Mohon tunggu...
Rd AdamJayamanggala
Rd AdamJayamanggala Mohon Tunggu... Lainnya - Pelajar

Lebih baik mencoba untuk gagal daripada gagal untuk mencoba.

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Api Semangat

24 Februari 2021   09:42 Diperbarui: 24 Februari 2021   09:58 224
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Langit sangat gelap di pagi itu. Angin yang berhembus dari arah timur Padalarang seakan-akan membawa pesan bahwa hujan akan turun sangat lebat. Pepohonan di depan rumahku bergoyang-goyang tertiup angin dan menggugurkan dedaunannya. Pintu rumahku yang terbuat dari kayu pun ikut terseret. Engselnya yang kurang minyak berbunyi merengek. Aku berjalan ke teras rumah dan melihat keaadaan luar. Sangat sepi dan tidak ada orang yang berlalu lalang.  Orang-orang yang tadinya akan beraktivitas diluar rumah memutuskan untuk tidak jadi keluar rumah.


Suara air hujan yang jatuh ke genting rumah pun mulai terdengar. Benar saja hujan yang turun sangat deras. Aroma segar dan wangi yang khas, tercium olehku saat air hujan mengenai tanah. Lalu aku masuk ke dalam rumah dan pergi mengambil air wudhu untuk sholat dhuha. Ku putar keran air dan keluarlah air jernih untuk berwudhu. Kurasakan airnya dingin dan menyegarkan, lalu aku pun pergi ke kamar untuk sembahyang dan mengaji.


Setelah sembahyang dan mengaji aku pun berjalan ke ruang tengah. Di sana ada ayahku yang sedang menonton tinju dan ibuku yang sedang menjahit pakaian. "Sudah sholatnya Ga?" tanya ibu kepadaku yang baru keluar dari kamar. "Sudah Bu." Jawabku. Namun tiba-tiba aku teringat kepada tugas biologi ku yang harus dikumpulkan besok melalui e-mail. Aku pun bergegas ke kamarku dan mengerjakannya.


Dua jam berlalu, akhirnya tugas biologi ku selesai dan siap untuk dikirim. Hatiku tenang jika tugas sekolah satu persatu beres. Bagaikan hutang yang sedikit demi sedikit dapat terbayar. "Ga ini ada teh manis hangat dan roti panggang untukmu." Ibuku masuk ke kamarku memberikanku makanan. Memang pas, di kala dinginnya hujan, makanan dan minuman yang hangat sangat nikmat untuk di nikmati. "Terimakasih Bu." Jawabku.


Tingg, suara notifikasi dari handphone ku berbunyi. Aku yang sedang memakan roti panggang buatan ibu, langsung membuka handphone. Ternyata temanku Arsy mengirim pesan whatsapp.


"Assalamualaikum Arga."


"Waalaikumsalam"


"Abdi ngaganggu waktu arga teu?" tanya dia dengan bahasa setengah Sunda dan setengah Indonesia


"Henteu, ada apa Sy?"


"Arga, setelah lulus SMA, kamu mau lanjut kemana? Kuliah atau apa?." Tanya dia.


"Kalo aku mau jadi polisi Sy, Kalo kamu mau kemana?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun