Mohon tunggu...
Mudy
Mudy Mohon Tunggu... -

Rakyat kecil tinggal di Jakarta, pensiunan swasta, Pancasilais, republiken, ultra-nasionalis. Anti NeoLib-ASEAN-C, anti religio-fascist, anti rezim-status-quo-koruptor. https://mudy45.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Perang Gallipoli, Happy Anzac Day

25 April 2015   13:25 Diperbarui: 17 Juni 2015   07:41 2534
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Perang Gallipoli, PD1

Happy Anzac Day

Perang Gallipoli adalah salah satu perang paling berdarah pada PD1, dimana Entente (Britania Raya dan Republik Prancis) melakukan invasi skala besar ke Kesultanan Islam Ottoman. Pendaratan pasukan Entete (Inggris, Prancis, Australia, New Zealand dengan elemen pasukan India) dari Mediterranean Expeditionary Force (MEF) dipimpin oleh Jenderal Hamilton dimulai 25 April 1915 gagal menembus pertahanan Army Kelima Ottoman yang dipimpin oleh Field Marshal Liman von Sanders, selama 8 bulan pertempuran berdarah. Ratusan ribu tentara gugur dari kedua belah pihak.

Pasukan MEF Entente mendarat di tiga lokasi:

- Cape Helles

- Anzac Cove

- Suvla Bay

Ketiganya berada di wilayah pertahanan Korps III Ottoman yang dipimpin oleh Esat Pasha, membawahi Divisi 7, 9, 12, dan 19. Dengan divisi cadangan dari Korps IV.

Sebagai perbandingan, pada perang kemerdekaan, seluruh Indonesia dikuasai Inggris

Pendaratan tanggal 25 April dilakukan di Cape Helas dan Anzac Cove. Pendaratan tidak terjadi mendadak karena sejak Maret niat MEF sudah nyata. Field Marshal Sanders memiliki 4 minggu untuk mempersiapkan pertahanan. Pasukan Ottoman di reformasi selama 12 tahun oleh Jerman, dipimpin Baron von Goltz sebagai penasehat Sultan. Hampir seluruh alutsista Ottoman dibeli dari Jerman, sehingga pasukan Ottoman di Gallipoli cukup moderen.

Sekalipun demikian kali ini Ottoman berhadapan dengan MEF Inggris yang persenjataannya jauh lebih lengkap, serta didukung supremasi laut, dimana naval gun Inggris dan Prancis dapat menjangkau jauh ke daratan. Keunggulan alutsista utama Inggris adalah jumlah artileri dan senjata mesin yang di zaman itu merupakan senjata state-of-the-art.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun