Kesehatan

Penyakit di Balik Lucunya Kucing

10 Agustus 2018   13:01 Diperbarui: 10 Agustus 2018   16:32 274 1 0

Bagi pencinta kucing, hewan berbulu ini pastinya sangat lucu dan menggemaskan. Tak heran, mereka akan menyayangi kucing mereka layaknya seorang keluarga. Mulai dari memberi makan hingga tidur bersama akan dilakukan karena rasa cinta mereka terhadap kucing.

Memelihara kucing memang memiliki banyak manfaat. Salah satunya dapat membuat orang yang merawatnya akan menjadi lebih sabar.

Namun, jika kucing peliharaan tidak diperhatikan kebersiham serta kesehatannya maka akan menimbulkan penyakit bagi manusia yang memeliharanya.

Mengutip dari CNNIndonesia, ada 6 penyakit yang mungkin disebarkan kucing ke manusia.

Toksoplasmosis, penyakit ini yang cukup umum di dunia. Penyebabnya adalah infeksi parasit Toxoplasma gondii. Biasanya penyakit ini dapat tertular melalui kontak dengan kotoran kucing atau air yang terkontaminasi kotoran.

Untuk ibu hamil, sebaiknya tidak kontak dengan hewan peliharaan karena dapat berisiko tinggi mengalami gangguan kehamilan seperti keguguran, kehaliran mati atau toksoplasmonis kongenital yang menimbulkan kerusakan otak, hilang pendengaran dan gangguan penglihatan pada bayi setelah melahirkan.

Penyakit yang disebabkan oleh feses kucing lainnya adalah Campylobacteriosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Campylobacter ini biasanya ditemui pada feses hewan yang terinfeksi dan produk makanan yang terkontaminasi selama proses pembuatan.

Kriptosporisiosis, penyakit yang ditularkan melalui kontan dengan feses kucing ini adalah diare yang disebabkan parasit Cryptosporidium. Selain diare, infeksi juga dapat menimbulkan kram perut, demam, kejang, dan muntah.

Cacing tambang yang mungkin hidup di usus kucing, telurnya akan keluar bersama feses. Jika manusia kontak langsung dengan tanah yang mengandung cacing maka akan timbul rasa sakit dan gatal. Lebih parah lagi, infeksi cacing tambang ini jika tertelan dapat menimbulkan pendarahan, peradangan, dan rasa sakit pada perut.

Kemudian, Bartonellosis atau cat scratch disease. Penyakit ini ditularkan kucing melalui gigitan atau cakaran kucing yang terinfeksi bakteri Bartonella henselae. Jika terinfeksi, maka muncul gejala seperti pembengkakan kelenjar getah bening khususnya pada bagian kepala, leher, dan lengan, demam, sakit kepala, lemas, kehilangan berat badan, dan hilang nafsu makan.

Terkadang kucing yang tidak terawat mengidap infeksi jamur yang menyebar pada lapisan kulit mati, rambut dan kuku. Rasa gatal dan ruam yang menyakitkan akan terjadi jika manusia berkontak langsung dengan kucing yang terinfeksi jamur. Penyakit ini sering disebut Ringworm.

Saat memutuskan untuk memelihara kucing sebaiknya dijaga kesehatannya. Perhatikan muai dari makanan, kebersihan badan kucing, kandang, hingga pasir tempat kucing buang air. Berikan vaksin pada kucing sehingga terbebas dari virus.

Dengan begitu, memelihara kucing bukan menjadi sebuah ketakukan. Kesehataan keluarga merupakan hal terpenting yang perlu diperhatikan.