersebut akan sanga ber-dampak baik secara lingkungan, sosial maupun budaya. Beberapa dampak yang bisa di bayakan sekarang ini

1. Banjir..dan hilangnya area serapan air

Seperti dijelaskan di atas, bahwa Teluknaga dan Pakuhaji sebagian besar adalah daerah persawahan/pertanian yang ketika hujan berfungsi untuk menampung air hujan. 

Bisa kita bayangankan berapa banyak air hujan yang tidak tertampung bila puluhan ribu hektar sawah tersebut di uruk dan dijadikan daerah industri atau perumahan. 

Mari lakukan perhitungan bodoh...misalkan persawahan yang di bebaskan 10.000 dan akan akan diuruk dengan ketinggian 1-2 meter, missal kemampuan untuk menampung air hujan permeter persegi  adalah 0.5 meter kubik. Maka Teluknaga akan kehilangan tampungan air sebesar 50 juta meter kubik... belum lagi di tambah dengan Kecamatan teluknaga. Bisa di bayangkan banjir yang akan terjadi bagi masyarakat penduduk asli di Teluknaga dan Pakuhaji disekitaran Proyek.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3