Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Foodie Artikel Utama

Gurihnya Tempe Kacang, Pangan Lokal Bernutrisi Khas Malang

23 Februari 2020   07:58 Diperbarui: 23 Februari 2020   21:15 3838
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tempe Kacang goreng tepung, gurihnya tidak kalah dengan tempe kedelai (dokpri)

Tempe tidak selalu dibuat dari kedelai. Di kota Malang dan sekitarnya (kabupaten Malang dan Kota Batu), ada tempe yang unik dan rasanya tidak kalah enak dengan tempe kedelai biasa.

Bahan bakunya dari bungkil kacang tanah. Namanya Tempe Bungkil atau Tempe Kacang, pangan lokal bernutrisi khas Malang.

Sampai sekarang, belum diketahui siapa yang pertama kali memperkenalkan proses pembuatan tempe kacang. Tidak ada dokumentasi sejarah yang bisa memberitahu kita sejak kapan dan mengapa tempe jenis ini diproduksi dan dikonsumi masyarakat malang.

Di pasar-pasar tradisional kota Malang seperti pasar Merjosari, Kebalen atau Kedungkandang, tempe kacang dijual mulai harga 2 ribu rupiah per balok (ukuran sekitar 5 x 8 x 2 cm). 

Masyarakat Malang menyukai jenis tempe ini karena rasanya yang unik dan dianggap lebih gurih dari tempe kedelai biasa.

Tekstur tempe kacang lebih kasar dan kurang padat dibandingkan tempe kedelai. Kalau tidak hati-hati saat memegangnya bisa ambyar. Karena itu, tempe kacang tidak bisa dijadikan bahan tambahan untuk sayur lodeh, atau dijadikan sambal goreng tempe misalnya.

Biasanya, tempe kacang disajikan dengan cara digoreng memakai tepung, meskipun kalau digoreng langsung juga bisa dan rasanya juga tak kalah enak.

Cara Pembuatan Tempe Kacang

Perbedaan tempe bungkil kacang dengan tempe kedelai biasa tentu saja terletak pada bahan bakunya. 

Menurut SNI (1992, 1996), bungkil kacang tanah (peanut press cake) merupakan produk hasil ikutan atau ampas hasil penggilingan biji kacang tanah setelah diekstraksi minyaknya secara mekanis (expeller) atau secara kimia (solvent).

Di Indonesia sendiri dikenal 2 jenis bungkil kacang yang dijual di pasaran, yaitu bungkil kacang tanah biasa dan bungkil kacang tanah bahan baku pakan. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahan ini layak dikonsumsi. Biasanya bungkil kacang tanah ditepungkan untuk menjadi bahan tambahan pembuatan roti. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun