Mohon tunggu...
Rakhmasari Kurnianingtyas
Rakhmasari Kurnianingtyas Mohon Tunggu... Lainnya - Mencoba melukis cerita lewat aksara

belajar dari mendengarkan dan melihat

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mengejar Good Looking Menghindari Bullying

2 Juni 2022   19:27 Diperbarui: 3 Juni 2022   08:04 805
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Good Looking (Foto : karenapuisiituindah.tumblr.com)

Istilah good looking sudah menjadi bagian dari kosakata kita sehari-hari. Dikutip dari situs Merriam Webster, good looking artinya menggambarkan seseorang yang memiliki penampilan menarik, enak dipandang, tampan, ataupun cantik.  

Dari definisi penampilan menarik dan enak dipandang, good looking lebih dinilai dari tampilan secara visual. Walaupun standar cantik atau tampan itu subjektif, namun kriteria nya boleh dibilang sama. Badan proporsional, kulit putih bersih, wajah yang mendekati sempurna dengan garis muka yang tegas. 

Dalam era digitalisasi dan perkembangan dunia media sosial yang sudah menguasai kehidupan kita sekarang, good looking juga menjadi kiblat orang untuk aktualisasi diri. Standar orang yang disukai dan menjadi perhatian adalah orang yang good looking.

Bagaimana bisa kita menghindari parade orang-orang tampan dan cantik yang setiap saat menjadi icon jualan berbagai macam barang. Sudah jamak di dunia marketing sekarang mengeluarkan biaya yang tidak sedikit membayar para influencer untuk mempromosikan produknya.

Mereka yang di dunia media sosial kita sebut dengan selebgram atau influencer, memberi pengaruh yang tidak kecil pada tingkat penjualan. Dengan berbekal badan dan wajah yang nyaris sempurna, mereka mendapat timbal balik penghasilan yang cukup menggiurkan.

Ketertarikan orang pada tampilan fisik para selebgram bisa dilihat dari meningkatnya penjualan produk skincare akhir-akhir ini. Banyak sekali merk skincare yang tiba-tiba muncul. Dengan harga yang ramah untuk satu paket perawatan wajah, orang berharap mendapatkan hasil instan agar good looking.

Ya karena stigma masyarakat sudah terlanjur seperti itu. Cantik itu putih. Jadi masalah keamanan bahan baku skincare sering tidak diperhatikan. Bahkan hasil yang instan menjadi dambaan.

Mengapa orang bersikeras berusaha menjadi good looking? Karena di kalangan masyarakat kita menyodorkan realita tentang keadaan fisik seseorang sering dianggap biasa. Masih sangat sedikit yang memahami bahwa mengomentari fisik dan tampilan seseorang termasuk ke dalam kategori bullying verbal.

Bentuk badan gemuk atau kurus, tinggi atau pendeknya seseorang, warna kulit hitam, sawo matang, kuning langsat atau putih, dan wajah yang bersih atau berjerawat, menjadi bahan obrolan yang biasa. Kita tidak tahu, bagaimana masing-masing orang berjuang dalam pergolakan batinnya untuk bisa menerima keadaan dirinya sendiri.

Kondisi mental semua orang tidak sama. Kita tidak bisa mencap seseorang 'cengeng' karena merasa tidak percaya diri dengan tubuhnya yang gemuk. Kita tidak bisa menganggap orang lemah karena rendah diri dengan badannya yang pendek. Atau kita tidak bisa mengatakan seseorang rewel karena berusaha keras memiliki kulit yang lebih putih.

Edukasi tentang bullying belum menjadi sesuatu yang penting di kalangan masyarakat kita. Kejadian bullying bisa kita temui di semua kalangan, di segala umur. Di sekolah, kampus, lingkungan kerja atau di pergaulan rumah.

Sebenarnya yang perlu dibentuk adalah perubahan mindset bahwa good looking adalah segalanya. Good looking bukan melulu wajah cantik dan tampan. Tapi good looking adalah tentang keindahan keseluruhan, bukan dari tampilan wajah saja.

Ada banyak faktor yang bisa kita lakukan untuk menjadi seseorang yang good looking tanpa mengutamakan kecantikan dan ketampanan.

  1. Lebih memperhatikan pakaian
    Pakaian adalah cerminan diri kita. Usahakan kita bisa menempatkan diri dengan pakaian yang kita pilih. Saat acara santai atau formal, siapa yang kita temui, waktu acara pagi siang sore atau malam hari. Pertimbangan seperti itu kita gunakan untuk memilih pakaian yang tepat.
    Pakaian yang tepat, rapi, apalagi ditambah dengan wangi, akan membuat orang nyaman berada di sekitar kita. Pakaian rapi tidak harus bermerk. Penampilan yang kita jaga akan menambah nilai diri kita di mata orang lain.
  2. Mempunyai pengetahuan yang luas
    Rajinlah membaca. Banyak pengetahuan dan info terkini yang bisa menjadi bahan obrolan yang menarik ketika bertemu dengan orang lain. Seseorang yang menyenangkan untuk diajak bertukar pikiran akan lebih mudah membangun keakraban.
  3. Mempunyai keahlian
    Ada baiknya kita mempunyai satu keahlian khusus. Keahlian ini bukan sesuatu yang harus kita cari. Tapi bisa sesuatu yang sudah biasa kita lakukan. Sesuatu yang kelihatannya sederhana tapi jika menunjukkan minat yang besar dan kita melakukannya dengan baik, akan menjadi sesuatu yang menarik untuk diceritakan. Seperti memasak, olahraga, crafting dll.
  4. Bersikaplah sopan
    Orang yang menjaga tata krama dan nilai kesopanan akan lebih disegani. Seseorang yang memperlakukan orang lain seperti dia ingin diperlakukan, akan membuat orang lain lebih menghargai keberadaannya. Ramah dan selalu tersenyum juga menjadi jurus yang ampuh untuk membuat orang menjadi nyaman

Ada banyak lagi cara yang bisa kita terapkan untuk menjadi pribadi yang menarik tanpa harus memaksakan diri menjadi cantik dan tampan. Memang tidak ada salahnya berusaha menjadi seperti idola kita, tapi cintailah diri kita apa adanya. Lebih baik kita meningkatkan value kita dengan sesuatu yang lebih bermanfaat tanpa 'menyiksa'.

Jika harus diet, niatkanlah untuk sehat. Seandainya nanti badan menjadi lebih langsing, itu adalah hadiah atas kerja keras kita. Jika ingin wajah lebih putih dan mulus, tetaplah hati-hati dengan bahan yang terkandung di dalam segala macam skincare yang digunakan.

Pada akhirnya, good looking adalah bagaimana penerimaan kita terhadap diri sendiri dan kita bahagia dengan itu semua. Berusaha menjadi yang terbaik dengan yang kita punya. Maka segala bullying yang mungkin kita terima, tidak akan membuat kita menjadi patah semangat dan kehilangan kepercayaan diri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun