bahrul ulum
bahrul ulum Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat

" Ikatlah Ilmu dengan menulis, semua perubahan mesti berproses, Tetap Berusaha dan Kerja Keras, Man Jadda Wa Jadda "

Selanjutnya

Tutup

Tekno Pilihan

Mengenal "Smart City Makasar" Sebuah Aplikasi Holistik Atasi Keluhan Warga

11 Januari 2018   07:12 Diperbarui: 11 Januari 2018   09:17 490 0 0
Mengenal "Smart City Makasar" Sebuah Aplikasi Holistik Atasi Keluhan Warga
dokpri

Penulis mengapresiasi bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Makasar setelah melihat langsung aplikasi smart city, info ini didapat penulis ketika bertemu langsung dengan salah satu ketua RW Kota Makasar yang sedang menjalankan ibadah umroh di tanah suci.

Penuturan Ketua RW yang tidak mau disebutkan namanya, Dia menunjukkan salah satu handphonenya merk oppo dengan ada aplikasi smart city makasar yang sudah terhubungkan dengan aplikasi internet.

Keluhan warga dengan mudahnya disampaikan diaplikasi tersebut, ambil foto lokasi keluhan, kasih narasi keluhan, lalu kirim, maka akan muncul secara online dan warga lain pun bisa melihat info tersebut, dan pihak Pemkot akan segera menindaklanjutinya.

Tampilan belakang HP-Doc Pribadi
Tampilan belakang HP-Doc Pribadi

Baginya ini adalah terobosan yang bagus dan bukti keseriusan pemerintah kota sekaligus juga ada dukungan bagi RT/RW dengan memberikan bantuan dana satu juta per bulan dan pilihan RT/RW pun secara serentak dengan model warga memilih dan ada TPS nya.

Smart City Kota Makassar memang layak untuk di menjadi tempat belajar bagi Kabupaten Kota yang belum memiliki model layanan publik berbasis RT/RW. Smart City Makasar adalah salah satu contoh model dari 25 percontohan smart city di Indonesia yang dianggap cukup berhasil baik dari dukungan kuat Pemkotnya dan juga peranserta warganya.

Gerakan sinergi antara lembaga pemerintah dan swasta di Indonesia, dimana selama satu tahun pemerintah kota dan kabupaten yang terpilih ini mendapatkan bimbingan dari tim ahli yang dibentuk Pemerintah Pusat. Tim tersebut akan membantu meletakkan aspek-aspek fundamental dalam pengembangan smart city. Makassar sendiri dikenal sebagai salah satu kota yang giat mewujudkan smart city.

Tahap kedua hingga Tahun 2019, akan dikembangkan lagi 75 lagi, sehingga akan ada 100 kab/kota yang sudah memilili layanan smart city.  Daftar kota peserta tahap pertama Gerakan Menuju 100 Smart City yaitu Kota Semarang, Kota Singkawang, Kota Makassar, Kota Bogor, Kota Tomohon, Kota Jambi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Kota Samarinda, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Sedangkan untuk kabupaten, pesertanya adalah Kabupaten Sleman, Kabupaten Badung, Kabupaten Siak, Kabupaten Mimika, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Banyuwangi.

Dari 25 Kab/Kota yang punya Smart City, ternyata  Kota Makassar, Sulawesi Selatan lah menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang mendapat rekomendasi dari United Nations Development Programme (UNDP) untuk mengikuti ajang International Business Machine (IBM) Smart City Challenges 2018. 

Bersama kota di Maladewa, Makassar mewakili Asia Pacific sebagai kota yang diajukan Lembaga Jaringan Pembangunan Global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

dokpri
dokpri

UNDP menetapkan kedua kota tersebut berdasarkan tiga indikator, yakni komitmen pembangunan Makassar ke arah smart city, komitmen kepemimpinan daerahnya, dan dinamika masyarakat yang menginginkan perubahan yang lebih baik.