Mohon tunggu...
Yudha Adi Putra
Yudha Adi Putra Mohon Tunggu... Penulis - bekerja untuk keabadian

Penulis ~ @perlukuan ~ Mahasiswa Fakultas Teologi ~ Universitas Kristen Duta Wacana ~

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Polusi, Berdampak pada Perubahan Iklim?

4 Oktober 2022   21:28 Diperbarui: 4 Oktober 2022   21:29 102 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana Adalah Platform Blog. Konten Ini Menjadi Tanggung Jawab Bloger Dan Tidak Mewakili Pandangan Redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Polusi, Berdampak pada Perubahan Iklim ?

Sebuah Artikel Karya Yudha Adi Putra

              Perubahan iklim yang mengalami kontradiksi selama kemunculan beragam polusi mendorong masyarakat untuk menyusun rangkaian kebijakan dan tindakan dalam rangka menyelamatkan lingkungan. Persoalan perubahan iklim menjadi fenomena yang dirasakan berbagai pihak. Hal ini karena hubungannya saling berkaitan, terutama karena adanya polusi. Salah satu upaya penting pemerintah yang perlu dilakukan adalah melalui undang-undang dalam merespon polusi serta dampaknya terhadap perubahan iklim. Undang-undang itu muncul dalam koordinasi yang kontekstual dalam pelaksanaannya di lapangan. Salah satu peran pentig dari undang-undang adalah jaminan kebijakan. Kenaikan polusi secara bertahap menjadi pendukung perubahan iklim yang tidak menentu. Dampaknya mulai dirasakan, misalnya dalam hal cuaca yang dengan cepat mengalami perubahan. Hujan dengan insentitas tidak merata juga menjadi indikator penting. #SelimutPolusi #MudaMudiBumi #UntukmuBumiku #TeamUpForImpact 

              Pengamatan mengenai perubahan iklim juga memperhatikan berkembangnya polusi yang ada. Polusi itu ada beragam, tidak hanya berkaitan dengan udara saja. Rencana berbagai industri dan pemakaian kendaraan bermotor yang masih memang menjadi pendukung polusi utama. Tetapi, limbah cair yang dibuang sembarangan. Itu juga memiliki implikasi pada hadirnya perubahan iklim dengan berbagai dampak buruknya. Tren global mulai banyak menyuarakan kesadaran untuk merespon perubahan iklim, dimulai dari bagaimana meminimalisir adanya polusi. Pemerintah perlu meninjau ulang keberadaan berbagai aktivitas bersama yang menjadikan polusi. Upaya analisis kepentingan dapat dilakukan, setidaknya untuk memunculkan alternatif pilihan yang lain. Tidak hanya langsung berfokus pada solusinya bagaimana. Melainkan, memiliki penjelasan dan alasan mengenai kepentingan yang berdampak pada perubahan iklim dengan jelas. Keadilan akses menjadi perhatian dan adanya kriteria tertentu akan membantu. #SelimutPolusi #MudaMudiBumi #UntukmuBumiku #TeamUpForImpact 

Membiasakan Merespon Polusi

              Tanpa adanya kontribusi bersama, terutama berkaitan dengan kebiasaan. Merespon perubahan iklim akan menjadi persoalan yang berkelanjutan. Polusi sebenarnya juga menjadi hasil dari kebiasaan yang membudaya dalam masyarakat. Apalagi, ketika keberadaannya sudah menjadi kontruksi pendukung dalam kehidupan. Itu akan memberatkan pelaku industri, ketika diperhadapkan dengan perubahan beserta analisis dampaknya terhadap lingkungan hidup. Pelaku industri bersama masyarakat yang menimbulkan polusi, tidak hanya pada industri besar saja. Melainkan, pada mobilitas sehari-hari dengan bahan bakar yang tentu menghasilkan polusi udara. Pelaku usaha memiliki kewajiban dengan penetapan akan dampaknya terhadap lingkungan berdasarkan analisis kepentingan. Masyarakat akan mendukung dengan beralih pada berbagai upaya kelestarian lingkungan hidup. Kemunculan profesi hijau, dinamika yang memperhatikan nilai ekologis menjadi perlu dipromosikan. Skema baru dalam merespon perubahan iklim, tentu tidak hanya pada industri saja. Ada potensi lain, dimana semua pihak dengan berbagai kebiasaannya turut berperan.

