Mohon tunggu...
Putri Nabillasari
Putri Nabillasari Mohon Tunggu... Writer

Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Semarang

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Delegasi Intercultural Leaders Program oleh IYLE Mengikuti Pengabdian dan Pertukaran Budaya Antar Negara di Hanoi Vietnam

16 Agustus 2019   15:52 Diperbarui: 16 Agustus 2019   16:01 0 0 0 Mohon Tunggu...
Delegasi Intercultural Leaders Program oleh IYLE Mengikuti Pengabdian dan Pertukaran Budaya Antar Negara di Hanoi Vietnam
Dokpri

Intercultural Leader Program yang diadakan oleh IYLE (Indonesian Young Leader Expedition) 2019 merupakan wadah bagi pemuda antar negara yakni Indonesia-Vietnam. Kegiatan yang dilaksanakan tahun pertama di Kota Hanoi,  Vietnam ini diminati oleh ratusan pendaftar melalui seleksi yang ketat baik delegasi dari Indonesia maupun Volunteer dari Vietnam.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak Rabu hingga Jumat (7-10/8) ini mengusung tema "Generating Qualified Young Leaders Through Exploring and Cultural Exchange Activities".

Para delegasi terpilih berasal dari beberapa kampus yang telah bersaing dari ratusan pendaftar  dan terpilih 11 delegasi Indonesia dan 5 Volunteer terbaik terpilih dari Vietnam. Adapun delegasi terpilih dari Indonesia yakni Arfan Habibi dan Sarjuki (UNNES), Ardhita Ayu Pramesti (UI), Kalyana Mitta Kristianti dan I Komang Adi (UGM), Gabriel Paramandana Galih Novandani (PKN STAN), Fatimah Indiriaji Putri (UNJ), Alfira Cahyaning Rifami (UNAIR), Datu Puan Absa, (UB), Hesti Pawarti (UMS) dan Geta Theresia(Kementerian Keuangan RI).

Dokpri
Dokpri

Kemudian untuk para Volunteer dari Vietnam yang telah terpilih dalam seleksi yakni Nong Ngoc Tram dan Phung Chi Kien (Hanoi University), Nguyen Ha Vy (The Vietnam National Intitute of Educational Sciences), Ly Pham (HAN University of Applied Sciences), Trinh Minh Ngoc (Academy of Finance, Hanoi). Sedangkan Para Panitia yakni Ariza Bima Putra, Furry Agustini, Dwi Nurcahyo dan beberapa panitia lainnya baik dari Indonesia maupun dari Vietnam.

Pada hari pertama dilangsungkan kunjungan ke Blind Link Organization, yakni tepatnya di Omamori Spa di Kota Hanoi yang mewadahi para tuna netra yang menginspirasi untuk tetap mendapatkan hak yang sama dalam bekerja.  Kemudian dilanjutkan Kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Hanoi.

Setelah itu, para delegasi terpilih juga melaksanakan kegiatan Social Volunterring di Tran Quoc Pagoda, salah satu sekolah berbasis relgius Budha di Hanoi. Para delegasi di bagi beberapa kelas untuk memberikan edukasi pembelajaran berbahasa inggris kepada para siswa-siswi. Selain itu juga, para delegasi ikut belajar berbahasa Vietnam dengan para siswa di sekolah.

Pada hari kedua, agenda diawali dengan kegiatan Hanoi Survival Challenge, yakni untuk melatih kepemimpinan, berbahasa inggris maupun vietnam, serta berkomunikasi dengan warga Vietnam untuk mencari lokasi-lokasi yang telah di tentukan dalam survival di Hanoi. Dalam hal ini, terbagi tiga tim survival baik delegasi dari Indonesia maupun Volunteer dari Vietnam.  Adapun lokasi-lokasi yang harus dicari dalam Hanoi Survival Cahallenge diantaranya: Hoan Kiem Lake, Ciang Cafe, Hong Bien Bridge, Hoan Kiem Temple, Opera House of Hanoi, St Josep Cathedral, Bubamboo dan beberapa lokasi lainnya di Kota Hanoi.

Kemudian, dilanjutkan Gala Dinner dan Awarding Ceremony yang berlokasi di Batavia Cafe, Hanoi dengan didiawali pertukaran Budaya antar Mahasiswa Indonesia-Vietnam. Perwakilan delegasi Indonesia menampilkan tarian adat dari Indonesia dan Volunteer dari Vietnam menampilkan tarian dan musik dari Vietnam. Keduanya, memberikan kesan baik adanya kerjasama Indonesia-Vietnam saling mengenalkan budaya antar kedua negara.

Dokpri
Dokpri
"Intercultural Ledaers Program oleh IYLE adalah kesempatan bagi saya untuk bisa mengenal lebih dekat mengenai budaya dan bisa mengikuti pengabdian masyarakat khususnya tepat pada musim panas (Summer) di Kota Hanoi, Vietnam. Disini saya juga banyak belajar dari teman-teman sesama delegasi, para fasilitator, dan voluteer dari Vietnam serta pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ini," ungkap Arfan Mahasiswa Ilmu Sejarah UNNES Angkatan 2016.

Hari terakhir kegiatan, para delegasi Indonesia dan Volunteer dari Vietnam mengunjungi wisata bangunan-bangunan bersejarah seperti diantaranya Ho Chi Minh  Masoleum, Temple of Literature, Hoa Lo Prison, dan beberapa bangunan lainnya di Kota Hanoi.

Arfan berharap, sebagai pemuda harus siap berkontribusi membangun bangsanya, selain itu juga turut ikut berprestasi membawa nama harum bangsa Indonesia di Kancah Nasional maupun  Internsional.