Mohon tunggu...
Ganendra X
Ganendra X Mohon Tunggu... Jakarta Worker

Suka klayaban, demen nulis, kadang jepret2, kadang iseng ngeVlog / email: masrahab@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Travel

Sebulan Lagi, Muara Danau Toba akan Cantik Bermandi Cahaya

18 November 2018   04:53 Diperbarui: 18 November 2018   11:15 0 4 3 Mohon Tunggu...
Sebulan Lagi, Muara Danau Toba akan Cantik Bermandi Cahaya
Lampu di pedestrian Jalan Sisingamangaraja, Muara, Tapanuli Utara.. (Fot Ganendra)

Menyandang predikat sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Danau Toba pun bersolek. Potensi terpendam di kawasan Danau Toba salah satunya dipacu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan pembangunan dan dan perbaikan sarana di kawasan tepian Muara Danau Toba yang diproyeksikan  bisa disandari kapal pesiar dan berukuran besar.  Jalan-jalan dilebarkan, pedestrian dibangun dan tiang-tiang lampu untuk penerangan jalan pun diadakan.  Proyek digenjot bisa rampung pada pertengahan Desember 2018. Praktis lampu penerangan berdesain aroma budaya Batak itu, diharapkan bisa mempercantik paras Danau Toba untuk menarik wisatawan, khususnya pada malam hari.

Danau Toba di kejauhan. (Foto Ganendra)
Danau Toba di kejauhan. (Foto Ganendra)
PERSIS di sebelah plang Motel dan Resto Sederhana, minibus yang kutumpangi berhenti. Bareng kawan-kawan media di acara Media Visit Toba 2018, aku turun. Kami ada di jalan Sisingamangaraja, di kawasan Desa Untemungkur, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Kamis (8/11/2018) siang.

Di kanan kiri rumah warga. Lebih banyak desain rumah yang sudah model zaman kini, bukan model rumah adat.  Di jalan beberapa kendaraan angkutan umum melintas. Itu salah satu sarana angkutan warga, di Kecamatan Muara.

Sejauh mata memandang lurus, jalan tak begitu ramai. Bersih dan nampak terawat. Ada pedestrian untuk jalan kaki, ada tiang-tiang yang mirip tugu di kanan kiri jalan. Ada bangku-bangku batu terbuat dari bata dan semen. Masih baru. Nampak proyek yang dimulai sekitar Juli 2017 silam itu sudah progress 90%, hampir kelar.

Jalan Sisinganmangaraja Desa Untemungkur, Muara, Tapanulis Utara. (Foto Ganendra)
Jalan Sisinganmangaraja Desa Untemungkur, Muara, Tapanulis Utara. (Foto Ganendra)
Jalan Sisinganmangaraja Desa Hotanagodang, Muara, Tapanulis Utara. (Foto Ganendra)
Jalan Sisinganmangaraja Desa Hotanagodang, Muara, Tapanulis Utara. (Foto Ganendra)
Kabel listrik di tiang/ tugu lampu. (Foto Ganendra)
Kabel listrik di tiang/ tugu lampu. (Foto Ganendra)
Desain lampunya cantik aroma Batak ya. (Foto Ganendra)
Desain lampunya cantik aroma Batak ya. (Foto Ganendra)
Kabel-kabel warna putih yang terhubung ke lampu 30 watt di ujung tiang, nampak di salah satu bagian sisi tiang.  Lampu-lampu juga sudah tersedia. Tinggal menunggu aliran listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara).

"Sudah koordinasi dengan PLN dan sudah ada surat layak operasional dari PLN," kata Rahmad Parlindungan Lubis, selaku Satuan kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Strategis (PKPS)  Kawasan Strategis Pariwisata Nasinonal Danau Toba (KSPN Toba) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, saat berbincang di lokasi jalan Sisingamangaraja Desa Hutanagodang.

Rahmad Parlindungan Lubis, selaku Satuan kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Strategis (PKPS) Kawasan Strategis Pariwisata Nasinonal Danau Toba (KSPN Toba) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, saat berbincang di lokasi jalan Sisingamangaraja Desa Hotanagodang. (Foto Ganendra)
Rahmad Parlindungan Lubis, selaku Satuan kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Strategis (PKPS) Kawasan Strategis Pariwisata Nasinonal Danau Toba (KSPN Toba) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, saat berbincang di lokasi jalan Sisingamangaraja Desa Hotanagodang. (Foto Ganendra)
Praktis kalau aliran listrik sudah tersambung, maka  sekitar 159 an lampu penerangan di jalan Sisingamangaraja akan menyala.  Muara Danau Toba akan cantik bermandi cahaya. Semoga saja targetnya pada 15 Desember 2018 diuji coba, akan terwujud.

Sebenarnya bulan November sudah diupayakan teraliari listrik. Namun dengan perhitungan finishing dan segala macamnya, ditargetkan pada 15 Desember 2018, sudah clear, uji coba.  

Jalan Sisingamangaraja yang menjelujur dari Desa Untemungkur hingga Hutanagodang yang  dibangun pedestrian dan lampu jalan terbagi menjadi 4 ruas jalan. 

Jalan pertama sepanjang 444 meter. Jalan kedua sepanjang 480 meter. Jalan ketiga di Desa Untemungkur hanya dilakukan pengaspalan jalan sepanjang 865 meter dan jalan keempat di Desa Hutanagodang sepanjang  890 meter. Jalan keempat  mengarah ke Pasar Rakyat Muara dan Pelabuhan Muara.

Pelabuhan Muara. (Foto Ganendra)
Pelabuhan Muara. (Foto Ganendra)
Menyusuri Jl. Sisingamangara Desa Hotanagoidang dengan pickup terbuka. (Foto Ganendra)
Menyusuri Jl. Sisingamangara Desa Hotanagoidang dengan pickup terbuka. (Foto Ganendra)
Proyek pedestrian di Tapanuli Utara  oleh Kemen PUPR itu telah dieksekusi sejak 2017 silam, berbarengan dengan proyek-proyek  lainnya di 3 kabupaten lainnya, yakni Samosir, Toba Samosir dan Simalungun.   

Menyusuri jalan Sisingamangaraja dari Desa Untemungkur hingga Desa Hutanagodang, pengerjaan pelebaran jalan 4 meter menjadikan jalan makin luas.  Rumah-rumah warga khas kampung dengan bersliweran hewan ternak babi di halaman menjadi tampil berbeda dengan keberadaan tiang-tiang/ tugu lampu.

Pedestrian dan lampu penerangan di Jalan Sisingamangaraja, Muara, Tapanuli Utara.. (Fot Ganendra)
Pedestrian dan lampu penerangan di Jalan Sisingamangaraja, Muara, Tapanuli Utara.. (Fot Ganendra)
Bangku pedestrian di Jalan Sisingamangaraja, Muara, Tapanuli Utara.. (Fot Ganendra)
Bangku pedestrian di Jalan Sisingamangaraja, Muara, Tapanuli Utara.. (Fot Ganendra)
Babi yang terlihat di Desa Hotanagodang, Muara. (Foto Ganendra)
Babi yang terlihat di Desa Hotanagodang, Muara. (Foto Ganendra)
Kantor Kepala Desa Hotanagodang, Muara di pinggiran jalan Sisingamangaraja. (Foto Ganendra)
Kantor Kepala Desa Hotanagodang, Muara di pinggiran jalan Sisingamangaraja. (Foto Ganendra)
Jelas penerangan lampu akan mengubah wajah di sepanjang jalan tepian Danau Toba kawasan Kecamatan Muara ini. Bangku-bangku sepanjang pedestrian bisa digunakan warga ataupun pengunjung, pendatang menikmmati suasana, ataupun sekadar ngobrol.

Sementara makin lebarnya jalan, akan memberikan keleluasaan hilir mudik kendaraan rombongan wisatawan agar tetap mampu menampung lebih banyak. Kemacetan bisa dihindari. Itu logis seiring digenjotnya kawasan Danau Toba, sebagai salah satu kawasan wisata "Bali Baru" yang diandalkan untuk menarik 20 juta wisatawan ke Indonesia pada 2019.  Target wisatawan seperti pernah dilontarkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Danau Toba salah satu KSPN. (Foto Ganendra)
Danau Toba salah satu KSPN. (Foto Ganendra)
Pasar Rakyat Muara, Pelabuhan Muara  dan Kapal Pesiar

Jika kamu lihat video di bawah ini, itulah sebagian suasana Pasar  dan  Pelabuhan Muara, Tapanuli Utara. Pelabuhan itu diproyeksikan sebagai  tempat bersandar kapal pesiar berukuran besar.  


Pasar Muara sedang ramai. Katanya seeh saat kami datang bertepatan dengan pasaran tiap Kamis. Jadi ramai. Ada penjual baju-baju, aneka kebutuhan sehari-hari, hasil panen seperti jagung dan lain sebagainya.

Makanya pada awalnya aku agak heran juga, sudah tengah hari, tapi pasar kok ramai bener ya. Oooh ternyata pasar memang baru buka pukul 11.00 wib dan akan tutup sekira pukul 19.0 wib.

Pasar Muara depan Pelabuhan Muara dengan tiang lampu jalan. (Foto Ganendra)
Pasar Muara depan Pelabuhan Muara dengan tiang lampu jalan. (Foto Ganendra)
Ramainya Pasar Muara depan Pelabuhan Muara. (Foto Ganendra)
Ramainya Pasar Muara depan Pelabuhan Muara. (Foto Ganendra)
Pasar Muara dan Pelabuhan Muara. (Foto Ganendra)
Pasar Muara dan Pelabuhan Muara. (Foto Ganendra)
Sebenarnya gedung pasar ada di sebelah dalam dari jalan. Namun beberapa penjual juga tumpah di pinggiran jalan. Persis di area pedestrian yang sedang digarap. Di bawah dan samping tugu-tugu penerangan jalan. Nantinya seeh, kawasan ini akan ditata, dan dirapikan jika proyek sudah selesai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2