Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Air Mineral Gelas Mini, Hemat Air atau Malah Boros Plastik?

9 September 2019   00:22 Diperbarui: 9 September 2019   00:35 363
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
papan edukasi daur ulang di smart drop box (dokpri)

Setelah menjadi B-Corps, pertimbangan dari sisi lingkungan menjadi tujuan utama PT. Tirta Investama. Model bisnis berkelanjutan seperti ini selaras dengan tujuan global perusahaan induk Danone yang memiliki slogan 'One Planet One Health'.

Kembali pada pertanyaan balik yang dilontarkan Direktur Komunikasi Danone Indonesia ini, saya jadi berpikir ada benarnya juga. Meskipun porsi air minumnya sudah dikurangi, masih banyak dan masih sering saya melihat masyarakat tidak menghabiskan air minum di kemasan gelas plastik mini tersebut. 

Setelah dicoblos, mereka hanya minum sedikit untuk kemudian dibuang begitu saja. Ketika merasa haus lagi, mereka pun mencoblos gelas air minum yang lain, alih-alih menghabiskan yang sebelumnya.

Dengan begitu, klaim hemat air tidak sepenuhnya benar. Yang terjadi malah pemborosan sampah plastik. Kemudian, adakah jaminan gelas plastik bekas tersebut bisa dijadikan sumber daya yang berkelanjutan?

Tiga pilar perintis AQUA untuk lingkungan yang lebih baik

Kampanye hemat air seharusnya selaras dengan kampanye pengurangan sampah plastik karena keduanya sama-sama menjadi isu global dan faktor penting dalam penyelamatan lingkungan. Masih banyak cara untuk menghemat air . Sementara sedikit sekali upaya untuk mengurangi penggunaan plastik. Dalam hal ini, apa yang sudah dilakukan Aqua bisa dijadikan contoh.

Sebagai perusahaan B-Corps, komitmen Danone-Aqua dalam membantu target ambisius pemerintah untuk mengurangi sampah plastik sebesar 70% sampai tahun 2025 patut diacungi jempol. Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia tahun 2018 kemarin, PT. Tirta Investama meluncurkan kampanye #BijakBerplastik.

Dalam siaran persnya (5/6/2018), Presiden Direktur PT. Tirta Investama (Danone-AQUA), Corine Tap mengatakan tujuan dari gerakan #BijakBerplastik ini adalah "...untuk melibatkan sesama orang Indonesia dalam berkontribusi pada budaya baru daur ulang dan kepedulian dan keterlibatan lingkungan."

Gerakan #BijakBerplastik disandarkan pada tiga pilar perintis, yakni:

1. Meningkatkan Pengumpulan Sampah Plastik

Komitmen pertama Danone-AQUA adalah untuk memulihkan lebih banyak plastik dari lingkungan. Komitmen ini dilakukan dengan memperluas program bisnis sosial untuk mengumpulkan dan mendaur ulang sampah plastik, dan dengan mendukung teknologi perintis untuk memulihkan lebih banyak limbah dari alam. 

Sejak 2010, Danone Ecosysteme dengan Danone-AQUA telah mendukung bisnis sosial yang ditujukan untuk Koleksi Plastik Inklusif di Indonesia. Bekerja dengan komunitas pemulung, Danone sudah mengumpulkan 12.000 ton per tahun untuk didaur ulang, melalui enam pusat pengumpulan.

2. Mendukung Edukasi Daur Ulang Sampah Plastik

Danone-AQUA berkomitmen untuk memimpin kampanye nasional pendidikan daur ulang di sekolah, domain publik dan untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan pengecer untuk memimpin dan mengaktifkan budaya daur ulang konsumen di kota-kota besar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun