Mohon tunggu...
Pringadi Abdi Surya
Pringadi Abdi Surya Mohon Tunggu... Pejalan kreatif

Lahir di Palembang. Menulis puisi, cerpen, dan novel. Instagram @pringadisurya. Catatan pribadi http://catatanpringadi.com Instagramnya @pringadisurya dan Twitter @pringadi_as

Selanjutnya

Tutup

Sehat dan Gaya Pilihan

Berat Badan Turun? Jangan Lupakan Massa Otot!

23 April 2021   10:35 Diperbarui: 23 April 2021   10:40 286 10 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berat Badan Turun? Jangan Lupakan Massa Otot!
Plank. Sumber: SehatQ

Pada dasarnya, berpuasa sangat baik bagi kesehatan apabila dilakukan dengan cara yang benar. Dengan berpuasa, kita dapat mendetoksifikasi tubuh kita, membantu regenerasi sel, hingga dapat menurunkan berat badan.

Namun, tak sedikit yang berpuasa, berat badannya justru mengalami kenaikan. Ada juga yang berat badannya turun, tetapi bukan malah tambah sehat, malah jadi semakin lemah. Ini bisa terjadi karena mereka tidak berpuasa dengan benar.

Berpuasa sendiri adalah ibadah yang jamak dilakukan oleh berbagai agama dan kepercayaan. Dalam ayat berpuasa pun ada frasa "sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu". Detailnya saja yang berbeda-beda. Namun, secara medis, berpuasa sudah diakui kebaikannya hingga selain ibadah, ia juga menjadi metode diet yang dilakukan oleh berbagai pesohor. Yang masih segar dalam ingatan adalah OCD atau juga dikenal sebagai intermittent fasting yang menerapkan berpuasa untuk menyehatkan tubuh.

Lalu bagaimana cara berpuasa yang benar?

Sebagai muslim, cara berpuasa yang benar adalah mencontoh yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Pertama, Rasulullah tidak pernah melewatkan makan sahur. Dalam sebuah hadits, Rasulullah menyuruh kita untuk makan sahur karena ada keberkahan di dalamnya. Dalam riwayat, sahurnya Rasulullah berkutat pada kurma, susu, sayur dan buah dan Beliau selalu mengakhirkan sahur.

Mengikuti sunnah Rasul, artinya kita nggak boleh gagah-gagahan dengan tidak makan sahur. Sok kuat kalau tidak sahur pun bisa kuat berpuasa. Itu sama sekali tidak sehat. Apalagi sengaja nggak tidur untuk sahar di awal dini hari.

Ya, yang kedua, perhatikan pola tidur. Jangan kebanyakan tidur saat berpuasa. Dalam riwayat, Rasulullah tidur 1 jam sebelum Zuhur, dan meski mengurangi jam tidur pada malam hari untuk mengisinya dengan ibadah, Rasulullah tetap tidur setelah bertarawih dan bangun untuk salat tahajud dan setelah itu tidak tidur lagi. Nah, siapa yang suka tidur lagi setelah makan sahur atau setelah sahur lalu bablas sampai siang? Itu sama sekali nggak baik, ya.

Ketiga, menyegarakan berbuka. Yang sering disinggung adalah Rasul berbuka dengan kurma dan air putih. Ini sebenarnya pesan kesederhanaan. Namun, menu berbuka puasa Rasulullah juga menyukai buah-buahan seperti anggur dan zaitun. Selain itu, Rasulullah juga menyukai daging domba dan kacang-kacangan.

Berat Badan Turun, Tapi Tidak Sehat?

Nah, jika itu dilakukan, seharusnya, berat badan kita akan turun 1-4 kilogram dalam 1 bulan penuh berpuasa. Namun, penurunan berat badan belum tentu hal baik karena bisa jadi bukan lemak yang berkurang, melainkan massa otot.

Hal ini bisa disebabkan oleh pola makan yang keliru saat berpuasa. Rasulullah SAW sudah mengajarkan pola makan. Keseimbangan nutrisi tetap dikedepankan. Dan salah satu titik tekannya adalah adanya asupan protein yang cukup seperti daging, telur, dan kacang-kacangan saat berbuka puasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN