Mohon tunggu...
Puhid Akhdiyat Septana
Puhid Akhdiyat Septana Mohon Tunggu... ⏩⏩

" Kau adalah huruf-huruf mati yang aku beri paru-paru dan aku hanyalah tinta biasa yang kau beri rupa-rupa."

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi: Sebuah Buku Jadul yang Lupa Kau Beri Judul

26 Maret 2021   00:23 Diperbarui: 27 Maret 2021   22:21 328 55 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Sebuah Buku Jadul yang Lupa Kau Beri Judul
ilustrasi membaca buku. (sumber: pixabay.com/Anher)

Terbelalak titimangsa
Melirik tentang langunya rasa
Aku menoleh tepat dari jendela matamu yang memangsa
Tersorot jelas dari kerut senyum mu yang kadaluarsa

Tergagu semesta
Mengutarakan tentang patahnya cerita
Ia bernyanyi tepat di daun kering telinga mu yang berpesta
Terdengar jelas dari bunyi percikan air mata mu yang bercita-cinta

Tersedak cuaca
Meledakan mendung yang terbaca
Ia meneror tepat di ruang kepalamu yang menghanca
Menghancur berkeping-keping dari detak kisah yang pasca

Ternukil pustaka
Menyeruak cerita klasik yang terluka
Aku menorobos tepat di sebuah buku jadul yang lupa kau beri judul dan sekarang kau sedang gemar-gemarnya bertatap muka
Menyelinap secara diam-diam ke selembar demi selembar perasaanku yang kini telah aku merobeknya seketika

Bintaro, 26/03/21.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x