Mohon tunggu...
Rachmat PY
Rachmat PY Mohon Tunggu... Penulis - Traveler l Madyanger l Fiksianer - #TravelerMadyanger

BEST IN FICTION 2014 Kompasiana Akun Lain: https://kompasiana.com/rahab [FIKSI] https://kompasiana.com/bozzmadyang [KULINER] -l Email: rpudiyanto2@gmail.com l IG @rachmatpy @rahabganendra

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Sampai Kapan Asap Mengepul di Bibir Remaja Kita?

31 Mei 2016   02:53 Diperbarui: 31 Mei 2016   15:14 537
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hasna Pradityas. (Foto GANENDRA)

Sedangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 109 tahun 2012 diatur tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan.

“Konten-konten itu lebih mudah dipercaya dan diterima muncul dari teman-teman sendiri,” kata Tyas, panggilan akrabnya saat kesempatan yang sama, acara Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2016.

Tyas menggambarkan bahwa itu sangat menguntungkan industri rokok. Hestek-hestek di sosmed menjadi kendaraan untuk promosi. Dan anak-anak muda yang disasar menjadi kendaraan baru bagi pemasaran industri rokok... tanpa mereka merasa!

Hasna Pradityas. (Foto GANENDRA)
Hasna Pradityas. (Foto GANENDRA)
Suarakan Kebenaran

Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah, diantaranya saat ini adalah memberikan informasi yang benar tentang bahaya rokok melalui edukasi, sosialisasi, role model yang baik dan benar, peringatan kesehatan bergambar, serta menciptakan kawasan tanpa rokok. 

Tujuannya adalah anak akan sadar akan bahaya merokok dan mampu melindungi diri sendiri terhadap keinginan merokok. Nah bertepatan dengan momentum Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2016, tema yang diangkat adalah Suarakan Kebenaran. Pesan utamanya adalah “Jangan Bunuh Dirimu dengan Candu Rokok.”

Tentu diharapkan bukan hanya sekedar slogan yang didengungkan di momen-momen khusus, namun juga bergema di setiap waktu. Agar benak remaja khususnya, dapat menyadari dari pemahaman image rokok yang keliru.  Lalu berani menolak menjadi target produsen rokok, menjauhkan diri dari akses rokok, mau menjadi bagian masyarakat yang melindungi dampak rokok baik perokok aktif maupun pasif, ibu hamil dan anak-anak lainnya. Juga mereka menjadi berani dan terbentuk untuk mengatakan,”Mencoba rokok? NO WAY!”

Upaya menggemakan “Suarakan Kebenaran” menjadi penting untuk melawan tertanamnya image tentang rokok yang keliru di benak remaja. Paling tidak upaya bisa dilakukan dari diri sendiri. Misalnya dengan upaya tidak ada anggota keluarga yang merokok, memberi teladan tidak merokok, menjauhkan anak-anak menjadi sasaran marketing industri rokok dan lain sebagainya.

“Ingat negara kita menduduki puncak, sebagai negara dengan perokok pria terbanyak,” kata dr. Lily dari Kemenkes RI pada kesempatan berbeda. Walah! Bukan itu saja, untuk perokok wanita, juga mengalami tren yang naik!

Nah momentum Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada hari ini, Selasa 31 Mei 2016 bisa dimanfaatkan, mengingatkan bahaya tentang merokok. Seluruh dunia diajak untuk Gerakan tidak merokok 1 hari pada 31 Mei 2016. 

Dan tentu pesan tidak merokok ini, adalah bukan hanya satu hari saja. Diharapkan hari ini, menjadi pengingat kesadaran untuk titik balik, menolak rokok di bibir kita, khususnya para remaja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun