Mohon tunggu...
Puhid Akhdiyat Septana
Puhid Akhdiyat Septana Mohon Tunggu... ⏩⏩

" Kau adalah huruf-huruf mati yang aku beri paru-paru dan aku hanyalah tinta biasa yang kau beri rupa-rupa."

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Dalam Pangkuan Hujan, di Bangku Ramadan

22 Mei 2019   21:48 Diperbarui: 22 Mei 2019   21:49 73 13 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Dalam Pangkuan Hujan, di Bangku Ramadan
www.exphobia.id

Tolong jelaskan apa yang sedang terjadi? serumit inikah kebebasan menyampaikan rindu sampai-sampai hujan turun tangan suratkan gelisah di hati.

Paras cakrawala hampir pucat pasi, sakit hati barangkali dikacangin Tuan tanah yang sibuk mematok batasan kekuasaan. Dilarang keras mengunggah gubuk rindu; Meski dalam keadaan sembunyi-sembunyi.

Sayangnya malam ini aku cuma tanaman perdu liar, yang tak serindang beringin keramat tapi tak ada yang ingin berteduh dari lelahnya menggembala anak-anak sunyi.

Lebih baik melarikan diri ke rumah kosong pikirku, di luar sedang ada gerakan membungkam hujan tak boleh sembarangan demonstrasikan suara rindu. Cukuplah diam, diam dan tunggulah; Kesaktian cemeti dewa bubarkan kegelisahan ini.

Coba tolong jelaskan apa yang sedang terjadi? seangker inikah rumah hati yang kosong tak lama di tempati. Sampai-sampai dalam pangkuan hujan, di bangku ramadan ini aku harus bertanya sekali lagi; Kapan Tuhan aku mampu berdamai dengan masa laluku sendiri?

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x