              Kebijakan yang perlu dikembangkan akan semakin mendukung adanya ekosistem dengan meminimalisir dampak buruk dari perubahan iklim. Kebijakan akan membantu dalam memperbaiki kebiasaan yang sudah terlanjut terjadi. Kenaikan suhu bumi, dapat direspon dengan penanaman kembali hutan. Namun, apakah persoalannya hanya demikian saja. Seolah langsung fokus pada kecocokan solusi, padahal di dalamnya terdapat kepentingan ekonomi yang mungkin saja tidak bisa tergantikan. Muatan nilai lokal, bahkan agama juga turut berperan dalam kemunculan perubahan iklim dengan dampak buruk. Adanya kesadaran akan berbagai kebiasaan serta nilai yang mendukung adanya perubahan iklim tentu akan membawa kesadaran bahwa perubahan iklim tidak hanya faktor industri saja. Ada banyak kegiatan dan faktor yang berperan. Dimana ketika dilihat, itu menjadi kebiasaan yang saling berkaitan dan memunculkan pembatasan gerak karena sudah menjadi sebuah ekosistem dengan keuntungan tidak tergantikan. #SelimutPolusi #MudaMudiBumi #UntukmuBumiku #TeamUpForImpact 

Waktu dan Proses Implikasi

              Dengan memperhatikan berbagai hal pendukung adanya perubahan iklim. Secara umum, memang banyak kebiasaan yang perlu diubah supaya bisa mendukung pemulihan secara bertahap. Tetapi waktu yang tepat untuk memulai adalah sekarang dan keberlanjutan menjadi kunci utamanya. Selain itu, meningkatkan kesadaran bersama untuk meminimalisir polusi menjadi kegiatan mutlak melalui berbagai bentuk tindakan dan kebijakan yang memiliki strategi. Seperi kemunculan berbagai inovasi dan ekonomi hijau, memperluas dampak terhadap lingkan yang hijau, serta strategi untuk membuat alternatif bahan bakar. Masyarakat bersama perlu berfokus pada analisis kepentingan dan memberikan alternatif pilihan dalam merespon perubahan iklim. Jadi ada proses implikasi setiap tindakan yang diperhatikan. Tidak hanya berfokus pada persoalan, lalu mencari solusi dengan asal memberikan kecocokan tanpa adanya pengertian yang memadai. Itu memerlukan waktu dan proses. Beberapa mendasarinya dengan penelitian serta bentuk pengembangan dalam tindakan.

              Untuk merespon perubahan iklim, tidak hanya pada polusi saja. Polusi memang menjadi pendukung adanya perubahan iklim. Hal ini menjadi persoalan bersama. Bagaimana meresponnya, menjadi penting untuk memperhatikan kebiasaan dan merubahnya. Prinsipnya tidak langsung pada solusi saja. Melainkan memberikan kejelasan pada waktu dan proses yang melatarbelakangi berbagai macam kepentingan. Kepentingan itulah yang membawa pada banyaknya polusi. Karena ada banyak kepentingan, tetapi sumber daya terbatas. Maka, banyak tindakan yang dilakukan sering menjadi abai terhadap keberlanjutan. Mengurangi polusi akan lebih berdampak ketika memperhatikan kepentingan dan memberikan altenatif pada berbagai tindakan. Bahkan akan menciptakan kemungkinan yang memberdayakan. Keberhasilan merespon perubahan iklim akan lebih ketika memperhatikan setiap pelakunya. Dalam hal ini, masyarakat dengan berbagai tindakannya. Faktor lain juga turut menentukan, akan tetapi menjadi penting untuk berfokus pada apa yang bisa dilakukan. Sekarang dan berkelanjutan. #SelimutPolusi #MudaMudiBumi #UntukmuBumiku #TeamUpForImpact 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan