Mohon tunggu...
Raudhatul Ilmi
Raudhatul Ilmi Mohon Tunggu... Freelancer - Content Writer & Script Writer

Jangan Pernah Protes pada Proses

Selanjutnya

Tutup

Financial

Investasi Aman Terkendali Bersama "Sipofi"

19 Oktober 2022   09:53 Diperbarui: 19 Oktober 2022   10:12 283
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Investasi adalah salah satu seni mengelola keuangan agar terus mengalami pertumbuhan dari masa kemasa. Selain bertujuan meningkatkan asset, investasi juga bisa membantu kita untuk membasmi rayap ekonomi. Rayap ekonomi akan memakan nilai guna mata uang kita, yang mana dulunya uang 100.000 bisa untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan. Akan tetapi saat ini hanya bisa membeli sedikit komoditi.

Nominalnya tetaplah sama tapi nilai guna dari uang tersebut malah mengalami penurunan sehingga dengan nominal yang sama pun daya belinya  pun menjadi tidak lagi sama.

Hal ini bisa terjadi karna rayap ekonomi tadi, rayap ekonomi tersebut bernama inflasi. Dalam hal ini jika kamu tidak mulai berinvestasi, inflasi akan sangat sulit untuk dibasmi. Ia tidak peduli kamu mau menyimpan uang di celengan, dibawah bantal ataupun dengan cara elegan dalam rekening bank. 

Tujuan dari menyimpan uang (menabung) adalah untuk menjaga fisik uang bukan menjaganya dari penurunan nilai, penurunan nilai akan tetap terjadi jika kamu tidak pernah memulai untuk berinvestasi.

Lalu bagaimana cara berinvestasi yang tepat dan dimana kita  bisa berinvestasi? Mengingat akhir-akhir ini banyak sekali penipuan berkedok investasi yang mampu menjaring masyarakat awam yang tidak paham dan membuatnya menderita kerugian. 

Bahkan jika kita mau menelusuri jejak penipuan berkedok investasi itu adalah perkara yang bisa dibilang sangat klasik, sudah lama menjamur di negeri ini tapi tetap saja bisa mengaet para korban tanpa henti. 

Jika  kita merujuk kepada data dari Satgas Waspada Investasi (SWI), kerugian yang disebabkan oleh investasi bodong sejak tahun 2011-2021 pun menghasilkan angka yang cukup fantastis yaitu mencapai 112,7 triliun.

Miris memang. Fakta tersebut  tentunya menimbulkan pertanyaan bagi kita semua kenapa bisa terjadi bahkan terus berulang? Jawabannya karna mayoritas masyarakat Indonesia itu memimpikan cepat kaya dalam jangka waktu yang ga pake lama. Padahal pada kenyataanya didalam hidup ini tidak ada yang instan bahkan mie instan saja saja minimal harus direbus terlebih dahulu baru bisa dimakan. 

Maka dari itu jadilah manusia yang mau berproses yang mana proses itu akan menghasilkan progress dan menjadi jalan untuk meraih sukses.

Berbicara tentang proses tidak hanya sebatas tekad untuk memulai dan berjuang melainkan harus diiringi dengan pengetahuan yang memadai agar nantinya proses yang kita jalani tidak salah jalan. Sangat disayangkan jika sudah ada keinginan tapi tidak diiringi dengan literasi keuangan yang tepat. 

Maka dari itu itu dalam berinvestasi itu harus pada instrumen investasi yang tepat. Dalam hal ini kamu bisa memilih produk-produk yang ada di pasar modal seperti saham dan reksadana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun