Mohon tunggu...
Prayitno Ramelan
Prayitno Ramelan Mohon Tunggu... Pengamat Intelijen, Mantan Anggota Kelompok Ahli BNPT

Pray, sejak 2002 menjadi purnawirawan, mulai Sept. 2008 menulis di Kompasiana, "Old Soldier Never Die, they just fade away".. Pada usia senja, terus menyumbangkan pemikiran yang sedikit diketahuinya Sumbangan ini kecil artinya dibandingkan mereka-mereka yang jauh lebih ahli. Yang penting, karya ini keluar dari hati yang bersih, jauh dari kekotoran sbg Indy blogger. Mencintai negara dengan segenap jiwa raga. Tulisannya "Intelijen Bertawaf" telah diterbitkan Kompas Grasindo menjadi buku. Website lainnya: www.ramalanintelijen.net

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Tak Perlu Ribut-ribut, Lawan Saja Covid-19 dengan Optimisme dan Hati Bersih

29 Juli 2020   11:22 Diperbarui: 29 Juli 2020   11:47 78 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tak Perlu Ribut-ribut, Lawan Saja Covid-19 dengan Optimisme dan Hati Bersih
ilustrasi melawan corona. (sumber: shutterstock via kompas.com)

Senin 27 Juli 2020, dari data worldometer dan Satgas Penanganan Covid-19, kasus positif terpapar Covid-19 di Indonesia menembus 100 ribu. Media heboh dan banyak lagi yang khawatir, Indonesia akan menjadi pandemi. 

Rasanya kok tidak. Benar, saat ini kita sedang berperang melawan covid, kalau kita perang terus pesimis, moral pasukan turun, teorinya seperti itu. Terkait serangan covid, bangsa kita sedang diuji oleh Tuhan, jangan berburuk sangka dan mestinya kita selalu optimis dan bersinergi.

Data Perbandingan
Untuk mengukur baik atau buruk, sukses atau gagal menangani covid-19 ini harus ada tolok ukur, kalau tidak kita hanya meraba- raba, bingung dan putus asa lantas pesimis. 

Penulis sudah lama mengikuti perkembangan data kasus covid di Indonesia, dan menyusun analisis dari persepsi intelijen. Logika sederhana, kini mencoba menggunakan dinamika kasus covid di AS dan Brasil sebagai juara satu dan dua.

Total kasus positif di Indonesia hingga 27 Juli 2020:
100.303 orang (ranking 24 dunia) dari penambahan 1.525 kasus dalam 24 jam.
Penambahan yang meninggal +57 (akumulasi total yang meninggal 4.838 jiwa).
Pasien sembuh 58.283 orang.
Jumlah penduduk 273.721.489 jiwa

Total kasus positif AS (ranking dua):
Kasus positif 4.386.308 orang, penambahan (24 jam) +14.469.
Total meninggal 149.964 dari penambahan yang meninggal +115.
Pasien yang sembuh 2.090.909 orang
Jumlah penduduk 331.139.904 jiwa.

Total kasus positif Brasil
Kasus positif 2.419.901 orang, penambahan dalam 24 jam +23.467 kasus.
Total meninggal 87.052, penambahan dalam 24 jam +556 jiwa.
Pasien yang sembuh 1.634.274 orang.
Jumlah penduduk 212.665.35 jiwa.

Analisis
Serangan Covid di Indonesia dengan AS dan Brasil yang diperbandingkan, dari sidi waktu relatif tidak jauh berbeda. Serangan inti covid adalah masalah kesehatan kemudian mengimbas ke komponen ekonomi dan sosial. 

Tercatat kasus positif di AS 4.386.308, Brasil 2.419.901, Indonesia 100.303 kasus. Untuk total meninggal di AS, 149.964 jiwa, di Brasil 87.052 dan di Indonesia 4.838 jiwa. Beda yang meninggal AS-Indonesia 145.136 jiwa, beda pasien yang meninggal Brasil-Indonesia 82.214 jiwa.

Apa yang bisa terbaca dari data? AS adalah negara modern, kaya, kuat, sangat maju dalam ilmu kedokteran, maaf kalau dibandingkan, kita jelas kalah agak jauh. Sementara kalau dengan Brasil hampir 11-12, tapi teknologi Brasil maju, Indonesia membeli pesawat tempur Super Tocano untuk TNI AU dan saat ini Artileri Medan (Armed) TNI AD telah diperkuat oleh roket MLRS Astros MK II yang menggentarkan buatan Brasil. 

Kita dapat ilmu demokrasi dari AS, kebebasan liberal, Brasil juga sama, rakyatnya maunya bebas, bersamba ria. Indonesia juga mirip2, enteng-enteng saja mikirnya, bayangkan ada beberapa kasus mayit covid direbut masyarakat dari Rumah Sakit, terakhir di Pasuruan dan Sulsel, jelas itu menulari. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN