Mohon tunggu...
Aam Permana S
Aam Permana S Mohon Tunggu... Freelancer - ihtiar tetap eksis

Mengalir, semuanya mengalir saja; patanjala

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Saya Bangga Pernah Jadi Wartawan (3)

16 Agustus 2021   09:33 Diperbarui: 16 Agustus 2021   09:35 462
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pelatihan kilat dan pembekalan lain dari awak redaksi HU Pikiran Rakyat dan manajemen PT Pikiran Rakyat akhirnya tuntas. Tibalah saatnya penugasan wartawan baru ke daerah. Saya ternyata ditugaskan di Ciamis, untuk membantu SK Priangan di wilayah Ciamis.

Ada tiga orang yang ditugaskan di Ciamis. Selain saya, ada Yedi Supriyadi dan Abdul Rochim, sebelum pindah ke Fajar Banten. Dengan dikirimnya saya ke Ciamis, maka di Tatar Galuh ada lima wartawan HU Pikiran Rakyat. Sebelumnya di Ciamis ada senior Kang Rahmat Taufik dan Kang Suherman DS (almarhum).

Selain saya, Yedi dan Abdul Rohim, wartawan baru yang diberi tugas membantu Kabar Priangan, ada dua orang lagi, yakti Erwin Kustiman dan Irfan Suryadireja. Namun keduanya ditugaskan di wilayah Tasik, langsung di markas Kabar Priangan. Saya sering bertemu mereka, jika diadakan rapat redaksi seminggu sekali.

Usai menerima SK sebagai wartawan HU Pikiran Rakyat bertanggal 7 September 1999, saya berangkat ke Ciamis. Tujuan utama Posko PR di Jalan Jendral Sudirman, sebuah rumah tua yang konon pernah ditinggali Rahayu Efendi, ibunda Dede Macan Yusuf  Efendi yang kini anggota DPR RI. Sebuah rumah yang, saya rasakan, ditunggui makhluk astral. Hehehe.

Bertiga kami tidur di Posko, mengisi beberapa ruangan dan kamar yang ada. Di Posko, dari pagi hingga sore, kami berbaur dengan bagian administrasi PR dan grup PR lainnya, serta dengan sejumlah loper koran. Di posko juga kami mengirimkan berita menggunakan perangkat modem, yang langsung tersambung ke redaksi di Jalan Soekarno-Hatta Bandung.

Tugas kami waktu itu, selain menyuplai berita ke Desk Daerah HU Pikiran Rakyat yang  digawangi Kang Endi Sungkono, juga menyuplai berita ke Sk Priangan yang pemrednya saat itu Kang Wawan Djuwarna. Sebelumnya, Kang Wawan jadi Desk Daerah HU Pikiran Rakyat.

Oh ya, Pikiran Rakyat dulu punya pos komando (Posko) atawa kantor perwakilan di tiap daerah. Hampir semua bangunannya milik perusahaan. Tiap kantor perwakilan punya pimpinannya sendiri dengan tugas utama mengembangkan koran di lingkungan Grup PR.

Khusus di Ciamis, Posko atau kantor perwakilan PR itu, dulunya adalah Kantor Redaksi Mitra Desa (mingguan, masih milik PT PR) yang kemudian berganti nama jadi Mitra Bisnis. Saya sebelum masuk ke Galura dan PR, pernah mengenal Mitra Desa. Mengenal nama senior Rahmat Taufik dan Suherman DS juga, ya dari Mitra Desa.

Selamat tinggal Galura

dokpribadi
dokpribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun