Mohon tunggu...
Andri Mastiyanto
Andri Mastiyanto Mohon Tunggu... Abdi Negara

Best Storytelling Danone Blogger Academy 2018, 43 kali winners Blogcomp, Nominator tunggal Best Member Backpacker Jakarta 2014, Nominator Inspiratif Member BPJ 2016, content writer/blogger, email : mastiyan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Bela Negara dengan Keindahan Otot

4 Desember 2015   22:37 Diperbarui: 5 Desember 2015   01:09 0 2 2 Mohon Tunggu...

[caption caption="Deskripsi : Tiga Atlet Cabang Olahraga Binaraga Yang berprestasi "Dody Syahputra, Syafrizaldy dan Hendra Zein I Sumber Foto : Andri M"][/caption]Ada dari sebagian masyarakat Indonesia masih mengartikan bela negara dengan mempersiapkan jiwa dan raga, mengangkat senjata, berperang melawan negara agresor dengan landasan prinsip Wajib Militer. Konsep bela negara diarahkan pada pendekatan tentara /  perangkat pertahanan negara, yang berakhir pada pekerjaan sebagai akibat dari rancangan wajib militer. Pemberitaan bela negara dengan sistem wajib militer yang masif beberapa waktu yang lalu akhirnya berujung polemik nasional dan kehebohan di sosial media.

Menurut ku bela negara adalah sikap dan perilaku dari warga negara mencintai Negara Republik Indonesia dengan menunjukkan sebuah sikap kesediaannya untuk berbakti dan berkorban bagi negara menangkal ancaman nyata musuh negara. Banyak hal-hal yang dianggap sepele bagi banyak orang yang menurut ku bisa dikategorikan tindakan bela negara yaitu menggunakan produk lokal, melestarikan budaya, menggunakan mata uang Rupiah di negeri sendiri, membuat usaha dengan menggunakan Bahasa Indonesia, dan mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional. Tindakan-tindakan tersebut butuh pengorbanan dan bakti kepada negara untuk menangkal ancaman penjajahan ekonomi, budaya, kultur dan kebanggaan bangsa. 

[caption caption="Deskripsi : Syafrizaldi Juara Dunia Binaraga I Sumber Foto : Andri M"]

[/caption]

Bagaimana dengan mengibarkan bendera Merah Putih di luar negeri ? ..... ., itu yang dilakukan oleh seorang pria berbadan kekar dengan keindahan otot yang bernama Syafrizaldy. Ia  telah  tujuh kali berturut turut menyabet emas PON dan tujuh kali ikut kejuaran tingkat dunia. Pria bermata sipit dengan pandangan yang tajam ini membawa nama Indonesia tampil di Kejuaraan Dunia WBPF ke tujuh di Bangkok, Thailand, 24-30 November dengan meraih emas pada katagori Men’s Master Bodybuliding 50-59 year dan meraih perunggu pada katagori Men’s Bodybuliding 75 Kg. Syafrizaldi menurut ku telah melakukan Bela Negara dengan keindahan ototnya yang mengharumkan nama bangsa dengan pengibaran bendera Merah Putih di Negara tetangga Thailand.

[caption caption="Deskripsi : Atlet Binaraga dan Tim Supportnya I Sumber Foto : Andri M"]

[/caption]

Pada hari kamis, 3 november 2015,  di sebuah resto bilangan Senayan, Jakarta Pusat, Komunitas Blogger Laki (KOBEL) mendapatkan kesempatan berbincang-bincang dengan Syafrizaldi serta dua rekan sesama atlet, Dody Syahputra, dan Hendra Zein, turut serta didampingi manajer timnas Binaraga, Kemalsyah Nasution dan Budiarto (Pengurus Bidang Pertandingan Binaraga 2010-2015). Apa yang kami dengar dari para atlet nasional dan tim supportnya ini memberikan wawasan bagaimana warga negera dengan passionnya mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional walaupun perlu pengorbanan untuk menuju kesana.

Apa yang ditunjukkan para atlet binaraga Indonesia pada ajang WWBF merupakan sesuatu yang patut kita apresiasi. Kita patut bangga pada cabang olahraga Binaraga mampu mengibarkan Merah Putih di kancah internasional dibandingkan banyak cabang olahraga lain yang prestasinya melempem bahkan ada yang dibanned. Interview dengan Syafrizaldi terungkap bahwa biaya pelatnas selama 14 bulan dengan biaya sendiri, dimana biaya perbulan ia perkirakan sekitar 18 juta Rupiah. Beruntung menjelang keberangkatan pihak Kemenpora memberikan dana keberangkatan ke Bangkok setelah beberapa media melakukan pemberitaan pemberangkatan tim Binaraga pada ajang WWBF di Thailand. 

Dody Syahputra menyampaikan "ketika kami berprestasi dianggap pun tidak, tidak diekspose, kalau sudah menang ya sudah begitu saja. Dibandara yang menyambut hanya keluarga dan porter. Pemerintah untuk Binaraga perhatiannya kurang itu yang saya rasakan".

 "Sejauh ini saya dan rekan-rekan lain, pergi dengan usaha sendiri dengan mengambil kocek tabungan sendiri. Keperluan lain harus saya korbankan karena pengen punya pengalaman dibidang prestasi. Dibandara memang benar kata Dody bahwa yg menyambut porter dan keluarga saja, sebetulnya itu hal yang biasa kami alami karena yang lebih utama adanya kepuasan tersendiri ketika mengharumkan nama bangsa" ujar Hendra Zein atlet Binaraga kelas 40 tahun keatas

[caption caption="Deskripsi : Manager Atlet Binaraga dan Fisik "Kemalsyah Nasution" I Sumber Foto : Andri M"]

[/caption]

Menurut Kemalsyah Nasution "atlet itu kadang-kadang tidak tergantung price money, karena publikasi nama lebih mahal daripada price money". Ia juga mengungkapkan bahwa kedepannya akan menggandeng para viral army (blogger & social media spesialis), media online, dan televisi untuk mengekspose ketika olahraga Binaraga dan Fisik mengadakan event karena publisitas besar-besaran membantu kami mensosialisasikan kepada masyarakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x