Mohon tunggu...
Raiders Salomon Marpaung
Raiders Salomon Marpaung Mohon Tunggu... Guru/Dosen

Nama :Drs. Raiders Salomon Marpaung, MM. Alamat :Jl. Toram I No. 5, Jakarta 11820 Tempat, tanggal lahir :Bandung, 18 April 1962 Status : Menikah Pekerjaan: Guru/Dosen

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Tentang P3K

1 Februari 2019   00:24 Diperbarui: 1 Februari 2019   01:19 19069 0 0 Mohon Tunggu...

Pengertian.

P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara yang harus dilakukan dengan segera yang diberikan oleh orang yang bukan ahlinya terhadap korban kecelakaan atau menderita suatu penyakit secara mendadak sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari seorang ahli (dokter, petugas kesehatan di Puskesmas/Rumah Sakit atau paramedik). 

Maksud dan tujuan.

  • Upaya pertolongan yang dilakukan, bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanyalah berupa pertolongan sementara yang dilakukan oleh petugas P3K (petugas medik atau orang awam) yang pertama kali melihat korban.
  • Pemberian pertolongan harus secara cepat tepat dan benar dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada di tempat kejadian.
  • Tindakan P3K yang dilakukan dengan benar akan mengurangi terjadinya bahaya pendarahan yang lebih parah, infeksi, cacat atau penderitaan dan bahkan menyelamatkan korban dari kematian, tetapi bila tindakan P3K dilakukan tidak baik malah bisa memperburuk akibat kecelakaan bahkan menimbulkan kematian.

Dengan maksud dan tujuan tersebut maka perlu diperhatikan bahwa dalam memberikan pertolongan pertama jangan sampai salah.

Untuk kepentingan tersebut, maka para anggota Pramuka perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang P3K, agar dalam memberikan pertolongan pertama bisa cepat, tepat, dan benar. Untuk mewujudkan hal itu tentu para anggota Pramuka harus melakukan latihan khusus di bawah asuhan para ahli.

Manfaat latihan khusus dalam memberikan pertolongan pertama.

A. Menyelamatkan nyawa atau mencegah kematian. 

1. Memperhatikan kondisi dan keadaan yang mengancam korban.

2.Melaksanakan Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) kalau perlu.

3. Mencari dan mengatasi pendarahan.

B. Mencegah cacat yang lebih berat (mencegah kondisi memburuk). 

1. Mengadakan diagnose.

2. Menangani korban dengan prioritas yang logis.

3. Memperhatikan kondisi atau keadaan (penyakit) yang tersembunyi.

 

C. Menunjang penyembuhan.

1. Mengurangi rasa sakit dan rasa takut.

2. Mencegah infeksi.

3. Merencanakan pertolongan medis serta transportasi korban dengan tepat.

Cara-cara melakukan P3K.

Cara-cara yang harus diperhatikan dalam memberikan P3K adalah sebagai berikut:

1. Perhatikanlah lebih dulu keadaan korban, apakah terjadi di jalan ramai, di  dalam air atau didekat api, selanjutnya perhatikan sebab kecelakaan itu, apakah karena tabrakan atau karena kepanasan sinar matahari atau sebab-sebab lain.

2. Kemudian perhatikan keadaan si penderita. Apakah dia mengalami shock, pingsan, mati suri, pendarahan hebat, atau patah tulang.

3. Kemudian rencanakan tindakan yang tepat sesuai dengan tujuan P3K.

4. Segeralah bawa ke dokter jika tidak mengetahui bagaimana cara memberikan pertolongan pertamanya.

5. Apabila korban meninggal pada saat itu, hendaknya anda memberitahukan kepada polisi dan keluarga korban. Sementara mereka belum datang hendaknya anda menunggu si korban.

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan dalam Memberikan P3K.

Tindakan paling awal adalah membebaskan jalan nafas dan mempertahankan saluran pernafasan, bila pernafasan berhenti lakukan nafas buatan.

Penolong harus dapat menilai situasi.

Perhatikan kedudukan/posisi orang yang mendapatkan kecelakaan itu, bagaimana keadaannya waktu mendapatkan kecelakaan.

Dalam memberikan pertolongan harap tenang dan jangan tergesa-gesa dalam memindahkan penderita.

Penolong harus dapat mengenal kondisi korban dan prioritasnya.

Lakukanlah pemeriksaan menurut kedudukan kecelakaan tersebut.

Penolong harus segera memberi pertolongan sesuai keadaan korban.

Usahakan agar penderita kecelakaan tetap dalam keadaan hangat, tenang dan tidak gelisah.

Untuk penderita yang pingsan, jangan diberi minum atau makanan yang encer.

Usahakan supaya tidak banyak orang yang mengerumuni penderita.

Jika penderita luka, janganlah sekali-kali diperlihatkan kepadanya.

Segera panggil petugas kesehatan atau dokter.

Penolong mengatur dan merencanakan transportasi

Peralatan P3K dan cara menggunakannya.

1.Sabun / alcohol untuk pembersih tangan.

2.Obat pembersih luka (Boor water, Betadin, dsb).

3.Obat pengurang rasa sakit (Parasetamol, Antalgin).

4.Obat perangsang kesadaran (Amoniak, Collognete / Parfum).

5.Pembalut (Perban), umumnya digunakan untuk: menutup luka (kasa steril), melakukan tekanan pada pendarahan dan mengikat bidai (spalk). Macam-macam pembalut: pembalut penutup, pembalut cepat, pembalut penahan, dan pembalut gulung.

6.Kain segi tiga, kegunaannya antara lain adalah: menggantungkan tangan, menahan pembalut penutup, mengistirahatkan bagian badan yang sakit, mengikat bidai ( spalk ).

7.Kapas.

8.Plester.

9.Gunting.

10.Pincet.

11.Bidai atau spalk, digunakan untuk menolong orang yang menderita patah tulang tungkai atau lengan.

12.Tandu ( Brankar ), digunakan untuk membawa korban, baik ke tempat yang aman, ke rumah sakit, ke Puskesmas, maupun ke dokter.

13.Dan lain-lain....

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN