Mohon tunggu...
puji handoko
puji handoko Mohon Tunggu... Editor - laki-laki tulen
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Hidup untuk menulis, meski kadang-kadang berlaku sebaliknya.

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Sayangi Nyawa, Pasang Baliho Sembarangan Membahayakan!

24 September 2020   19:30 Diperbarui: 24 September 2020   19:48 67
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tiba-tiba saja, pada hari selasa 22 September 2020 pukul 02.16 WITA, listrik di Kota Manado padam. Mereka yang tengah terlelap tentu terkejut, apalagi jika mendadak kipas angin atau pendingin ruangan berhenti menyala. Namun orang-orang hanya bisa menyalahkan PLN. Padahal, ada banyak hal yang menyebabkan mati lampu, secara umum karena terjadi gangguan jaringan.

Setelah ditelusuri, ternyata penyebabnya adalah pemasangan baliho yang menyentuh jaringan listrik. Orang-orang tak bertanggung jawab memasang baliho terlalu dekat dengan jaringan listrik dan mengkibatkan banyak orang terganggu.

Provinsi Sulawesi Utara sedang memasuki masa Pilkada. Tiga calon Gubernur bersaing ketat berebut simpati publik. Namun ternyata pemasangan baliho, reklame dan spanduk, banyak yang dilakukan sembarangan.

"Selain membahayakan warga sekitar dan warga yang melintas, juga bisa menyebabkan terganggunya aliran listrik," kata Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado, Andre Lengkong, sebagaimana dikutip republika.co.id, Rabu 23 September 2020.

Beruntung, PLNUP3 Manado bertindak cepat mencari sumber gangguan dan berhasil menormalkan kembali pasokan listrik. Hanya dibutuhkan waktu kurang dari satu jam setelah kejadian, yakni pukul 03.01 WITA, aliran listrik di daerah terdampak sudah normal kembali.

Masyarakat memang perlu diedukasi, bahwa dalam pemasangan baliho atau spanduk ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Misalnya, tidak boleh terlalu dekat dengan jaringan listrik, karena jika baliho menyenggol sedikit saja kabel listrik bisa berakibat sangat fatal, terutama bagi pemasang baliho tadi.

Ada batasan jarak aman antara jaringan listrik dengan baliho, pohon dan benda-benda lainnya dengan kabel listrik. Rata-rata harus dijaga sekitar tiga meter. Untuk atap rumah dengan kabel listrik, jarak amannya cukup satu meter.

PLN UIW Suluttenggo telah bersiaga menjaga pasokan listrik di seluruh wilayah kerja, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo. Apalagi di musim Pilkada seperti sekarang ini. PLN melakukan pemeliharaan rutin di gardu distribusi, pemerataan beban trafo, serta melakukan pengamanan jaringan.

Setiap hari dilakukan penyisiran. Pohon-pohon yang terlalu dekat dengan jaringan dilakukan pemangkasan. Petugas siaga juga selalu disediakan, agar jika terjadi gangguan segera dapat dipulihkan secepatnya. Hal itulah yang mereka lakukan saat terjadi padam lampu akibat baliho tempo hari.

Tugas untuk menjaga keandalan pasokan listrik mestinya adalah kewajiban masyarakat juga. Sebab jika terjadi gangguan, mereka juga yang dirugikan. Oleh sebab itu diperlukan kesadaran untuk menghindari beberapa kegiatan yang dapat mengganggu jaringan listrik. Misalnya memasang antena, reklame, baliho, umbul-umbul, neon box yang terlalu dekat dengan jaringan listrik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun