Pebrianov
Pebrianov Lelaki Pemalu |Suka Gatel pada Isu Politik I Militan pada Timnas Sepakbola

Bersukarialah dengan huruf, kata dan kalimat. Namun jangan ambil yang jadi milik Tuhan, dan berikanlah yang jadi hak kaisar.

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Walau Terciduk Kasus Narkoba, Andi Arief Tetap Beruntung

6 Maret 2019   13:34 Diperbarui: 6 Maret 2019   13:52 544 21 19
Walau Terciduk Kasus Narkoba, Andi Arief Tetap Beruntung
sumber gambar ; kompas.com

Akhirnya Andi Arief boleh pulang ke rumahnya, surga yang sebenar-benarnya dibandingkan surga "flying with lovely narkoba air".

Sebelumnya, Andi Arief sempat ditahan kepolisian untuk "hanya dimintai keterangan" terkait pemakaian narkoba jenis shabu. Dia diciduk polisi di dalam salah satu kamar hotel berbintang di Jakarta.

Hasil tes urine membuktikan Andi Arief positif pemakai narkoba. Tapi tidak adanya barang bukti narkoba saat diciduk pihak kepolisian. Hal itu cukup "meringankan" posisinya. Setidaknya tidak terkena pasal "kepemilikan narkoba".

Cukup mengherankan ketika dinyatakan tidak ada barang bukti kepemilikan narkoba ditangannya. Timbul pertanyaan, di kamarnya ada "bong" alat pemakaian shabu, lalu  dimana dia memakai narkoba shabu? Apakah shabunya sudah habis dikonsumsi sebelum penggrebekan? Apakah alat bukti shabu dibuang ditempat tertentu sebelum terciduk petugas?

Masih banyak pertanyaan besar masyarakat luas soal kasus Andi Arief tersebut. Misalnya soal bong dan korek api--alat konsumsi shabu, keberadaan perempuan cantik di kamarnya, kondom, closed duduk yang dibongkar. 

Selanjutnya adalah tindak lanjut aparat kepolisian yang simpang siur terhadap Andi Arief.  

Nyatanya, Andi Arief tidak dijerat hukuman, melainkan "cuma" direkomendasikan menjalani rehabilitasi. Statusnya adalah sebagai "korban". Jadi tidak ditindak secara hukum.

Keputusan pihak kepolisian tersebut mengundang perdebatan dalam masyarakat karena ada rasa ketidakadilan di hadapan hukum. Bandingkan perlakukan pada Andi Arief dengan orang biasa. Umumnya orang biasa yang terciduk terkait pemakaian narkoba hampir pasti masuk penjara. Sedangkan Andi Arief tidak!

Masyarakat boleh saja protes, atau menduga-duga ada sesuatu dibalik "pembebasan" Andi Arief. Namun dalam realitasnya, dia lolos dari proses hukum. Di sinilah keberuntungan seorang Andi Arief.

Siapa yang tak kenal Andi Arief? Sosok yang dikenal sebagai politikus ulung Jabatannya adalah Wakil Sekjen partai Demokrat. Dia sering tampil di media arus utama untuk menyuarakan kepentingan partainya.

Dulu dia aktivis 98 ketika masa reformasi. Namun kini dia juga "aktivis medsos" khususnya twitter sebagai bagian dari jalur media perjuangan politiknya.

Andi Arief hampir terserempet masalah hukum bukan cuma sekali saja. Ketika memunculkan "skandal jenderal kardus" yang bikin heboh seantero Indonesia, dia bisa dituntut secara hukum oleh pihak kubu Prabowo-Sandi. Nyawa Andi Arief pun bisa terancam oleh simpatisan politik yang sakit hati dengan manuvernya, karena apa yang dia hebohkan tersebut sangat sensitif dalam dunia politik.

Begitu juga ketika Andi Arief memunculkan berita "tujuh kontainer surat suara tercoblos", bisa saja ada tuntutan hukum karena telah melakukan kebohongan publik yang berujung ke meja hijau dan penjara.

Namun semua itu bisa dia lewati tanpa adanya pengaruh yang berarti pada eksistensi pribadi dan sosok politisnya. Bahkan semua itu justru membuat Andi Arief makin terkenal. Dia jadi pesohor politik yang mapan. Makin disegani kawan maupun lawan politiknya. Inilah keberuntungan seorang Andi Arief sampai saat ini.

Suka atau tidak suka, publik harus mahfum bahwa sosok politis Andi Arief menjadikan dirinya "kebal" terhadap proses tuntutan ke jalur hukum, setidaknya sampai saat ini. Entah nanti, kalau dia tidak segera introspeksi. Merenungkan diri.

Mungkin kasus "terciduk karena narkoba" ini sebuah peringatan awal dari "Alam Semesta" bagi Andi Arief untuk lebih bijak dalam menjalankan nasibnya sebagai politikus kelas atas di negeri ini.

Seringkali, orang kuat dan besar jatuh bukan karena diterjang pukulan musuh, melainkan karena menginjak kulit pisang yang sama sekali tak dilihatnya ketika melangkah dalam situasi santai. Sebuah keadaan yang sama sekali tak pernah diperhitungkan.

---- 

Peb6/03/2019