Mohon tunggu...
rahmaharumoktaviana
rahmaharumoktaviana Mohon Tunggu... MAHASISWA PWK 19 UNIVERSITAS JEMBER

191910501041

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Kesenjangan Kemiskinan Jember

23 Oktober 2019   09:49 Diperbarui: 23 Oktober 2019   09:55 0 0 0 Mohon Tunggu...

Kemiskinan merupakan  momok menakutkan bagi setiap negara. Indonesia masih menjadikan kemiskinan sebagai ranking pertama masalah kompleks yang belum terselesaikan hingga sekarang. Terlebih masyarakatnya yang memiliki pemikiran heterogen dengan pemerintah membuat kemiskinan sulit menemui titik terang pemecahan masalah. 

Kemiskinan memiliki pengaruh besar pada bidang lainnya seperti penurunan kualitas manusia dibidang kesehatan, pendidikan dan sosial. Kemiskinan menyebabkan pelakunya memilih sandang, pangan dan papan seadanya sehingga nutrisi dan keselamatan bertempat tinggal mengalami kemunduran. Pemenuhan nutrisi yang kurang ini juga berpengaruh terhadap kualitas brind  manusia atau tingkat kecerdasan sehingga manusia  pada usia produktif kehilangan rangsangan untuk berfikir dan menciptakan inovasi baru . 

Disisi lain kemiskinan juga menyebabkan sebagian besar masyarakat indonesia memilih putus sekolah dan bekerja serabutan untuk memperoleh sesuap nasi. Degredasi pemenuhan edukasi yang disebabkan oleh kemiskinan ini menyebabkan menyusutnya kelahiran bibit unggul suatu bangsa.

 Kemiskinan sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya yaitu tingkat ekonomi masyarakat yang masih rendah. Perekonomian masyarakat yang rendah ini dominan dipengaruhi oleh banyaknya pengangguran di usia produktif,  kurang maksimalnya pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki, dan kurangnya subsidi dari pemerintah untuk masyarakat miskin. 

Ketiganya sangatlah berkaitan untuk menciptakan alur perekonomian yang sehat. Jika pengelolaan sumber daya alam di Indonesia  dapat berjalan dengan baik,maka akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi manusia usia profuktif. 

Jika terjadi produktivitas di suatu wilayalah maka pemenuhan subsidi oleh pemerintah dari hasil usaha kerja dapat tersalurkan secara maksimal kepada masyarakat yang tercatat membutuhkan. Sayangnya pada  realisasi dalam kehidupan tidak semudah yang direncanakan. Seperti yang terjadi di Kabupaten Jember yang tercatat memiliki angka kemiskinan yang tinggi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember angka 2018, pada tahun 2018  angka kemiskinan masyarakat di Kabupaten Jember mengalami penurunan sebanyak 1,02 %  dari tahun 2017 . penurunan ini menjadi suatu penghargaan bagi pemerintah kabupaten jember yang dapat mencapai target 243.420 masyarakat miskin dari jumlah yang mulanya 266.990 masyarakat di tahun sebelumnya. Namun ternyata penurunan angka kemiskinan ini belum dikatakan sepenuhnya berhasil dan memerlukan pemahaman menyeluruh tentang konsepsi dan klarifikasi kemiskinan sebab nyatanya dalam data terdapat kesenjangan perekonomian di  kabupaten jember.

 kajian kemiskinan terdapat dua aspek yang dapat dilihat untuk mengklasifikasikan kemiskinan yaitu ukuran dan kriteria kemiskinan. Bukan hanya dapat ditinjau dari jumlah penduduk miskin saja menurut satu kurun waktu.Terdapat dua wilayah cangkupan kemiskinan, yaitu kemiskinan tetap dan transient poverty. Kedua kemiskinan tersebut ditinjau dari beberapa kurun waktu. 

Transient poverty merupakan istilah yang mungkin kurang familiar di telinga kita. Istilah ini muncul karena pengamatan secara berkala mengenai tingkat kemiskinan masyarakat yang tidak terpacu pada jumlah penduduk miskin tetapi juga adi lihat dari sumber pendapatan dan pembandinganstandar pendapatan menurut beberapa kurun waktu. Masyarakat yang sekarang mungkin menemui masa kejayaan tapi dulu merupakan manusia yang tidak dapat mengontrol kemiskinannya. Adapun masyarakat yang dulunya berada di standar kemiskinan namun seiringnya waktu bahkan mengalami pemerosotan sampai berada di bawah standar kemiskinan. Karena pengamatan yang lebih rumit membuat kajian ini jarang digunakan dalam pendataan sehingga data menjadi kurang signifikan.

Hal tersebut terjadi pada pendataan badan pusat statistik kabupaten jember. Terdapat kesenjangan perekonomian, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin sebab butanya hasil data. Kelengkapan data dapat memengaruhi kebijakan pemerintah dalam penghitungan anggaran daerah dan pengalokasian dana subsidi kepada masyarakat miskin.  selain itu adanya kebutaan data tingkat kemiskinan tersebut membuat pemerintah tidak dapat mengolah sumber daya alam dan manusia di jember untuk membuka lapangan pekerjaan baru guna menutup angka pengangguran usia produktif di jember.

Adanya kesenjangan ekonomi ini dapat berkibat buruk bagi  masyarakat dikarenakan peningkatan kesenjangan ekonomi memengaruhi jiwa individuallisme dan liberalisme pada masyarakat. Saat orang berpendapatan rendah memiliki jarak yang semakin  jauh dengan orang berpenghasilan tinggi, maka akan terjadi kecemburuan sosial. Secara psikologis rasa cemburu tersebut memunculkan pemikiran-pemikiran kriminal oleh masyarakat berpenghasilan rendah demi pemenuhan kebutuhan hidupnya. Hal tersebut kemudian dapat berdampak pada masalah keamanan, pertahanan, ekonomi dan politik. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2