Harapan Baru
Harapan Baru

Berjuang Demi Harapan Baru

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Sudirman Said, Duri dalam Daging di Tim BPN Prabowo Sandi

11 Januari 2019   11:47 Diperbarui: 18 Januari 2019   23:16 922 10 1
Sudirman Said, Duri dalam Daging di Tim BPN Prabowo Sandi
Sumber : maritimeobserver.com

 

Sudirman Said bukan sosok yang baru kita dengar, beliau Mantan Menteri ESDM yang dicopot Presiden Jokowi yang heboh dengan Kasus "Papa Saham", dan juga merupakan Mantan CagubJateng 2017 bersama Ida Fauziyah yang kalah dengan Pasangan Ganjar Pranowo dan Gus Yasin.

Sudirman Said saat ini masuk di Dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi dengan menjadi Direktur Materi dan Debat.  Keberadaan Sudirman Said di Tubuh Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi saat ini bisa menjadi Duri Dalam Daging dan membuat Kalah Pasangan Prabowo Sandi nantinya!!

Penyebabnya, Yaitu Kedekatan dengan Ketua Dewan Kornas Bagus Bawana Putra, yang baru-baru ini ditangkap oleh Pihak Berwajib terkait Berita Hoax Surat SuaraTercoblos sebanyak 7 Kontainer tersebut. Hal ini menjadi peluru ampuh untuk menyerang pasangan Prabowo Sandi, dengan dukungan media elektronik, media massa dll berita ini sudah disebarkan bahwa Prabowo Sandi Dalang dibalik Berita Hoax tersebut, Cara ini jelas merugikan Prabowo Sandi.

 

Sudirman Said dan Bagus Bawana Putra adalah kolega yang sudah lama bekerja sama, salah satunya,  Bagus membantu Sudirman Said di Petarungan Pilgub Jateng 2017 yang lalu, walaupun kurang beruntung hubungan bisnis terus berjalan, tersirat kabar bahwa pemberitaan media terusmengiring opini bahwa Bagus Bawana Putra diperintah oleh orang yang ada di Dalam Badan PemenanganNasional Prabowo Sandi untuk menyebarkan berita hoax tersebut.

 

Selain itu pula, Salah Satu Bohir Sudirman Said di PilgubJateng 2017 yaitu Ketua Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) RohmadHadiwijoyo, baru-baruini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.


Ia disangka melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Rohmad diduga tidak mampu mengembalikan uang pelapor senilai USD 8,511,036 atau setara dengan Rp 110,65 miliar.

 

Disinyalir dana penipuan tersebut, sebagian banyak digunakan sebagai dana pemenangan Sudirman Said -- Ida Fauziyah di Pilgub 2017 yang lalu, saat ini media pun coba untuk menyerang dan mengaitkan kasus rohmad ini ke Sudirman Said yang notabene saat ini di dalam Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi. 

Posisi Prabowo Sandi yang terus berjuang untuk merebut hati rakyat demi mewujudkan Indonesia Adil Makmur, seakan bisa sirna atas ulah oknum-oknum yang tidak bisa menaikan elektabiltas paslonnya, malah membuat menukik tajam elektabilitasnya dan membuat bahan serangan dari kubu Jokowi-KMA. Hal ini menjadi perhatian kita bersamaa...

 

Selain itu, yang tidak kalah penting, Dengan Menjabat Sebagai Direktur Materi dan Debat Prabowo Sandi, Sudirman Said merasa mempunyai wewenang untuk mengatur bahan-bahan dalam menghadapi debat Pilpres perdana 17 Januari 2019 mendatang.

Menurut Informasi yang ada, Bahwa baru-baru ini, Sudirman Said sempat bersitegang dengan Ichsanuddin Noorsy perihal masukan-masukan materi debat pilpres perdana 2019, harusnya dikoordinasi dengan Para Praktisi  yang mempunyai kapasitasnya untuk memberikan masukan secara keilmuan dan pengalaman sesuai kejadian yang ada, Akan tetapi hal itu tidak terjadi, Sudirman Said seperti tidak memberikan ruang untuk para pihak lain untuk bisa memberikan saran dan masuk. 

Sudiman Said merupakan Seorang Ekonom yang notabene untuk tema debat perdana seharusnya beliau bisa meminta masukan dari pihak-pihak demi mewujudkan presentasi debat yang berkualitas, bukan malah menjadi kesolidan tim pecah karena perihal ini.

 

Adanya Disharmonis yang disebabkan oleh ketegangan antar Sudirman Said dan para tokoh di tubuh Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi bisa menjadi Duri Dalam Daging dan bisa membuat kalah pasangan Prabowo Sandi, Saat ini Rakyat butuh kesolidan yang ditunjukkan bukan lagi perpecahan yang ada karen aoknum-oknum yang mungkin punya misi tertentu. Bisa jadi Ingin Prabowo Sandi Kalah dan Bisa Jadi Ingin Indonesia tidak Adil Makmur.