Mohon tunggu...
Funk_ane
Funk_ane Mohon Tunggu... Administrasi - penyendiri

Diam di sudut ruangan.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

"Kedewasaan"

16 April 2019   18:19 Diperbarui: 3 Juli 2019   12:44 18
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dulu tak sesulit ini...! Walaupun harus membersihkan kotoranku, dan terbangun di tengah malam untuk menyusuiku. Mereka tidak pernah merasa kecewa walau Aku tidak bisa memberi apapun.

Lalu sekarang ketika kedewasaan ini datang, ketika Aku sudah bisa memperoleh banyak hal dari sebuah kata kerja keras, waktu dimana Aku ingin membalas budi dengan memberi, namun semakin mempersulitnya karena keangkuhanku. Memaksa mereka mengahadapi sipat sensitive kedewasaan yang ada padaku, membuat kulitnya berkerut dengan cepat.

Lalu fikiran muncul dari sudut pandang yang lain,!

Beberapa pertanyaan terlintas, benarkah yang sedang Aku lakukan ini,? Aku ingin mereka bahagia, namun kadang karena keinginan itu juga Aku merasa Akulah alasan mereka sering berada dalam masa yang sulit. Apa Aku terlalu memaksakan,? Kuakui kecewa sering menghampiriku padahal telah berusaha dengan sepenuhnya, dan mereka terlihat tertekan.

 Tak bisakah Kamu hanya memberi, membantu, mendukung dan mengawasi...! berikan mereka kesempatan untuk memutuskan jalan mereka sendiri.

Kamu tidak abadi untuk selamanya untuk mereka, dan Dunia akan terus berputar walau tanpa Kamu. Lalu mengapa begitu memaksa atas keinginanmu. Percayalah Allah mengaturnya dengan baik... jadi tak perlu mengubah takdir yang hanya akan menyiksamu.

Kamu tidak akan pernah bisa memaksa Mereka menyukai apa yang Kamu sukai, tidak bisa membuat mereka bahagia dengan caramu bahagia,

Memberi tanpa berharap di beri, itu akan lebih baik...!

Nikmati hidupmu sendiri dan hidup dalam kedamaian, dengan begitu Kamu sudah berhasil membahagiakan mereka yang selama ini Kamu sayangi yang juga sangat menyayangimu. Karena hanya di posisi itu Mereka akan datang dan bersandar pada Mu ketika rapuh, Kamu akan menjadi rumah yang nyaman yang akan selalu mereka datangi.

Dimata Orang Tua, seorang Anak tidak menjadi semakin dewasa yang tidak butuh lagi kasih sayang dan rasa peduli, malah seiring berjalannya waktu Orang Tua akan semakin memperhatikanmu dengah penuh cinta, jadi jangan membuat mereka hawatir tentangmu lagi.

I love you mama,

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun