Mohon tunggu...
Julian Natanael F.S
Julian Natanael F.S Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Jurnalis SMA Stella Duce 2 Yogyakarta

.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Cahaya di Tengah Kemiskinan

7 Mei 2024   08:40 Diperbarui: 7 Mei 2024   08:56 132
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Di pinggiran kota yang sunyi,
Dihimpit kegelapan malam yang hening,
Terbaring sebuah rumah kecil nan remang,
Di sana, kemiskinan menggeliat memang.

Lemahnya nyala lampu yang redup,
Menyiratkan cerita tentang hidup,
Di balik jendela, bayang-bayang tak berujung,
Menatap langit yang kelam, tak terucap satu kata pun.

Anak-anak kecil, mata yang lelah,
Berlarian di lorong-lorong sempit, penuh derita,
Dalam tangisan mereka, terdengar getar getir,
Meratapi nasib, menghadapi hari demi hari.

Pintu rumah terbuka, tak ada harta yang berlimpah,
Hanya selembar tikar sebagai alas,
Di pojok gelap, terbaring seorang tua renta,
Menghitung hari-hari yang tak bersahabat, hampa.

Kemiskinan, sebuah kisah pilu yang tak terhingga,
Merintih di setiap sudut, di tiap detik mengalir,
Namun, di antara segala penderitaan yang menghimpit,
Terbitlah kekuatan, harapan yang tak pernah padam, bersemi.

Meski dalam kemiskinan, jiwa tetap tegar berdiri,
Mengarungi gelombang kesulitan, meraih impian yang nyata,
Sebuah puisi tentang kemiskinan, bukanlah cerita kelam semata,
Tapi juga tentang kegigihan dan keberanian, melangkah menuju cahaya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun