Mohon tunggu...
Putri Wulandari
Putri Wulandari Mohon Tunggu... Mahasiswa - random

putriwulandari22022000@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Jangan Panik! Ini Keuntungan Skripsi Dicoret-coret Dosen Pembimbing

9 Juni 2023   15:00 Diperbarui: 10 Juni 2023   11:20 1386
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi mahasiswa sedang skripsi (SHUTTERSTOCK 

Skripsi menjadi salah satu syarat kelulusan yang paling banyak dilakukan oleh mahasiswa pada jenjang sarjana. Skripsi adalah suatu karya tulis ilmiah yang merupakan paparan hasil penelitian mahasiswa jenjang S1. Skripsi membahas suatu fenomena atau permasalahan dalam bidang tertentu yang sesuai dengan kaidah penulisan yang ada. Karena memiliki banyak ketentuan dan tahapan, skripsi tidak akan lepas dari adanya revisi.

Revisi merupakan salah satu momok besar bagi para pejuang skripsi. Biasanya, skripsi memiliki sedikit banyak kesalahan. Mulai dari penulisan yang sederhana hingga isi konteks skripsi. Seluruh kesalahan ini harus direvisi agar sesuai dengan ketentuan yang sudah ada. Kesalahan-kesalahan ini biasanya diungkapkan dosen dalam berbagai cara, salah satunya adalah mencoret-coret draft skripsi yang dikumpulkan.

4 Keuntungan Skripsimu Dicoret-Coret Dosen Pembimbing

Skripsi yang dicoret-coret memberikan kesan kejam dan menyakitkan bagi sebagian besar mahasiswa. Skripsi yang sudah dikerjakan dan disusun rapi harus di tebas tinta merah dosen. Mungkin awalnya terasa sedih dan sayang. Namun, skripsi yang dicoret-coret ternyata memiliki beberapa keuntungan yang tanpa sadar mahasiswa suka. 

Berikut adalah beberapa keuntungan dari skripsi yang dicoret-coret saat bimbingan.

Mempermudah revisi

Revisi menjadi salah satu momok paling besar saat bimbingan skripsi. Revisi itu pasti terjadi. Sedikit banyak, pasti ada kesalahan yang ditemukan dosen saat membimbing. Setelah sidang saja pasti akan ada revisi. Jadi, jangan terlalu dipikirkan, cukup dikerjakan.

Skripsi yang dicoret-coret akan mempermudah mahasiswa dalam revisi. Mahasiswa menjadi tahu dengan detail bagian skripsi mana yang salah. 

Seringkali, dosen juga memberikan catatan yang berisi solusi, rujukan, atau nasehat terkait bagian skripsi yang masih salah. Dengan begini, bagian skripsi yang perlu diperbaiki bisa segera dikerjakan untuk bimbingan selanjutnya dengan lebih optimal. 

Tanda keseriusan dosen memeriksa skripsi

Adanya coretan pada skripsi merupakan salah satu bentuk keseriusan dosen dalam memeriksa draft. Setiap kali bimbingan,dosen pasti akan memeriksa hasil skripsi yang sudah dibuat oleh mahasiswa. Mulai dari struktur, isi, hingga kesalahan penulisan. Semua hal ini biasanya dicek setiap kali bimbingan skripsi. 

Setiap dosen memang memiliki caranya sendiri dalam memberikan koreksi hasil skripsi mahasiswa. Namun, skripsi yang dicoret-coret memberikan kesan bahwa dosen memeriksa dengan detail setiap bagian dari skripsi. 

Saya pribadi merasa tulisan saya layak dan diapresiasi jika mampu menarik perhatian dosen pembimbing dan diperiksa secara keseluruhan.

Meminimalisir bagian revisi yang tertinggal

skripsi yang di coret-coret dosen pembimbing
skripsi yang di coret-coret dosen pembimbing

Salah satu keuntungan skripsi yang dicoret-coret adalah mahasiswa mengetahui dengan pasti bagian yang perlu diperbaiki. Jika bagian-bagian yang masih salah ini bisa diketahui dengan detail, mahasiswa bisa mengerjakan revisi dengan tuntas tanpa ada bagian yang tertinggal.

Sebelum kembali melakukan bimbingan, mahasiswa bisa dengan mudah melakukan pengecekan ulang pada semua revisi dengan melihat coretan yang ada di draft skripsi sebelumnya. Selain itu, coretan ini bisa dengan mudah menjadi petunjuk bagi dosen dan mahasiswa apabila lupa dengan bentuk revisi di pertemuan sebelumnya. Coret-coretan yang terlihat menyakitkan juga bisa helpfull ternyata.

Bisa belajar cara menulis atau menyusun skripsi yang baik dan benar

Keuntungan terakhir dari skripsi yang dicoret-coret adalah bisa belajar dari kesalahan. Sekali lagi, revisi menandakan adanya kesalahan dalam skripsi yang telah dibuat. Dari kesalahan-kesalahan yang sudah di highlight oleh dosen pembimbing, mahasiswa bisa belajar tentang cara menulis dan meneliti yang baik. 

Memang, pasti ada buku panduan skripsi yang diberikan oleh kampus. Buku panduan ini biasanya berisi struktur organisasi penulisan, contoh file-file penting, dan penjelasan lain. Namun, pasti ada banyak ilmu penulisan dan  penelitian yang tidak ada pada buku panduan skripsi. Ilmu-ilmu ini lah yang nantinya bisa kita dapatkan melalui banyak bimbingan dan revisi dari dosen.

Jadi, jangan panik dan merasa sangat sedih apabila dosen pembimbing memberikan coret-coretan pada skripsi. Coret-coretan ini bisa sangat membantu dan memberikan banyak insight bagi mahasiswa.

Semangat Pejuang Toga!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun