Mohon tunggu...
M Rayhan Labib Afifi
M Rayhan Labib Afifi Mohon Tunggu... Attitude Is Everything

SMK TELKOM MALANG

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Peran Media Sosial Pada Kesetaraan Ras, Suku dan Budaya dalam Demokrasi Indonesia

24 Agustus 2020   18:59 Diperbarui: 24 Agustus 2020   18:54 251 0 0 Mohon Tunggu...

Indonesia merupakan negara yang memiliki ragam suku, ras, budaya yang menjadikan masyarakat saling bahu membahu antar sesama. Negara Indonesia saat ini mulai memasuki pada era digital yang banyak sekali anak muda maupun orang tua menggunakannya untuk berinteraksi menggunakan media sosial.

Seiring dengan bertambahnya zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mengalami perkembangan yang pesat. Salah satu wujud perkembangan teknologi tersebut, ada pada bidang teknologi informasi dan komunikasi. 

Saat ini, teknologi informasi dan komunikasi telah terbukti sebagai sarana komunikasi dan sumber informasi yang sangat handal. Teknologi tersebut telah dimanfaatkan hampir di setiap aspek kehidupan manusia, baik dari pekerjaan, pendidikan, maupun dalam pemerintahan. Sehingga, kini media komunikasi semakin menduduki peran yang penting dalam aktivitas yang dilakukan manusia. Media komunikasi telah menjadi salah satu kebutuhan utama bagi setiap orang. 

Hal ini seiring dengan ditemukannya perangkat-perangkatmedia yang berbasis internet, seperti media sosial (instagram, facebook, dan sebagainya).Sehingga berbagai jenis informasi menjadi mudah ditemukan di belahan dunia dengan mengakses media melalui jaringan internet.

Media sosial adalah sebuah media online, dimana penggunanya (user) melalui aplikasi berbasis internet. Dengan hadirnya media tersebut, menunjukan adanya pergeseran arah penggunaan media komunikasi, yang semula bersifat klasik (media elektronik dan cetak) mengalami perubahan ke media baru (new media) berbasis internet. Media sosial menjadi saluran akses informasi dalam berbagai bidang, yaitu pendidikan, budaya, sosial, ekonomi, dll.

Peran Media Sosial pada saat ini menyediakan ruang komunikasi, interaksi dan informasi antara penggunanya sehingga membuat tim kampanye masing-masing kandidat capres dapat memanfaatkannya untuk menggalang dukungan dengan lebih mudah. Hal ini berbeda, karena biasanya partisipasi politik masyarakat sulit masuk dalam ruang publik karena tekanan dari pemilik modal.

Sementara hari ini, berbagai strategi komunikasi dan interaksi dapat membentuk opini publik sekaligus memberikan pengaruh dan keuntungan yang cukup kuat kepada kandidat. Kedua, kini dengan adanya medsos dan semakin banyaknya alternatif saluran partisipasi politik, maka semakin memperkuat demokrasi dan berpotensi meningkatkan kualitasnya.

Di sisi lain juga Media Sosial tidak selamanya berarti positif dalam demokrasi. Ada beberapa kondisi tertentu yang menjadikan medsos justru menyesatkan jika tidak digunakan dengan tepat. Media Sosial juga bisa menjadi Pisau Bermata Dua, Digunakan sebagai kekuatan demokrasi dan disisi lain juga menjadi kelemahan demokrasi. Andrew Chadwick (2006) menyebutkan ada tiga poin bagaimana penggunaan internet (dalam hal media sosial) dapat mempengaruhi lanskap partai politik. Pertama, media sosial akan meningkatkan kompetisi partai. Dalam banyak kasus, partai-partai kecil yang memiliki sumber daya terbatas, tidak memiliki pengaruh, khususnya dalam Pemilihan Umum.

Media social sedikit banyak juga mempengaruhi demokrasi yang ada di Indonesia. Indonesiapun dalam Pemilihan Umum, entah Pemilihan calon Gubernur hingga Pemilihan Calon Presiden menggunakan system luberjurdil atau langsung, umum, bebbas, rahasia, jujur, dan adil. Tidak boleh ada pemaksaan antar calon dan masyarakat karna pemilihan tersebut merukan hak setiap orang.

VIDEO PILIHAN