Mohon tunggu...
Dr. Raiders Salomon Marpaung.
Dr. Raiders Salomon Marpaung. Mohon Tunggu... Lainnya - Guru Olahraga Purna Tugas

Nama :Dr. Raiders Salomon Marpaung, MM. Alamat :Jl. Toram I No. 5, Jakarta 11820 Tempat, tanggal lahir :Bandung, 18 April 1962 Status : Menikah Pekerjaan: Purna Tugas Guru PJOK di SMPK 6 PENABUR Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

M Rachman, Juara Dunia yang Nyaris Terabaikan

31 Agustus 2021   11:21 Diperbarui: 31 Agustus 2021   11:40 1158
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ironisnya setelah keberhasilannya menjadi juara dunia, ia kembali harus menjalani penantian panjang episode 2 (mempertahankan gelar juara dunia). Tantangan yang dihadapi semakin berat, bukan dari lawan tapi dari orang-orang yang merasa punya kepentingan mengurus masa depannya dan juga birokrasi. Tidak banyak petinju bagus yang kita miliki. M Rachman adalah salah satunya yang setelah menjadi juara dunia nyaris disia-siakan.

Kesempatan mempertahankan gelar untuk pertama kalinya baru ia peroleh tujuh bulan setelah ia merebutnya yaitu pada 5 April 2005 melawan Fahlan Sakkreerin dari Thailand. Pertarungan berakhir dengan hasil technical draw di ronde ke 3 yang berarti Rachman masih memegang gelar juara dunia kelas terbang mini 47,6 Kg karena terjadi benturan kepala.

Selanjutnya setelah pertandingan itu, pada bulan Juni 2005 Rachman diharuskan memenuhi kewajibannya (mandatory fight) menghadapi pertandingan melawan peringkat pertama kelas terbang mini versi IBF, Omar Soto dari Meksiko. Duel wajib Rachman ini kemudian mengalami kemunduran berkali-kali.

Seharusnya, mandatory fight berlangsung pada 11 Juni 2005, usai dia melakoni duel choice (pilihan) melawan Fahlan Sakkreerin (Thailand) 5 April 2004 di Taman Hiburan Rakyat Hapsanasai, Merauke, Papua. Namun, karena dalam partai choice Rachman mengalami cedera pada pelipisnya, karena terjadi benturan kepala, mandatory fight ditunda. Ini setelah pihak Rachman meminta pengunduran jadwal pertarungan wajib (mandatory fight) dengan alasan untuk pemulihan cedera.

Kemudian, IBF pun menjadwalkan duel Rachman pada 23 Agustus 2005 di Jakarta. Tapi, karena alasan sponsor, Ndondo, yang juga promotor pemegang opsi Rachman, mengundurkan jadwal duel ini menjadi 6 September 2005. Apa yang diharapkan tak kunjung tiba, tak ada sponsor yang mau menjadi penyandang dana perhelatan di tanah air. Selanjutnya, Agustus 2005 IBF bertindak tegas dengan melelang duel Rachman versus Soto, yang dimenangkan oleh Guilty Promotion dengan nilai USD 26.100 (sekitar Rp 261.000.000).

Selanjutnya Guilty Promotion menjadwalkan duel Rachman pada 27 Januari 2006 di Tropicana Casino, Atlantic City, New Jersey, USA. Rencana tersebut kembali gagal karena pelatih M Rachman, M Yunus, tidak mendapat visa dari Kebubes Amerika Serikat. Kegagalan ini sempat membuat M Rachman yang terkenal pantang menyerah itu  menjadi frustasi.

HM Arsyad menyelamatkan sang juara dunia

Setelah kegagalan itu, opsi untuk pertandingan tinju dunia kelas terbang mini versi Federasi Tinju Internasional (IBF) antara juara bertahan M Rachman (Indonesia) melawan penantang Omar Soto (Meksiko), akhirnya diserahkan kepada promotor Indonesia, Aseng Promotion. Namun demikian, sesuai permintaan dari promotor Aseng Promotion, Dondo Soegiarto, sedianya pertandingan partai tinju dunia kelas terbang mini ini akan dilaksanakan pada Maret 2006, karena sesuatu dan lain hal terpaksa ditunda tanpa batas waktu yang ditentukan oleh IBF.

Promotor tinju, Dondo Soegiarto meminta perpanjangan waktu untuk menggelar pertandingan partai M. Rachman lawan Omar Soto di Indonesia ini, walaupun dia telah mendapat opsi dari promotor Gulty Promotion untuk melaksanakannya di Indonesia. Ia mengakui, pihaknya telah menawarkan opsi yang diperolehnya itu kepada promotor HM Arsyad yang telah sukses mengantarkan Chris John menjadi juara dunia tinju kelas bulu versi Asosiasi Tinju Dunia (WBA) di Tenggarong.

Dalam suatu pernyataannya ia mengatakan bahwa "HM Arsyad pada prinsipnya siap membantu menyelamatkan sang juara dunia dari Indonesia pada kelas terbang mini ini, hanya belum ada pembicaraan yang lebih kongkrit untuk mengambil alih sebagai penyelenggara," kata Dondo. Pernyataan "menyelamatkan sang juara dunia" menunjukkan bahwa gelar M Racman sudah terancam lepas tanpa bertanding. Kondisi ini sangat memprihatinkan sekali bahkan boleh dikatakan sangat menyedihkan bukan hanya buat M Rachman tapi juga buat kita sebagai bangsa yang prestasi olahraganya sedang terpuruk.

M Rachman Sukses Mempertahankan Gelar

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun