Alex Palit
Alex Palit

Membaca Bambu Mengungkap Makna

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara

Tinggal Pilih Jokowi atau Prabowo

15 April 2019   09:05 Diperbarui: 15 April 2019   09:55 109 0 0
Tinggal Pilih Jokowi atau Prabowo
Jokowi - Prabowo Subianto (foto dok. Kompas.com)

Jelang Pilpres 2019, 17 April 2019 yang tinggal dua hari lagi, semoga rakyat tidak salah pilih.

Yang pasti, rakyat Indonesia mendambakan siapapun akhirnya presiden terpilih di Pilpres 2019 adalah sosok presiden yang punya visi ke depan yang membawa perubahan menuju Indonesia baru yang lebih baik dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Siapapun presiden terpilih di Pilpres 2019, yang kita butuhkan adalah presiden yang punya visi ke depan yang membawa perubahan menuju Indonesia baru.

Di pundak presiden terpilih di Pilpres 2019 inilah, nasib, harapan, dan masa depan bangsa dipertaruhkan, mau dibawa ke mana negeri ini lima tahun ke depan.

Untuk itu mewujudkan semua itu memang diperlukan sosok kepemimpinan pemimpin yang memiliki wawasan dan gagasan visioner, pemimpin yang punya visi ke depan yang mampu membawa perubahan, pemimpin yang mampu mengembalikan kedaulatan martabat kita sebagai bangsa besar.

Terlepas nantinya #Salam2Periode atau #2019GantiPresiden, siapa pun itu yang akhirnya terpilih, haruslah menjadi sosok pemimpin yang memiliki gagasan besar visioner bernama strategi kebudayaan untuk membawa transformasi perubahan Indonesia baru yang siap menghadapi tantangan zaman globalisasi.

Karena mana mungkin sebuah bangsa akan maju menghadapi persaingan jika dipimpin oleh pemimpin yang tidak visioner.                      

Guna menghadapi itu semua, memang perlu adanya yang namanya strategi kebudayaan. Dengan gagasan besar bernama strategi kebudayaan inilah yang nantinya akan menjadi tuntunan dan arahan pada sebuah transformasi untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi bangsa ini.

Untuk itu rakyat Indonesia butuh presiden yang visioner, punya visi ke depan yang mampu membawa perubahan kehidupan masyarakat lebih baik dan sejahtera.

Sekali lagi, mana mungkin sebuah bangsa akan maju jika dipimpin oleh pemimpin yang tidak visioner, tidak memiliki visi strategi kebudayaan mau dibawa ke mana bangsa dan negeri ini.

Saat ini, Indonesia butuh pemimpin berwawasan visioner  untuk membawa perubahan bangsa ini menuju Indonesia baru yang bermartabat.

Saat ini bangsa Indonesia butuh dipimpin pemimpin yang punya visi ke depan yang mampu membawa perubahan, pemimpin yang mampu mengembalkan kedaulatan martabat kita sebagai bangsa besar.

Mengapa strategi kebudayaan menjadi penting. Karena keberadaan strategi kebudayaan itu sendiri nantinya diharapkan  merupakan bagian perwujudan dari segenap hasil pikiran kemauan serta perasaan manusia dalam rangka perkembangan kepribadiannya sebagai kepribadian bangsa.

Untuk mewujudkan semua itu dibutuhkan adanya strategi kebudayaan sebagai kekuatan yang berkenaan dengan pendayagunaan segala sumber daya suatu masyarakat, suatu bangsa.

Dengan gagasan visioner bernama strategi kebudayaan salah satunya diharapkan mampu mengembalikan spirit berbangsa sebagaimana yang pernah dibangun oleh Mahapatih Gajah Mada dengan semangat Sumpah Palapa-nya, Bung Karno dengan doktrin Trisakti-nya, atau  WR Supratmana dengan lagu Indonesia Raya-nya, guna mengembalikan kejayaan dan martabat Indonesia sebagai bangsa yang besar dan berdaulat.  

Jelang pencoblosan Pilpres 2019 yang tinggal dua hari lagi, sebelum menuju ke tempat pemungutan suara (TPS) setidaknya kita diajak untuk merenung sejenak untuk tentukan pilihan siapakah sejatinya di antara dua paslon No.01 Jokowi -- Ma'ruf Amin atau No.02 Prabowo -- Sandi yang sekiranya memiliki gagasan visoner besar bernama strategi kebudayaan, yang nantinya diharapkan mampu mengembalikan kejayaan dan martabat Indonesia sebagai bangsa yang besar dan berdaulat. Semoga!

Alex Palit, citizen jurnalis Jaringan Pewarta Independen #SelamatkanIndonesia