Mohon tunggu...
Prajna Dewi
Prajna Dewi Mohon Tunggu... Guru - Seorang guru yang terus berjuang untuk menjadi pendidik

Humaniora, parenting, edukasi.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Hidup Menyediakan Pilihan, Ajarkan Anak Membuat Pilihan Tepat

29 Mei 2022   05:30 Diperbarui: 29 Mei 2022   09:06 1293 60 27
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Orangtua mengajarkan anak menentukan pilihan (Sumber: shuttsrstock via lifestyle.kompas.com)

Sejak kecil, makanan Eko dipilihkan oleh mama, begitu juga pakaian, buku bacaan, sepatu. Sampai saat Eko harus menentukan jurusan saat kuliah, mama pun tetap bersuara keras ikut memilih. Bagaimana kalau tiba saatnya Eko berkeluarga? 

Dijamin pasti mama juga yang akan pilihkan. Mama lupa bahwa yang akan menjalani hidup berkeluarga adalah Eko, bukan mama, namun Eko sudah terlanjur kehilangan daya pilih.

Pernah dengar kata bahwa “hidup adalah pilihan?” Maksudnya bagaimana? Kita bisa pilih gitu? Mau hidup atau mau tidak hidup?" Eh ngeri kali.

Sesungguhnya kita harus pandai memilih kalau mau hidup.

Istilah kerennya decision making skill/kemampuan pengambilan keputusan, yaitu kemampuan untuk memilih satu yang terbaik dari dua atau lebih pilihan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. 

Ketika anak masih kecil, ruang lingkup kegiatan memilihnya hanya sebatas memilih menu makanan, memilih warna pakaian, dan hal-hal ringan lainnya yang tidak akan membawa dampak negatif jika terjadi salah pilih.

Namun ketika anak beranjak dewasa, kemampuan memilih akan sangat menentukan kehidupannya. Bayangkan jika anak terpaksa kuliah pada jurusan yang tidak dia sukai akibat salah pilih. 

Begitu juga saat masuk dunia kerja, banyak keputusan-keputusan  yang harus diambilnya yang mempengaruhi perusahaan ataupun tim kerja. Apa nasibnya kalau keputusan yang dia ambil selalu salah.

Orang hidup tidak terlepas dari namanya masalah, kemampuan memecahkan masalah/problem solving skill, ditunjang oleh kemampuan memilih. 

Untuk menyelesaikan suatu masalah, terdapat beberapa alternatif cara, setiap cara memiliki implikasi masing-masing. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan