Mohon tunggu...
Dhea Anggraini
Dhea Anggraini Mohon Tunggu... Suka jalan-jalan

Penulis Pemula

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Ini Strategi Beli Rumah Idaman Tanpa Terusik Harga

16 Juli 2019   13:57 Diperbarui: 16 Juli 2019   14:11 0 0 0 Mohon Tunggu...
Ini Strategi Beli Rumah Idaman Tanpa Terusik Harga
Rumah Idaman (Foto: Shutterstock)

Harga properti terus melejit dari tahun ke tahun sehingga membuat masyarakat kesulitan memiliki rumah impian. Properti naik tiap tahun di bentangan 15-30%. Menariknya, kendati suku bunga kredit sedang sangat rendah, potensi kenaikan harga properti selalu ada paling tidak di 10-15% per tahun.

Pertanyaannya kini apa sih sebenarnya yang membuat harga properti selalu naik dan bagaimana sebaiknya menyiasati agar masyarakat bisa dengan cepat memiliki rumah impiannya?

Berikut ini beberapa penyebab harga properti terus naik sehingga susah dikejar kenaikannya oleh masyarakat:

- Inflasi Harga Properti

Inflasi adalah keadaan dimana harga produk atau layanan mengalami kenaikan. Secara sederhananya inflasi diartikan sebagai kenaikan harga secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Inflasi pasti terjadi. Pengembang (developer) biasanya juga nggak akan membiarkan harga rumahnya tergerus inflasi. Oleh sebab itu, logisnya ada inflasi makanya ada kenaikan harga rumah harus dilakukan. Dengan kata lain, harga properti memengaruhi harga rumah.

- Kelangkaan atau Berkurangnya Ketersediaan Lahan
Lahan untuk pembangunan rumah dari tahun ke tahun semakin langka. Dalam ilmu ekonomi, semakin langka produk atau jasa yang langka akan semakin mahal. Tak mengherankan pembangunan kini berseser ke pinggiran-pinggiran. Kalau pun ada di perkotaan, harganya sudah dipastikan selangit.

- Jumlah Penduduk Terus Bertambah
Jumlah penduduk di Indonesia terus bertambah. Apalagi dengan bonus demografi 2030 yang sudah mulai terasa saat ini, dimana jumlah usia produktif mulai melonjak tinggi. Jumlah penduduk yang terus bertambah semakin meningkatkan jumlah permintaan akan rumah. Dalam hukum ekonomi semakin tinggi tinggi permintaan semakin tinggi pula harga penawaran seiring dengan ketersediaan produk atau barang yang tersedia. Produk diperebutkan sementara jumlahnya terbatas membuat harga melonjak. Ke depan, semakin tinggi jumlah penduduk, semakin melambung tinggi harga rumah.

- Perilaku Dulang Cuan Investor
Namanya saja investor maka begitu ada peluang mendulang cuan pasti akan mengambilnya. Begitu juga bagi investor properti, saat mendapati ada harga properti yang murah karena ekonomi sedang memburuk dan pada saat yang bersamaan memiliki dana cadangan maka investor properti biasanya mmemborong semua properti dan ketika ekonomi sudah membaik mereka menjual rumah yang dijualnya di harga yang tinggi.

- Peningkatan Jumlah Kelas Menengah
Kelas menengah terus tumbuh, termasuk di Indonesia. Seiring dengan peningkatan jumlah kelas menengah maka semakin bertambah pula permintaan akan rumah. Begitulah,  Kelas menengah turut memanfaatkan peluang ekonomi seperti turunnya suku bunga pinjaman.

Setelah tahu penyebab kenaikan properti, tentunya sebagai masyarakat yang cerdas maka perlu memiliki strategi agar segera memiliki rumah idaman dengan cepat, semisal melalui supermarket reksa dana online terbesar bernama IPOTFUND. Mengapa reksa dana? Reksa dana efektif mengembangkan uang yang akan digunakan untuk DP atau beli rumah.

Tak hanya memberikan imbal hasil (return) di atas bunga tabungan konvensional dan deposito, reksa dana juga fleksibel sehingga mudah dicairkan. Investasi reksa dana bisa mengalahkan inflasi sehingga nilai uang kita di masa depan nggak akan terganggu.

Nilai uang yang ditabung di reksa dana akan jauh bermanfaat untuk mewujudkan mimpi, dibanding sekadar disimpan di tabungan kovensional atau deposito yang bunganya saja di bawah inflasi.

Return yang tinggi di atas tabungan konvensional dan deposito membuat hati tenang karena nilai uang di masa depan tidak tergerus. Karena itu strategi investasi ini cocok untuk mewujudkan rumah idaman tanpa terusik dengan harga.