Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Belajar "Caring Leadership" Lewat Buku "Segelas Kopi dan Segudang Cerita Karier"

20 Oktober 2021   10:04 Diperbarui: 21 Oktober 2021   20:01 695
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"....bisa saja suami akan selalu cenderung merasa terancam jika perannya sebagai tulang punggung keluarga diambil alih oleh istri. Oleh karena itu, aku sarankan pada Siska untuk tidak menyombongkan penghasilannya yang lebih besar. Malah, sesekali mintalah dibelikan sesuatu oleh suami. Terkadang istri tidak meminta bukan karena merasa sudah mampu, tapi karena merasa tidak mau merepotkan." (hal. 22).

Masih banyak cerita-cerita inspiratif lain yang bisa kita ambil pelajaran dan hikmahnya, baik dalam lingkup pengembangan karir maupun dalam kehidupan sehari-hari. Gaya bertutur Elin Waty yang ringan dan apa adanya membuat cerita-cerita di dalam buku ini tidak terkesan menggurui. Malah mengalir seperti membaca pengalaman orang lain yang berkaitan erat dengan permasalahan kita sendiri.

Dua Langkah Sederhana Menjadi Pemimpin yang Peduli

Dalam acara peluncuran buku Segelas Kopi dan Segudang Cerita Karier, Elin Waty berharap dapat berbagi semangat kepedulian dan optimisme, pengejawantahan dari spirit DoGether yang diusung Sun Life. Melalui buku ini pula Ia juga ingin berbagi pesan tentang optimisme, motivasi, dan semangat untuk pantang menyerah. 

Lebih dari sekedar cerita inspiratif, saya menganggap buku ini juga mengungkapkan sisi lain dari Caring Leadership yang diterapkan Elin Waty. Ada dua langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap pemimpin untuk menunjukkan kepedulian mereka kepada karyawan:

Mendengarkan secara aktif

Mendengarkan dapat membuat kita menjadi pemimpin yang lebih baik dan menunjukkan kepada karyawan bahwa peduli terhadap mereka. Namun lebih dari sekedar mendengarkan, pemimpin yang baik harus mampu mendengarkan secara aktif.

Mencoba memahami apa yang orang lain katakan dengan dan tanpa kata-kata, memparafrasekan (mengulang dengan kata-kata sendiri) apa yang kita dengar, menyisakan ruang untuk keheningan, dan menahan keinginan untuk memberikan solusi adalah aspek kunci dari mendengarkan secara aktif. Salah satu metode yang dapat membantu kita dalam mengembangkan keterampilan mendengarkan secara aktif adalah dengan membuat catatan dari setiap percakapan yang lakukan dengan karyawan.

Inilah yang dilakukan Elin Waty. Buku Segelas Kopi dan Segudang Cerita Karier adalah satu bukti Presiden Direktur Sun Life Indonesia ini mendengarkan secara aktif permasalahan karyawan yang ditemuinya. Elin Waty mendengarkan, mengulang permasalahan, dan menuliskannya hingga bisa menjadi sebuah cerita yang dibukukan.

Mendengarkan secara aktif dapat membuat kita menjadi pemimpin yang lebih baik (unsplash.com/Mimi Thian)
Mendengarkan secara aktif dapat membuat kita menjadi pemimpin yang lebih baik (unsplash.com/Mimi Thian)

Mengajukan Pertanyaan Sederhana

Banyak pemimpin enggan mengajukan pertanyaan sederhana dan lebih pribadi kepada karyawannya. Padahal, seringkali pertanyaan tentang preferensi, pemikiran, atau kehidupan pribadi dan keluarga seseorang sangat kuat untuk meningkatkan bagaimana perasaan karyawan yang didukung oleh atasan mereka.

Berbagai cerita dari karyawannya didapatkan Elin Waty setelah mengajukan pertanyaan sederhana, seperti:

"Jadi siapa yang menjaga anak kalau kamu dan suami bekerja? (Aku Ingin Promosi, Tapi Aku Perempuan, hal. 49).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun