Mohon tunggu...
Susy Haryawan
Susy Haryawan Mohon Tunggu... biasa saja

bukan siapa-siapa

Selanjutnya

Tutup

Media

Kompasiana dan Hits

7 Februari 2018   05:20 Diperbarui: 7 Februari 2018   05:21 0 34 33 Mohon Tunggu...
Kompasiana dan Hits
Gambar milik sendiri

Kompasiana dan hits, usai drama hits yang bisa melambung bak balon udara itu, kini Kompasiana bak redup, artikel paling ramai dengan tema panas, di terpopuler pun jarang yang sampai seribu. Saya tekankan, bahwa ini bukan soal rewel atau crewet kinerja Admin, namun berarti ada, masalah, mengapa menjadi seperti itu. Fakta lain adalah vote, dulu, empt puluh, tiga puluh, itu hal biasa, kini dua puluh saja sudah sangat jarang.

Sebenarnya enggan juga mau menuliskannya, tetapi demi keberadaan dinamika K yang masih bisa berkembang, ada di sebelah yang sudah pamit, kan sayang jika harus demikian. Ada pula model yang sejenis dengan pilihan yang tidak berimbang, artinya K masih menjanjikan lah.

Beberapa hal baru yang patut mendapatkan apresiasi. Pertamamengenai notifikasi. Notif yang berjalan, meski terbatas pada kisaran 10 cukup membantu ketika ada artikel lama ada yang memberikan apresiasi. Bisa menjawab dengan adanya pemberitahuan.

Kedua,penjadwalan,ternyata ada beberapa waktu lalu yang mengatakan kalau perlu adanya penjadwalan dengan alasan yang cukup bagus dan direalisasikan. Paling tidak empat artikel terakhir menggunakan fasilitas ini dan bisa berjalan dengan semestinya.

Berkaitan dengan terpopuler bulan lalu, keterbacaan saya ada pada kisaran 30.000-an, saya merasa aneh, ternyata saya hitung benar apa yang saya perkirakan. Hitung manual dengan melihat dari akun, per artikel saya jumlahkan hanya pada kisaran 27.000-an. Masih cukup wajar dengan perbedaan sekitar 10%-an.

Namun perlu dicermati, hits bisa turun sendiri, bukti seperti dalam gambar berikut.

Nah bagaimana jumlah tersebut jika ada pergeseran turun seperti itu, paling tidak bisa dua atau tidak kali turun balik nol bahkan terkadang. Anehnya kalau artikel yang tidak mengandung risiko, seperti pendidikan, humaniora, tanpa ada potensi "keriuhan" hits ini tidak ada perubahan, tidak sempat turun.

Ada hal yang cukup baru saya kira, pada akhir ter atau NT kisaran 12 jam, masih ada pembaca cukup banyak, sekitar seratusan. Hal yang berbeda dengan dulu-dulu. Jarang artikel sudah turun masih ada yang baca. Fenomena lumayan bagus sebenarnya.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan, mengenai pertemanan. Ajang untuk bersama-sama berdinamika. Karena dalam kolom pengikut atau mengikuti tidak bisa dibuka, jadi tidak tahu siapa yang mengikuti, memang ada notifikasi, namun bisa saja notif itu sudah terlewat karena komentar atau bintang yang ada sudah penuh. Rasanya tidak enak dan tidak nyaman jika diikuti tidak balik mengikuti, meskipun bukan keharusan dan kewajiban, namun pilihan pribadi saya demikian.

Beberapa fasilitas baru yang cukup membantu dan inovatif, seperti komentar yang bisa dijempol untuk interaksi lebih jauh. Ada pula fasilitas untuk menjadikan artikel sebagai favorit.

Sayang itu komentar artikel lama banyak yang hilang, padahal isiny candaan dan kebersamaan sebagai sesama K-ners, yang kini jarang banget ada model demikian. Komentar hingga ratusan dan riuh rendah saling olok bukan saling hujat lho ya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x