Mohon tunggu...
bahrul ulum
bahrul ulum Mohon Tunggu... Kompasianer Brebes Community (KBC) - Jawa Tengah

Apa yang ditulis akan abadi, apa yang akan dihafal akan terlepas, ilmu adalah buruan, pengikatnya adalah tulisan, ikatlah dengan kuat buruan mu itu. (KBC-01)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Rejeki Itu Seperti Bayangan

27 September 2020   11:40 Diperbarui: 27 September 2020   11:44 37 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Rejeki Itu Seperti Bayangan
Bayangan Pribadi (Dokpri)

Sebuah cerita nyata, teman saya pedagang buah pisang, setiap hari mencari pisang yang mau dibeli, seharian dia jalan dengan melirik pekarangan yang punya kebun pisang, jika ada yang tua, lalu ditanyakan ini milik siapa, lalu ditanyakan mau dijual apa tidak, begitu setiap harinya, saat dia datang ke rumahku ditanya, mas bahwa rejeki itu seperti ayang-ayang atau bayangan.

Dulu saya mencari pisang dari kebun satu ke kebun yang lain, seharian tidak dapat, eh saat mau istirahat dirumah, kemudian tetangga datang, mbakyu saya punya uwit pisang 3 tundun, mau dijual, lalu langsung dia merenung, oh ini rejekiku ternyata, sehari jalan bersusah payang, eh kalau belum rejekinya juga ga dapat, tapi saat tidak dicari, ternyata datang sendiri itu rejeki. 

Diantara rejekimu itu ada yang seperti bayanganmu. Dia ada di sampingmu setiap saat. Hanya karena kerakusan kita memimpikan rejeki segunung…

Kemudian, saat bertemu dengan KH. Subhan Makmun Pengasuh Ponpes Assalafiyah Brebes, juga diberika nasehat, rejeki itu kaya ayang-ayang mas ulum, dikejar terus tidak dapat, tidak dikejar ternyata datang sendiri, namun tetap kita harus berusaha dengan kerja keras tidak bisa kemudian malas-malasan, sama halnya dengan menulis, bahwa orang menulis itu ibarat mengikat ilmu, karena ilmu itu harus diikat agar tidak lupa, apa yang dilakukan oleh mas ulum dalam menulis itu ibarat menambah ilmu, pastinya akan dapat banyak referensi baru, dan akan mendapatkan pengetahuan dari hobi ketekunan menulis. 

Ulama besar itu ilmunya masih langgeng dan diterima oleh ulama sekarang karena mereka itu mau menulis dalam kitabnya, kitab yang ditulis lewat penanya, kemudian di cetak dan disebarluaskan sebagai ilmu, disinilah betapa pentingnya orang belajar ilmu. 

Sementara itu terkait rejeki, Ali bin Abi Thalib berkata: Ada dua jenis rejeki: rejeki yang Anda cari dan rejeki yang mencari Anda; apabila Anda tak mencapainya, ia akan datang kepada Anda. 

Karena itu janganlah Anda palingkan kecemasan Anda sehari ke dalam kecemasan Anda setahun. Apa saja yang Anda dapat setiap hari akan cukup bagi Anda untuk hari itu. Apabila Anda hidup sepanjang tahun sekalipun, Allah Yang Maha tinggi akan memberikan kepada Anda setiap hari berikut apa yang telah ditentukannya sebagai bagian Anda. 

Kita tidak boleh pasrah dengan keadaan yang ada, pastinya kita harus bersungguh-sungguh dalam bekerja pasti akan ada hasil, sebuah proses yang baik akan mendapatkan hasil yang baik. Begitupula kalau kita ingin mendapatkan sesuatu hal juga harus berjuang tidak bisa tiba-tiba atau ujug-ujug. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x