Mohon tunggu...
Rahman Arifin
Rahman Arifin Mohon Tunggu... Guru - Guru SMPN 1 CILIMUS

Anggota Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB). Sedang belajar menulis yang bermanfaat bagi semuanya.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Akhir Kisah Seorang Gelandangan

3 Mei 2023   21:14 Diperbarui: 3 Mei 2023   21:22 158
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

AKHIR KISAH SEORANG GELANDANGAN
Rahman Arifin

Tubuh renta beralas sepatu butut menganga
Berpenyakitan dihiasi baju lapuk penuh tambalan
Rambut gimbal daki penuh korengan

Tertunduk menghempas malu
Namun setitik harap tetap menyemangati
Aku tak boleh menyerah dengan ketiadaan

Ayah bunda sudah tiada tenang di alam sana
Sendiri menapaki hidup tanpa keluarga dan sanak saudara

Karung butut kugendong lagi
Isinya sampah dari seantero negeri

Lapar mendera memaksaku memakan sampah makanan sisa
Bukannya lapar sirna, perut melilit aduhai sakitnya
Serasa dihunjam beribu belati karatan
Jerit lengking tak terdengar penduduk kota


Biasanya tak apa-apa, mungkin ini sudah saatnya
Tubuh teronggok di pembuangan sampah
Berbaur dengan bau busuk dan lalat yang beterbangan
Aku sampah yang tak dipedulikan
Hanya jadi tontonan kemudian ramai diberitakan
Tentang seorang gelandangan yang mati kelaparan

Selamat tinggal dunia, rupanya sampai di sini saja!
Aku mati diantara ketidakpedulian manusia
Yang sibuk dengan Rubicon, Louis Vuitton
dan merk-merk mahal diluar nalar

Kehidupanku seharusnya dijamin negara
Sesuai Pasal 34 ayat 1 UUD 1945
Fakir miskin dan anak anak terlantar dipelihara oleh negara.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun