Mohon tunggu...
Susy Haryawan
Susy Haryawan Mohon Tunggu... biasa saja htttps://susyharyawan.com

bukan siapa-siapa

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Ferdinand: Hati-hati Mas Ganjar, Politisasi KPK dan OTT KKP?

26 November 2020   11:11 Diperbarui: 26 November 2020   11:18 1369 22 6 Mohon Tunggu...

Ferdinand: Hati-hati Mas Ganjar, Politisasi KPK?

Katanya OTT kemarin, cukup menarik dan masih akan menghangat untuk beberapa hari ke depan. Muncul berbagai pertanyaan usai berjarak, sehingga dapat berpikir dengan jernih. Sematannya OTT tetapi kelihatannya tidak ada pihak lain, selain satu sisi orang-orang KKP. Lebih tepat adalah penangkapan Menteri Eddy Prabowo, dari pada OTT. Istilah yang sama sekali berbeda.

Kecenderungan nuansa politis cukup kuat. Tentu bukan hendak mengatakan kalau Eddy Prabowo itu tidak salah, enggak juga. Tetapi apakah KPK sesuai dengan idealnya? Itu yang menjadi fokus dalam menilik kasus yang terjadi. Pun tanggapan-tanggapan dari pihak-pihak yang baik peduli, ataupun karena alasan politis pribadinya. Satu yang cukup menggelitik, Ferdinand Hutahaean, lepas dari motivasinya, siapa yang tahu.

Peringatan bagi Ganjar, hati-hati Mas Ganjar, bisa terjadi yang tidak ada menjadi ada. Hal yang mengikutinya cukup menjadi catatan, karena Ganjar juga menolak gerakan radikalis-fundamentalis. Aksi Ganjar sangat keras, tegas, dan lugas.

Masa-masa demo tahun lalu ia memecat kepala sekolah yang terindikasi pada gerakan radikalis-fundamentalis.  Jelas terbaca dengan jelas oleh publik dan juga para penganut paham itu tentu saja. Mereka mengincar terus karena kepentingannya terganggu.

Lha apa kaitannya dengan OTT KKP?  Sedikit mencoba mengulik pemikiran Ferdinand. Bukan soal radikalis atau fundamentalisnya, namun bagaimana pihak-pihak yang tidak seiring dibahisi demi mengamankan pihak yang sejalan dengan mereka. KKP ini belum seberapa jika dibandingkan dengan nilai kerugian DKI Jakarta. Hal yang sama juga ditulis Ferdinand.

Politisasi KPK

Berbahaya jika demikian, karena kinerja KPK bisa dilihat sebagai alat bagi sekelompok, atau pihak yang mau menyasar pihak lain. Mengerikan,  bukan pemberantasan korupsi nantinya, malah menjadi gerakan pembersihan rival politik yang potensial demi memberikan karpet merah bagi pihak yang seiring dan sejalan.

Memang benar, ini masih semata asumsi, analisis yang masih perlu pembuktian lebih lanjut, dan bukan berhenti demikian saja. Beberapa hal yang bisa dilihat lebih jauh.

KPK  pernah beberapa kali jatuh pada kasus demikian. Bertikai dengan lembaga lain dan berujung pada kasus yang berkepanjangan. Jika profesional, tidak akan demikian ujungnya. Komisioner sampai habis karena pihak lain juga bermain yang sama.

Apa yang terjadi, bukan hendak mengatakan KPK buruk, tidak juga, lembaga lain lebih buruk, tidak juga, semua sama saja. Ada kelemahan dan kekuatan, dan itu yang perlu disinergikan, bukan malah saling membuka aib dan menjerumuskan. Jika demikian, malah pihak-pihak lain yang berpesta.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x