Mohon tunggu...
Peb
Peb Mohon Tunggu... Arsitek - Pembaca yang khusyuk dan penulis picisan. Dulu bercita-cita jadi Spiderman, tapi tak dibolehkan emak

Bersukarialah dengan huruf, kata dan kalimat. Namun jangan ambil yang jadi milik Tuhan, dan berikanlah yang jadi hak kaisar.

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Empat Orang Mafia Minyak Goreng Ditangkap

20 April 2022   04:13 Diperbarui: 20 April 2022   09:26 1702
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Mungkin zaman sekarang bisa diciptakan pepatah baru ; Sepandai-pandainya tupai berenang di danau minyak goreng, akhirnya tenggelam juga.

Kenapa harus tupai? Kenapa bukan ikan yang habitatnya adalah tempat berenang?

Jadi begini. Ikan akan ketakutan bila diperlihatkan minyak goreng walaupun minyak goreng itu bening dan bisa bikin akal sehat. Bisa menjadikannya cermat. Kilaunya bisa bikin hidup bersemangat. Ditambah iming-iming kemewahan rasa, kelezatan istimewa.

Ikan trauma dengan minyak. Terbayang tubuhnya di kuali penggorengan. Bukannya malah berenang asoy geboy, tapi menggelepar kesakitan yang didapatkan.

Sementara tupai habitatnya di pepohonan rindang, terutama pohon kelapa. Apalagi sekarang perkebunan kelapa sawit sangat berkembang pesat. Itu jadi tempat hidup yang nyaman. Cari makan sangat mudah. Baginya, kelapa sawit bagai surga. 

Tupai pinter melompat dari satu dahan ke dahan lainnya. Tupai juga paham, salah satu turunan kelapa sawit yang penting, digemari, dan populer adalah minyak goreng yang sangat dekat dengan dunia emak-emak. Asik, deh...

Jadi, tak hanya dipohon kelapa sawit, tupai pun bermain di minyak goreng. Berenanglah ia penuh suka cita. Namun sepandai-pandainya tupai berenang, sekali tenggelam juga.

Rakyat sedang antri minyak goreng. Sumber gambar tempo.co
Rakyat sedang antri minyak goreng. Sumber gambar tempo.co

Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok di negara ini. Kelangkaannya beberapa waktu lalu sempat bikin negara kelimpungan. Rakyat berteriak karena butuh dan ada mafia besar bermain. Mafia ini lincah seperti tupai di kebun sawit.

Tak mau berlama-lama, negara pun bertindak, melakukan pencarian para mafia itu. Akhirnya tertangkap juga. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun