Mohon tunggu...
Rudi
Rudi Mohon Tunggu... Halo salam kenal dari penulis amatiran!

Terima kasih telah membaca artikel saya!

Selanjutnya

Tutup

Viral

Selain RA Kartini, Berikut Tokoh-Tokoh Feminisme yang Berpengaruh di Dunia

21 April 2021   10:56 Diperbarui: 21 April 2021   11:11 41 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Selain RA Kartini, Berikut Tokoh-Tokoh Feminisme yang Berpengaruh di Dunia
Sumber: bola.com

Emansipasi wanita atau feminisme merupakan gerakan sosial yang bertujuan untuk mencapai kesetaraan gender antara wanita dan laki-laki. Gerakan ini bertujuan mengkampanyekan hak-hak wanita yang dianggap direbut oleh para laki-laki, seperti wanita tidak boleh menjadi presiden, wanita tidak boleh memakai ini itu, bahkan wanita dilarang untuk melakukan pekerjaan laki-laki. Dari sanalah, feminisme mulai muncul agar tercapai kesetaraan gender yang adil.

Luce Irigaray

Luce Irigaray adalah tokoh feminis dari Belgia. Ia memiliki penolakan yang kuat terhadap pendapat Sigmund Freud dan Jacques Lacan yang menganggap bahwa perempuan itu makhluk imajiner bagi kaum pria. Kemudian ia juga memusatkan perhatiannya pada peranan bahasa perempuan. Dengan menggunakan peranan bahasa, perempuan dapat speak up terhadap para laki-laki. Perempuan harus bisa mandiri dan mampu melakukan hal-hal yang biasanya laki-laki lakukan.

Malala Yousafzai

Malala adalah perempuan termuda yang berasal dari Paskitan yang meraih Penghargaan Nobel Perdamaian di usianya yang ke-17 tahun. Ia tinggal di sebuah kampung yang bernama Swat Valley, yang dikuasai oleh Taliban. Taliban adalah sebuah gerakan Islam Sunni pendukung Pashtun (semacam pesantren kalau di Indonesia) yang melarang anak-anak perempuan untuk bersekolah. Malala menuliskan apa yang dialaminya melalui blog BBC untuk menyuarakan hak anak-anak dan perempuan. Ia tertangkap Taliban dan ditembak saat pulang sekolah, tetapi masih selamat dan akhirnya berpidato di PBB.

Julia Kristeva

Julia Kristeva adalah kritikus, filsuf, dan penulis yang berasal dari Perancis. Ia  memusatkan perhatian feminisme pada tulisan. Perempuan harus mampu menulis tentang dirinya sendiri karena menulis dianggap sebagai ruang istimewa yang bertujuan mengeksplorasi diri. Dengan demikian, perempuan akan menjadi sosok yang kuat ketika berhadapan dengan laki-laki.

Mary Wollstonecraft

Mary adalah seorang pengacara dan penulis dari Inggris. Dalam bukunya yang berjudul A Vindication of the Rights of Woman mengatakan bahwa perempuan memiliki hak-hak yang sama seperti laki-laki. Perempuan harus memiliki pendidikan yang tinggi agar sejajar dengan laki-laki dan mampu memberikan contoh kepada anak-anaknya.

Betty Friedan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN