Mohon tunggu...
Peb
Peb Mohon Tunggu... Arsitek - Pembaca yang khusyuk dan penulis picisan. Dulu bercita-cita jadi Spiderman, tapi tak dibolehkan emak

Bersukarialah dengan huruf, kata dan kalimat. Namun jangan ambil yang jadi milik Tuhan, dan berikanlah yang jadi hak kaisar.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Tantangan Jangka Pendek Pembuktian Pilihan Politik Moderat Taliban Afganistan

24 Agustus 2021   01:08 Diperbarui: 24 Agustus 2021   12:00 287
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Mata dunia kini mengarah ke Afganistan. Taliban mengambil alih kekuasaan negara dan pemerintahan. Kemudian mereka mengklaim diri moderat. Bagimana kenyataan di lapangan?

Taliban kini berkuasa di Afganistan. Kali ini tanpa gejolak peperangan yang berarti. Korban jiwa dan luka-luka relatif tidak banyak bila membayangkan sebuah perang dalam negeri ketika terjadi perebutan kekuasaan pada umumnya.

Terlalu pagi menilai adanya "kemajuan" dari cara berpolitik Taliban dari klaim moderat dan humanis--khususnya terhadap eksistensi perempuan dalam kehidupan sosialnya---yang digembar-gemborkan tak lama setelah mereka secara de facto menguasai  Kabul ibukota Afganistan. 

Namun juga terlalu serampangan bila beranggapan Taliban "masih seperti yang dulu", yakni ketika pertama kali mereka berkuasa tahun 1996-2001. Pada masa kekuasaannya itu rakyat Afganistan dalam tekanan dan teror. Dalam kaca mata internasional, pemerintahan Taliban Afganistan mengabaikan HAM yang berlaku universal.

perempuan dan anak-anak Afganistan, sumber gambar ; kompas.com
perempuan dan anak-anak Afganistan, sumber gambar ; kompas.com

Dalam politik kekuasaan dan kekuasaan politik, segala kemungkinan masih bisa terjadi dalam jangka waktu dekat maupun jangka waktu panjang di kemudian hari.

Kekuasaan yang kini Taliban Afganistan dapatkan tidak serta merta menghilangan perlawanan dari kelompok-kelompok lain yang berseberangan  terhadap cara berpolitik Taliban. 

Kelompok itu merupakan sisa pemerintahan Presiden Afganistan, Ashraf Ghani, beserta tentara nasional Afganistan masih banyak beredar di seantero negeri. Belum lagi kelompok-kelompok kecil sipil bersenjata (milisi) yang secara ideologi keagamaannya berbeda konsep politiknya dengan Taliban.

Mereka tidak akan tinggal diam dengan sepak terjang Taliban selama berkuasa, saat ini dan nanti. 

Dukungan masyarakat sipil pada tentara nasional dan sisa pendukung rezim presiden Ashraf Ghani yang tidak setuju pada Taliban menjadikan kekuasaan Taliban dipenuhi duri dan tidak akan berjalan mulus, khususnya dalam waktu dekat. Berbagai gejolak dan potensi konflik dalam negeri akan terus mengintai, baik secara parsial maupun komunal. Hal ini sangat menyita energi.

Pemimpin Taliban, sumber gambar ; kompas.com
Pemimpin Taliban, sumber gambar ; kompas.com

Klaim kekinian diri yang moderat sejatinya bukan cuma sebuah janji  terhadap perlakuan pada hak-hak perempuan, anak-anak dan kaum minoritas. Bukan pula pencitraan pemimpin Taliban dalam berbagai video dan foto yang menggambarkan hubungan dagang dengan China, Rusia, dan negara-negara lainnya, melainkan bagaimana mereka mengelola perbedaan di dalam negeri,  dan menyelesaikan konflik internal dalam waktu dekat  antar sesama anak bangsa Afganistan. 

Moderat itu bisa dibuktikan dengan elegan bagaimana mereka melakukan penghentian rangkaian konflik  dengan kelompok-kelompok yang berseberangan dengan Taliban itu sendiri. Moderat itu tanpa ancaman, teror, pertumpahan darah, penghilangan nyawa secara keji menggunakan hukum jalanan sebagai penguasa dan pemegang senjata.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun