Mohon tunggu...
Rop Pattip
Rop Pattip Mohon Tunggu... keep fight

lifE is a bo0k. . .everyday has a new page. . .with adventUres to telL. .things to learn and tales to remember. . My blog (just cerpen| puisi | cerbung ): https://roppattip.blogspot.co.id/?m=1

Selanjutnya

Tutup

Catatan Pilihan

Segini sajakah?

12 Maret 2015   01:04 Diperbarui: 17 Juni 2015   09:47 80 0 0 Mohon Tunggu...

Jadi beginin akhir cerita kita...?

Yah, makasih untuk waktu lima bulan yang kamu sisihkan buat aku. Aku merasa bahagia pernah tertawa dan menangis bersama mu. Di akhir cerita ini ku sisipkan kebenaran-kebenaran yang hanya aku dan orang-orang terdekat ku yang tahu.

Memang aku sering mengeluhkan tentang hubungan kita. Mengertilah engkau, aku hanya butuh kau di sisi ku, menemaniku menghabiskan sisa hidup ku. Menyulamkan keindahan cerita ini untuk di kenang di masa depan. Tapi sudahlah, ini sudah keputusan mu, dan aku terima perpisahan ini. Mungkin memang ini yang aku inginkan dari awal.

Bukan aku tak ingin mendengar mu, bukan aku tak ingin menuruti mu, terimakasih untuk kepercayaan yang kau berikan untuk ku. Aku mencintai mu selalu...

Seandainya, ah, aku tak ingn berandai-andai, semua telah berlalu, dan aku tahu kamu tak ingin menerima penjelasanku, tak ada yang perlu di jelaskan. Sudahlah, biar ku rasakan sendiri bertapa sulitnya hidup yang ku jalani saat ini. Bertapa susahnya menyembunyikan ini dari keluargaku. Aku percaya, aku adalah wanita yang kuat.

Aku bekerja di dua tempat, seandainya... ah, seandainya... biarku berandai-andai dalam tulisan ini... karena aku tak ingin menjelaskan apa pun pada mu. Biarku berandai-andai dalam imajinasi yang aku ciptakan.

Bukankah kamu tahu berapa nominal uang yang harus ku kembalikan pada bank dan teman-teman ku. Ya, sekian juta, dan aku harus sesegera mungkin melunasi itu semua. Seandainya kau berada di posisi ku! Ah, kau tak kan pernah mengerti bertapa berartinya misi-misi yang sudah aku targetkan.

Bukankah kamu tahu masalah uang yang di bawa kabur pak Iwan... aku butuh banyak uang untuk menutup bank dan pinjaman-pinjaman ke teman-temanku. Lantas di mana kamu ketika aku membutuhkan mu??? Tak ada kabar, tak ada penjelasan. Dimana kamu saat aku rapuh dan tertekan dengan hidup ku...?? aaahhh... tiada jawabnya, seandainya kamu tahu perselingkuhan yang ku lakukan hanyalah untuk mendapatkan perhatian mu, mungkin cara ku salah, tapi mau bagaimana lagi hanya itu yang bisa ku lakukan saat itu, saat dimana aku rapuh dan kau tak pernah ada, datanglah seseorang yang bisa membuatku bangkit lagi... hanya sesaat... ya, hanya sesaat karena perasaan kami di tuntut untuk setia pada pasangan masing-masing. Aku tetap dengan mu, dan dia tetap dengan kekasihnya.

Tuhan berkehendak lain, ketika aku cemburu dengan teman-teman mu, ketika aku menangis saat tahu kau tak menganggap ku apa-apa di depan teman-teman mu... hanya teman kamu bilang...?? jadi hubungan kita selama ini hanya kau anggap pertemanan belaka...? lantas untuk apa kamu menyalahkan diri mu sendiri, aku tak pernah menyalahkan mu, TAK PERNAH!!! Bahkan ketika kamu kembali di rutinitas mu mabuk dan ngedrug... pada kenyataannya teman-teman mu lebih penting bukan...??? seharusnya dari awal aku tahu, kamu hanya main-main dengan ku. Ya, tak ada keseriusan sedikit pun dari mu, semua hanya main-main... aku yang terlalu polos, atau aku yang terlalu bodoh mempertahankan mu di hidup ku. Malu? Ya aku malu ketika banyak yang bertanya apa pekerjaan kekasihku, aku selalu mengelak, berusaha menyembunyikan bahwa kamu seorang pengengguran. Hmpf... jadi ini lah akhir dari cerita kita...? ah, bukankah ini yang aku inginkan sedari dulu. Break. Ya, BREAK lantas perasaan apa ini...? perasaan yang tak bisa ku cagah... disini terasa sakit... aku berusaha mempertahankan mu, aku berusaha memperbaiki diri ku, aku berusaha menjadi yang terbaik, aku berusaha memperbaiki hubungan ini, aku berusaha mendampingi mu, aku berusaha menjadi kekasih yang baik, namun malam ini dengan mudahnya kamu mengakhiri semuanya. Ya, cerita kita sudah berakhir, aku tak berharap akan ada cerita-certa yang lain tentang kita, dan aku tak ingin berharap kesempatan yang ke dua akan Tuahan berikan untuk memperbaiki hubungan ini.

Bulir-bulir bening ini tak kan mampu menghentikan semua yang telah terjadi. Ah, bukankah ini yang sedari dulu ku harapkan. Kamu dengan rutinitas mu dan aku dengan rutinitas ku. Selamat, semoga kamu betah di calon tempat kerja mu nanti. Lupakan saja aku, anggap aku tak pernah hadir dalam hidup mu ketika kamu berada di puncak kesuksesan kelak. Aku tak mau berharap kau akan ingat siapa yang mendampingi mu saat kau sendiri, ah, aku tahu, teman-teman mu yang membantu mu jadi lelaki yang hebat, bukan aku yang pernah menjadi kekasih mu, bukan aku pula yang pernah mendampingi mu.

Oh Tuhaaaannn.... aku tak sanggup lagi menahan air mata ini... jatuh tak tertahankan membasai tangan ku... apa hanya aku yang mencintainya??? Apa hanya aku yang menyayanginya...???? Tuhan, lantas untuk apa cinta yang hanya sepihak ini??? Untuk apa ku pertaruhkan hidup ku??? Untuk apa aku mati-matian mengumpulkan uang???? Ku pertaruhkan hidupku untuk bersamanya, menahan rasa sakit ini mati-matian. Menyembunyikan sakit ini mati-matian, aku tak ingin dia khawatir akan sakit yang aku derita saat ini. Aku bekerja di dua tempat untuk sesegera mungkin bisa mengembalikan pinjaman-pinjaman dan sesegera mungkin menyembukakan luka ku, sebelum terlanjur parah. Dia tak pernah ada saat aku saikit, aku selalu berusaha menjadi wanita kuat yang menjalani sakit ini seorang diri.

Sayaaang, seandainya kamu tahu, aku selalu mencintaimu, namun ternyata Tuahn berkehendak lain terhadaap perasaanku... maafkan aku yang tak pernah mendengarkan mu. Maafkan aku yang terlalu sibuk dengan pekerjaanku. Maafkan aku yang tak bisa mengerti mu. Maafkan aku atas perselingkuhan yang pernah ku lalkukan. Maafkan aku atas dua pekerjaan yang harus ku selesaikan, seandainya kamu tahu alasan apa yang membuatku bekerja di dua tempat, aku hanya ini membeli waktu yang tersisa untuk dapat bersamamu. Maafkan aku yang tak bisa mempertahankan hubungan ini, seandainya kau tahu, aku memang menginginkan perpisahan ini, namun tak begini, tak seperti ini... aku tak ingin berpisah dengan cara seperti ini... tak ingin... namun kamu tak sanggup lagi membantuku...

Terimakasih sayang, untuk semua hal yang pernah kau ajarkan, untuk semua nasehat-nasehat mu. Aku tak pernah mengabaikan mu. Terimakasih untuk pengertian mu selama ini. Terimakasih untuk bantuan mu selama ini. Terimakasih untuk lima bulan yang sangat berarti dalam hidupku ini.

Aku mencintai mu, selalu...

Blacklivingroom, 11 Maret 2015

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x