Mohon tunggu...
Rahmat Thayib
Rahmat Thayib Mohon Tunggu... Penulis - Sekadar bersikap, berharap tuna silap.

Sekadar bersikap, berharap tuna silap. Kumpulan tulisan saya: http://rahmathayib.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Mengapa Polisi Sigap Mengamankan Rumah Ahok, tapi Teledor untuk Massa Geruduk SBY?

9 Februari 2017   05:23 Diperbarui: 9 Februari 2017   07:36 2392
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
massa mahasiswa geruduk SBY (politiktoday.com)

Ahok memang sakti. Kendati telah ditetapkan sebagai terdakwa kasus penodaan agama Ahok tidak ditahan polisi. Padahal dalam kasus-kasus serupa, seperti Lia Eiden, Arswendo Atmowiloto, Usman Roy dan lainnya langsung ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Sekarang kesaktian Ahok kembali terbukti. Dahulu, sekitar 200 warga dari 7 Rukun Warga (RW) di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, yang hendak  berunjukrasa di depan kediaman pribadi Ahok di kompleks perumahan Pantai Mutiara, Pluit, langsung dihadang aparat keamanan.

Akhirnya, massa terpaksa berorasi di kolong Jembatan Tol Wiyoto Wiyono. Tujuan unjuk rasa itu menolak rencana eksekusi yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi DKI terhadap hunian ilegal mereka.

“Kalau kamu ngerti aturan, kamu enggak akan demo ke rumah. Kalau kamu (berunjukrasa) ke rumah, kamu pasti ditangkap," ujar Ahok, di Balai Kota DKI jakarta, Senin, 14 Maret 2016. [Siapa Saja Unjuk Rasa di Rumah Ahok Pasti Ditangkap]

Perlakukan berbeda diterima oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden ke-6 RI itu harus mengalami kenyataan pahit. Kediaman pribadinya digeruduk massa mahasiswa pada Senin (6/2/2017) silam. Belakangan diketahui bahwa massa merupakan peserta Jambore dan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia di Cibubur, Jakarta Timur.

Ironisnya, pelaku geruduk SBY tidak merasa melanggar hukum.Ketua Panitia Jambore Mahasiswa di Cibubur, Septian dari Universitas Muhammadiyah Tangerang, mengaku bahwa aksi itu bukanlah unjuk rasa karena hanya sekadar membagikan selebaran. [Mahasiswa: Hanya Bagi Selebaran dan Sosialisasi, Bukan Demo SBY]

Jawaban ini tentu mengundang tanda tanya. Pertama, foto-foto di media sosial jelas menerakan bahwa mahasiswa sedang berorasi. Kedua, sampai sekarang, tidak ada pula aparat keamanan yang membantah sesat pikir Septian. Ada apa ini?

Menurut UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum, unjuk rasa atau demonstrasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang atau lebih untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara demonstratif di muka umum. Jadi pembagian selebaran pernyataan sikap di muka umum sudah bisa dikategorikan sebagai unjuk rasa.

Apakah dari 3.000 mahasiswa itu tidak ada yang paham definisi dari unjukrasa? Atau jangan-jangan mereka sudah paham, tetapi berlagak bodoh karena ada kekuatan besar yang membeking? Sebagaimana diketahui, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki diketahui menjadi salah satu nara sumber dalam kegiatan tersebut. Desas-desus keterlibatan Adian Napitupulu, seorang anggota DPR dari Fraksi PDIP juga santer terdengar. Kendati pihak polisi mengaku kecolongan, sampai sekarang, belum ada aktivis geruduk rumah SBY yang ditangkap polisi. [Rumah SBY Didemo Mahasiswa, Polisi Mengaku Kecolongan]

Pertanyaannya kemudian, mengapa polisi pihak kecolongan? Unjukrasa yang hendak dihelat oleh 3.000 mahasiswa tidak akan bisa dilakukan secara senyap. Mustahil tidak ada petugas intelejen yang mendengar rencana ini, apalagi jika targetnya adalah kediaman Presiden ke-6 RI. Saya haqul yakin, sejak awal jambore dan silaturahmi itu digelar, pasti sudah ada intel yang wara-wiri di Bumper Cibubur.

Logika mustahil kecolongan ini gampang sekali. Jika rombongan mahasiswa itu konvoi dari Bumi Perkemahan Cibubur, mereka tentu melaju lurus di Jalan Gatot Subroto. Ketika konvoi mendadak berbelok ke kawasan kuningan, sudah seharusnya aparat mengendus ketidak-beresan. Jauh sebelum konvoi itu berhenti di depan kediaman SBY, sudah seharusnya aparat polisi melakukan tindakan preventif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun