Mohon tunggu...
Paulus Tukan
Paulus Tukan Mohon Tunggu... Guru - Guru dan Pemerhati Pendidikan

Mengajar di SMA dan SMK Fransiskus 1 Jakarta Timur; Penulis buku pelajaran Bahasa Indonesia "Mahir Berbahasa Indonesia untuk SMA", Yudhistira.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Sebelum Mengadakan Acara Perpisahan Sekolah, Sebaiknya Pertimbangkan Ini

30 April 2021   08:00 Diperbarui: 2 Mei 2021   18:30 3584
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi wisuda dan acara perpisahan| Sumber: Shutterstock via Kompas.com

Di sisi lain, bisa saja acara perpisahan ini dipakai sebagai alasan oleh siswa untuk keluar dari "kungkungannya", yaitu berada di rumah dan mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dengan begitu, mereka bisa berkumpul lagi bersama guna melampiaskan rasa kangen, kegembiraan dalam ngobrol dan canda ria.

Gejala Euforia Vaksin 

Satu persoalan yang saat ini menjadi topik hangat pembicaraan di media sosial adalah euforia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), euforia artinya perasaan nyaman atau perasaan gembira yang berlebihan. 

Kita hendaknya belajar dari negara India saat ini. India tengah menderita tsunami Covid-19 gelombang kedua. Ribuan warga terpapar Covid-19. Ribuan pula yang meninggal dunia sebagai akibat tidak memadainya fasilitas kesehatan (faskes). 

Begitu banyak warga terlantar di luar rumah sakit dan akhirnya meregang nyawa. Penyebab utamanya adalah euforia warga negara maupun pemerintah. 

Perasaan nyaman bahwa mereka sudah berhasil memutus mata rantai penyebaran virus corona membuat negara ini lengah. Mereka mengabaikan prokes dengan melakukan kegiatan-kegiatan massal. Mereka tidak mengantisipasi munculnya varian baru Covid-19 B117 dan B1617.

Kita tentu tidak menghendaki euforia ini terjadi pada masyarakat Indonesia. Namun, kenyataan di dalam masyarakat sudah menjadi indikasi ke arah itu sejak mendapatkan vaksin. 

Vaksinasi menjadi alasan untuk berkumpul. Padahal, vaksinasi bukan menjadi jaminan bahwa seseorang itu sudah kebal terhadap virus corona. Vaksinasi hanya sebagai tameng. 

Sebagaimana sebuah tameng, senjata masih bisa menembus dan mengenai seseorang jika ia tidak pandai memakai tameng tersebut. Demikian halnya dengan vaksinasi. Karenanya, biarpun sudah divaksin dua kali, kita tetap menjaga prokes secara ketat.

Dalam hal perpisahan sekolah pun indikasi euforia hadir di sana. Sekolah dan siswa sepakat untuk patuh pada aturan yang dibuat bersama. Guru, siswa, karyawan, dan tamu undangan boleh hadir pada acara kegembiraan itu asalkan mematuhi aturan ini:

  1. Guru dan karyawan sudah divaksin sebanyak dua kali.

  2. Guru dan karyawan yang belum divaksin harus dites swab.

  3. HALAMAN :
    1. 1
    2. 2
    3. 3
    Mohon tunggu...

    Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
    Lihat Pendidikan Selengkapnya
    Beri Komentar
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun