R Hady Syahputra Tambunan
R Hady Syahputra Tambunan Sales

Pemerhati Politik Sosial Budaya. Pengikut Gerakan Akal Sehat. WA: 081271510000 Ex.relawan BaraJP / KAWAL PEMILU / JASMEV

Selanjutnya

Tutup

Media

Ketua KPPS di Tarutung 5 Hari Menghilang, Ditemukan Membusuk di Hutan

12 Mei 2019   11:01 Diperbarui: 12 Mei 2019   17:59 1075 6 4
Ketua KPPS di Tarutung 5 Hari Menghilang, Ditemukan Membusuk di Hutan
Medan inside

Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Pemilu (KPPS) yang meninggal kembali bertambah. Duka penyelenggaraan pemilu kembali menyayat hati. Sudah 550an orang lebih KPPS meregang nyawa. Kali ini bertambah dengan ditemukaannya Ketua KPPS di Taput ditemukan membusuk setelah menghilang dan dalam lima hari pencarian.

Luhut Ferry Parsaoran Aritonang (43), Ketua KPPS di Desa Parbubu 1 Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara telah ditemukan dalam keadaan membusuk, jasad tengkurap dan leher tercekik kaos miliknya pada Sabtu sore pukul 15.00 di Tombak Sirambe, Desa Perbubu 1.

Warga sekitar menuturkan, Luhut Aritonang telah meninggalkan rumah sejak 6 Mei 2019. Bahkan istri korban, Namaida Situmorang menambahkan: "korban permisi dengan baik-baik kepada istrinya untuk pergi ke luar rumah, namun tidak memberitahu mau ke mana".

Saat ditanya ada kejadian apa sebelumnya, Istri korban juga mengaku tidak ada pertengkaran di antara mereka, dan suaminya juga tidak pernah melakukan tindak pidana ataupun punya masalah utang piutang, meski pernah mengeluh masalah keuangan.

Aiptu Sutomo Simaremare, Kasubbag Humas Polres Taput kepada awak media seperti redaksi Antara membenarkan kejadi tersebut: benar, jelah ditemukan jasad yang diitentifikasi sebagai Luhut FP Aritonang dalam keadaan tewas dan membusuk di desa Perbubu 1.

Teriakan Nurlina saat penemuan, diawali Kecurigaan beliau mencium bau busuk dari jarak 10m, istrinya bergegasdan mengikuti arah bau busuk sambil mengikuti jejak sandal. Betapa terkejut sang istri ketika menemukan mayat suaminya bertelanjang dada sudah membusuk, dengan kondisi tengkurap pada leher tercekik kaos dengan simpul tali yang yang terikat ke pohon.

Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan sabar. Turut belasungkawa yang sebesar2nya. Salam dari R. Hady Syahputra Tambunan, warga asli Pahae Julu Taput.