Mohon tunggu...
Rahmadi Suardi
Rahmadi Suardi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Pembaca dan penulis

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Teknologi Menjauhkan Manusia dari Habitatnya

16 November 2017   18:06 Diperbarui: 16 November 2017   19:02 738
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto: Gadget Menjauhkan yang Berdekatan

Suatu malam selepas magrib saya pergi menghadiri undangan hajatan salah seorang saudara. Saya termasuk datang di awal-awal ketika masih banyak orang yang belum datang. Hampir semuanya yang menghadiri undangan adalah orang tua-orang tua saja. Mungkin saya adalah tamu yang paling muda diantara yang lainnya waktu itu.

Ketika datang saya hanya melihat tiga orang bapak-bapak yang sedang mengobrol satu dengan yang lainnya. Mereka sesekali tampak tertawa dengan candaan salah seorang diantara mereka. Pembicaraan mereka diselingi dengan rokok, kopi, dan gorengan di atas meja. Sambil mereka mengobrol, satu persatu tamu lainnya berdatangan.

Setiap datang tamu yang baru mereka saling bersalaman dengan yang sudah datang terlebih dahulu. Setelah bersalaman kemudian duduk dan bergabung dengan tamu lainnya. Lama kemudian tamu-tamu pun sudah menyemut di depan rumah. Sebuah kegiatan sosial yang indah terjadi di rumah itu.

Masing-masing tamu itu secara alami membentuk kelompok kelompok kecil dan terjadi percakapan diantara mereka. Kadang semua tamu itu riuh tertawa karena candaan salah satu dari mereka. Saya pun menikmati pemandangan itu. Sebuah interaksi yang jarang saya temukan lagi saat berjumpa teman sebaya.

Memenuhi undangan salah seorang kawan kadang menjadi waktu untuk berkumpul dan melakukan interaksi lebih banyak. Masing-masing orang sudah disibukan dengan kerjanya sehari-hari seperti di kantor, di sawah, di ladang, atau di pasar. Komunikasi jarang terjadi karena kesibukan masing-masing. Berkumpul di sebuah hajatan sebagai para undangan bisa jadi salah satu cara menjaga komunikasi sekaligus menjaga silaturrahmi diantara mereka.

Pemandangan yang sangat berbeda saya temukan saat bersama teman sebaya, yaitu generasi muda yang sudah melek internet. Generasi yang di tangannya selalu ada gadget kemana-mana.

 Ketika berkumpul sangat jarang terjadi komunikasi. Semua orang sibuk sekali dengan gadgetnya masing-masing. Jika ada terjadi komunikasi yang seperti bapak-bapak di acara hajatan tadi mungkin  mereka yang belum memiliki gadget. Atau mereka yang lagi tak ada paket.

Teknologi semakin menjauhkan manusia dari manusia lainnya. Orang-orang menjadi lebih banyak berkomunikasi lewat mesin dibanding bertatap wajah secara langsung. Pembicaraan yang diharapkan hangat menjadi dingin. Sebab masing-masing orang terpaku dengan gadget di tangannya.

 Keluarga berkomunikasi dengan layar sentuh padahal mereka butuh sentuhan. Seorang ayah yang rindu anaknya butuh menatap langsung bukan dengan layar. Rindu tidak akan bisa dituntaskan oleh teknologi.

 Teknologi harusnya memudahkan pekerjaan manusia bukannya menjauhkan satu sama lain. Ia harusnya mendekatkan yang jauh bukan malah menjauhkan yang sudah dekat.

Melihat komunikasi yang tulus terjadi seperti dalam acara hajatan itu sepertinya tidak akan lama lagi. Satu persatu orang tua-orang tua itu akan pergi dari kehidupan. Lalu berganti dengan generasi hari ini yang akan menjadi tua nanti. Sebuah generasi yang berkomunikasi lewat teknologi. Mungkin generasi selanjutnya akan lebih gawat pula dari sekarang yang terjadi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun