Mohon tunggu...
Rachma MeidisarDwikinanti
Rachma MeidisarDwikinanti Mohon Tunggu... Mahasiswa - -

Treasure yourself well, so you can spread more love to those people around you. That's why yourself always come first.

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Harga Sembako yang Terus Naik, Penghasilan Sebagai Kurir Paket Bisa Mencukupi Tidak?

20 April 2022   05:20 Diperbarui: 20 April 2022   05:26 360
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Semenjak datangnya virus Covid-19 ke Indonesia di bulan Maret 2020 lalu, banyak para pekerja kantoran yang di PHK dan mengundurkan diri karena gaji yang tidak kunjung turun. Salah satunya yang terjadi kepada bapak Ayumar Ikhsansyah yang sekarang berprofesi sebagai kurir paket.

Bapak Ayumar Ikhsansyah, seorang kurir paket dari salah satu perusahaan kurir paket online mengakui bahwa penghasilannya sebagai kurir paket tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Profesi pak Ayumar dulu sebagai HRD di sektor pariwisata atau hotel dan restoran. Tapi karena adanya virus Covid-19 juga pembatasan area di beberapa wilayah seperti Bandung, Jakarta, Karawang dan sekitarnya, banyak kendala yang terjadi yang mengharuskan pak Ayumar mengundurkan diri dari posisi nya. Pak Ayumar menjadi kurir paket baru dilakukan sekitar 6 bulan lalu.

Pak Ayumar yang tinggal di Karawang, harus pulang seminggu sekali karena di kota Karawang masih jarang yang memakai jasa ekspedisi perusahaan kurir paket online tersebut. Demi menafkahi keluarganya, Pak Ayumar mau untuk pulang pergi Karawang-Bandung menggunakan sepeda motornya, tanpa takut kena lelah.

Sebagai kepala rumah tangga, bapak Ayumar harus semangat untuk mencari nafkah demi membiayai kehidupan keluarga nya serta membiayai sekolah anak-anak nya yang sudah kuliah.

Pak Ayumar memilih menjadi kurir paket karena beliau masih semangat untuk mencari nafkah yang masih tinggi. Tapi karena terhalang oleh kondisi usia yang sudah melebihi dari masa produktif jadi beliau memilih menjadi kurir paket walaupun penghasilannya yang tidak seberapa, dan menurut pak Ayumar, menjadi kurir paket bisa membuat jiwa dan rohaninnya tenang karena ada kegiatan yang dilakukan.

Banyak tantangan yang dihadapi pak Ayumar dalam menjalankan profesinya sebagai kurir paket, pak Ayumar dituntut untuk selalu rajin mencari orderan karena sistemnya yang menggunakan siapa cepat dia dapat, ditambah ketika mencari alamat pengirim dan alamat penerima yang terkadang tidak sesuai.

Dilain sisi, ada keuntungan dan kerugian juga menjadi kurir paket. Keuntungannya terkadang customer ada yang memberi tip lebih dari ongkos yang ditentukan, keuntungan lainnya beliau bisa menjelajahi jalan yang belum pernah di lalui. Kerugiannya adalah ongkos kirim yang tidak sepadan dengan jarak antar-kirim dan jika ada pesanan yang di cancel kurir akan dikenai potongan administratif yang sangat tidak sebanding dengan harga ongkos nya.

Pak Ayumar mengaku bahwa penghasilan perhari nya tidak bisa lebih dari Rp 100.000, paling besar penghasilannya hanya Rp 50.000.

Pak Ayumar juga berpendapat tentang harga sembako yang terus menerus naik di saat kondisi pandemi dan ekonomi yang masih terbatas. "Disaat kondisi masyarakat sedang mengalami penurunan motivasi kemudian dengan adanya musibah penyakit covid yang mengakibatkan pembatasan dimana mana dan menghasilkan pengangguran dimana-mana, kemudian pemerintah menaikan harga beberapa bahan pokok bagi masyarakat yang diluar kewajaran ditambah lagi dengan naiknya BBM, ini sangat sangat merugikan masyarakat, terutama masyarakat bawah, yang notabene nya dengan penghasilan harian dan tidak besar."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun