Mohon tunggu...
priskalia nikenwidowati
priskalia nikenwidowati Mohon Tunggu... Guru - Pengajar di Sekolah Dasar

shaping the brain through knowledge

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Exploration of Howard Gardner's Nine Intelligences

17 November 2021   18:05 Diperbarui: 17 November 2021   18:07 867
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Peserta didik adalah individu yang unik dengan bakat dan talenta yang berbeda. Oleh karenanya pengajar sering mendapati peserta didik yang tidak dapat mengikuti pelajaran tertentu, contohnya pelajaran Bahasa Indonesia. Peserta didik tersebut kesulitan untuk merangkai kata menjadi kalimat dan sulit memahami penjelasan melalui bacaan yang diibacanya, sampai akhirnya ketika pengajar menggunakan gambar serta video dalam menjelaskan peserta didik dapat menyerap apa yang ia pelajari pada hari itu.

Contoh khasus yang lain adalah ketika seorang peserta didik yang menjadi langganan tetap sebagai topik pembicaraan pada rapat dewan guru ketika harus memutuskan kenaikan kelas. Nilai akademisnya memang terbilang sangat rendah dibandingkan teman sekelasnya kecuali pada pelajaran Kesenian ia selalu mendapat nilai tertinggi. 

Sampai pada suatu ketika ia mendapat kesempatan untuk bergabung dalam pentas tari, ia dengan sangat percaya diri menawarkan diri untuk menari sendiri di atas panggung. Gurunya memberi kesempatan dan hasilnya diluar perkiraan ia dapat mementaskan tarian yang sangat indah dan begitu menikmati tiap gerakannya. Banyak lomba non-akademis dalam bidang kesenian yang diikutinya selalu membuahkan hasil yang cemerlang yang turut mengharumkan nama sekolah.

Berdasarkan pengalaman yang dialami oleh pendidik, mari kita mengenal teori kecerdasan majemuk. Akankah teori tersebut bisa dijadikan referensi untuk memahami peserta didik demi perbaikan pelayanan pendidikan yang lebih baik.

Howard Gardner Nine Intelligences 

Howard Earl Gardner lahir pada tanggal 11 july 1943 di Pennsylvania. Gardner adalah seorang psikolog Amerika yang mencetuskan teori kecerdasan majemuk. Gardner mengemukakan bahwa manusia memiliki cara berbeda dan independen dalam memproses informasi. Teori ini merupakan kritikan Gardner terhadap teori kecerdasan standar yang berkolerasi antara kemampuan serta ukuran tradisional seperti test IQ yang mengukur kemampuan linguistic, logis dan spasial.

Gardner telah mengidentifikasi 9 multiple intelligences:

Kecerdasan Verbal Linguistik

Kemampuan untuk berkomunikasi secara lisan dan tertulis dengan baik, serta kemampuan untuk menguasai Bahasa dengan baik. Anak-anak yang memiliki kecerdasan verbal linguistik tentunya sangat menonjol pada pelajaran Bahasa. Sebagai contoh anak-anak dapat mendeklamasikan puisi dengan intonasi yang benar. Anak-anak juga dapat menekspresikan diri melalui tulisan sederhana maupun komplek dalam bentuk karya sastra.

Kecerdasan Musik 

Kemampuan dalam mempelajari kesenian dan mencipta gerakan maupun lagu. Anak-anak memahami melodi, irama, nada, vibrasi, suara dan ketukan menjadi sebuah musik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun