Mohon tunggu...
Ramot Sitorus
Ramot Sitorus Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro angkatan 2016

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Meningkatkan Nilai Ekonomi Kopi Melalui Kegiatan Revolusi Mental

15 Agustus 2019   12:39 Diperbarui: 15 Agustus 2019   12:51 0 0 0 Mohon Tunggu...
Meningkatkan Nilai Ekonomi Kopi Melalui Kegiatan Revolusi Mental
Mahasiswa KKN Undipi Tim II 2019 Desa Jamusan Bersama Kepala Desa dan Istri sedang melakukan expo memasarkan hasil produk usaha desa | dokpri

Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Kementrian Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melaksanakan Gerakan Nasional Revolusi Mental melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswanya. Gerakan Nasional Revolusi Mental tersebut dirangkum dalam tiga program, yaitu Indonesia Bersih, Indonesia Melayani, dan Indonesia Mandiri.

Ramot Sitorus (mahasiswa FH Undip angkatan 2016) selaku Kordes KKN Undip Tim II 2019 Desa Jamusan, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung menyampaikan, untuk menjalankan 3 program tersebut, dapat diimplementasikan melalui 7 Point yang merupakan kegiatan wajib. Kegiatan tersebut adalah Pendampingan Izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), Pendampingan Izin Usaha Mikro (IUM), Pengembangan Sistem Informasi Desa (SID), Optimalisasi Potensi Desa, Kegiatan bersih desa, Dokumentasi Video Kegiatan, dan Publikasi melalui media cetak dan media online. Dalam menjalankan kegiatan-kegiatan tersebut, yang menjadi sasaran adalah pelaku usaha atau UMKM yang ada di Desa Jamusan, Masyarakat, dan perangkat desa.

Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKN selama pelaksanaan KKN mulai dari tanggal 8 Juli hingga 20 Agustus 2019. Untuk melaksanakan kegiatan kegiatan tersebut, tentunya mahasiswa KKN memulai dengan melakukan survey terlebih dahulu terhadap objek-objek atau sasaran kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program-program tersebut. Kegiatan survey tentunya bertujuan untuk mengetahui apa yang perlu dikembangkan, diadakan, ditambah dengan bertanya dan memperhatikan secara langsung keadaan di desa.

Pelaksanaan Pendampingan Izin Rumah Tangga (P-IRT) dilaksanakan terhadap pelaku usaha atau pemilik UMKM yang ada di desa, dalam hal ini Pendampingan P-IRT telah dilaksanakan terhadap satu UMKM yang belum mendaftar P-IRT dan bersedia untuk didampingi pendaftaran P-IRT, yaitu UMKM "Criping Ento". Pendampingan dilakukan pertama kali dengan memberikan persyaratan dan prosedur dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Temanggung, diawali dengan penerbitan NPWP oleh pemilik UMKM terhadap usahanya. Lalu melengkapi seluruh berkas persyaratan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan hingga Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung memberikan penyuluhan kepada pemilik usaha tersebut.

Selanjutnya, dalam melaksanakan pendampingan pendaftaran IUM juga dilaksanakan kepada pemilik UMKM yang sama dan memiliki alur dan prosedur yang hampir sama namun tidak terlalu banyak persyaratannya. Dua kegiatan diatas dilakukan agar mempermudah pelaku usaha dalam menjalankan dan memasarkan hasil usahanya sesuai dengan izin berdasarkan peraturan yang ada.

Berikutnya pengembangan Sistem Informasi Desa (SID). Pada awalnya sistem informasi desa jamusan mempunyai website resmi dari Kominfo, namun belum ada isi dan tidak di update sejak lama. Sehingga dikembangkan lagi oleh tim KKN dengan mencoba mengelola sementara website tersebut, memasukkan beberapa info seperti jumlah penduduk desa, struktur pemerintahan desa, produk desa, dan berita tentang desa. Untuk berikutnya dalam hal ini akan diserahkan kepada pemerintah desa yang berwenang untuk mengelola website desa terlebih lagi untuk mengisi dan melakukan update artikel tentang kegiatan desa.

Kegiatan berikutnya adalah melakukan optimalisasi potensi desa. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN telah memberikan sebuah cara atau inovasi untuk mengembangkan fungsi potensi desa serta meningkatkan nilai ekonomi dari potensi desa. Potensi desa dari Desa Jamusan adalah Kopi. Banyak petani kopi dan pengusaha kopi di desa tersebut. Melalui kopi yang dipetik, dijemur, dan diolah langsung, tidak semata-mata hanya menjadi kopi yang diseduh lalu diminum. 

Namun, melalui kopi kita dapat membuat sabun mandi. Hanya dengan bahan dan peralatan yang mudah dicari dan harga yang terjangkau dan ditambah dengan kopi hasil olahan, dapat menghasilkan sabun mandi yang berbahan kopi. Dalam hal kegiatan ini, mahasiswa KKN berhasil membuat Optimalisasi Potensi Desa melalui sabun dari bahan kopi dan direncanakan akan dikembangkan untuk dijadikan UMKM baru di Desa Jamusan setelah menunjuk dan melatih kadernya secara langsung.

Kegiatan selanjutnya yang dilakukan oleh mahasiswa KKN adalah melakukan bersih desa, namun bersih desa yang dimakud adalah bukan sekedar melakukan bersih-bersih pada umumnya. Mahasiswa KKN melaksanakan bersih desa untuk mewujudkan desa bersih dengan mengadakan serta mengoperasikan Bank Sampah di setiap dusun yang ada di Desa Jamusan, yaitu Dusun Jamusan, Dusun Sungapan, dan Dusun Ngemplak. Hal ini dimulai dengan membuat kepengurusan Bank Sampah yaitu Ibu-Ibu PKK disetiap dusun, lalu dilanjutkan dengan pembuatan SK pengadaan Bank Sampah yang di sahkan oleh Kepala Desa, Pak Bagyo Sumedi, tentunya setelah dilalukan sosialisasi terlebih dahlu kepada masyarakat.

Berikutnya, seluruh kegiatan kegiatan Gerakan Nasional Revolusi Mental di abadikan dan didokumentasikan dalam bentuk Video berupa Video Dokumentasi Kegiatan. Selain itu, seluruh kegiatan-kegiatan tersebut juga disampaikan dan disebar luaskan melalui media cetak dan media online. Hal ini bertujuan untuk memberitahukan dan menyampaikan kepada orang banyak pembaca berita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2